Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Terlilit


__ADS_3

mobil mulai berjalan masuk ke dalam hutan..karena mata batin mereka sudah terbuka, kini perasaan mereka pun lebih peka dari sebelumnya.


walaupun matahari masih berada di atas dengan cahayanya yang terik, namun itu tidak bisa membantu mengurangi hawa dingin di dalam hutan. pepohonan yang tinggi seakan tidak membiarkan cahaya matahari bisa leluasa masuk kesana.


kabut tipis seakan sebagai pelengkap suasana dingin ini.


.


mobil berhenti tepat di tepi danau yang andika maksud, beruntung letaknya memang tak terlalu masuk ke dalam .


"apa kau yakin, ini tempatnya. andika?" tanya karina.


" iya, ini tempatnya. lihat disana ada beberapa pohon berdaun kuning dan batu itu masih berada disana" jawab andika sambil menunjuk ke arah dimana batu dan pohon yang berbeda dari yang lain.


" baik, kita mulai saja. sebelum sore datang" kata pak hanz.


lucky dan giano segera menceburkan diri ke dalam danau.


lucky pov

__ADS_1


aku dan giano bertugas mencari peti itu, saat aku menyelam ke bawah, aku tidak merasa ada yang aneh disana. aku dan giano sepakat berpencar untuk mempercepat kami menemukan peti itu.


banyak tumbuhan liar di bawah, membuat penglihatanku terganggu. dengan kedua tanganku ku singkirkan daun- daun yang menjulang tinggi. saat aku melewati beberapa tumbuhan. aku melihat ada kotak besar tak jauh dari tanaman liar itu.


aku melambaikan tanganku pada giano, berharap giano tahu maksud kode ku. beruntung giano memang cerdas jadi dengan sedikit kode yang ku berikan, dia langsung berenang mendekat.


kami mendekat ke arah peti, aku di sebelah kanan dan giano di sebelah kiri. belum tangan kami menyentuhnya. tiba- tiba kaki kami terikat oleh daun-daun liar disana.


aku mencoba memberontak dan melepaskannya dari kaki kananku, namun semakin mencoba untuk di lepaskan malah ini semakin kuat.


mataku melirik ke sekeliling berharap ada suatu benda yang bisa ku jadikan senjata, dan aku menemukannya. sebuah cukup besar dan runcing.aku berenang cepat lalu mengambilnya dan langsung menggores daun yang melilit yang berada di kakiku. usaha ini berhasil, daun - daun yang mengikat kakiku berhamburan di bawah sana.


" jangan buang- buang waktu, cepat cari bantuan. naiklah ke atas". itulah kata-kata yang ku tangkap dari kode gerakan bibir dan tangannya, dia mendorong tubuhku untuk pergi.


awalnya aku ragu, namun aku harus mengambil keputusan lebih cepat kali ini.aku terpaksa meninggalkannya di bawah sana.berenang secepat yang aku bisa, tumbuhan di bawah sana semakin liar hendak menarik kakiku, tapi aku selalu bisa mengelaknya.


"huaah..hua.." aku bisa merasakan angin segar masuk ke dalam rongga paru-paruku setelah aku berhasil naik ke atas sana.


" lucky!" panggil semuanya.

__ADS_1


" bagaimana? apa kalian menemukannya? dimana giano, kenapa kau sendiri?" tanya semua orang bergantian membuatku bingung sekaligus panik.


" giano terjebak dibawah sana, kami butuh bantuan. aku sudah mencoba melepaskan ikatannya, tapi hanya berhasil 1x, dan peti itu sudah kami temukan. tapi sepertinya akan sulit membawanya. tumbuhan di bawah sana seperti tidak membiarkan kami menyentuhnya.entah itu ulah arwahnya atau memang ada tumbuhan liar yang hidup disana".


" ayo, aku akan ikut denganmu" ucap mario cepat.


mereka berdua menyeburkan diri kembali.


mario berenang cepat mencoba membantu giano yang sudah terlilit hampir di sekujur tubuhnya, hanya dada dan wajahnya yang masih terlihat, terdengar jelas nafasnya yang sudah sesak terlilit tumbuhan liar itu di tambah dengan posisi di dalam air dengan waktu cukup lama.


mario yang sebelumnya sudah membawa pisau tajam. segera menyobek- nyobek tumbuhan liar itu dengan cepat.di papahnya tubuh itu naik ke atas di ikuti lucky dari belakang.


mereka bertiga berjalan menepi di sebuah pohon yang lumayan rindang.


"lebih baik kau istirahatlah disini dulu, biar tugas ini aku yang ambil alih, bersama lucky" ucap mario menepuk pundak giano pelan.


" thanks bro, maaf merepotkan".


" kau ini bicara apa, kita kan teman. iya ga bro?" kata lucky menoleh ke arah mario yang di jawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


" kami akan kembali menyelam, syalfa kamu temani ya" ucap lucky, kemudian kembali masuk ke danau menyusul mario yang sudah lebih dulu menyelam.


__ADS_2