
semua orang di aula tengah menunggu sarapan mereka yang kini sedang di siapkan oleh para wanita.
" sarapan sudah siap" teriak rania meletakan sereal dan beberapa roti panggang, sedangkan syalfa meletakan puluhan botol air mineral di bantu miss donna, melani membantu membagikan semua makanan dan air mineral di bantu bella, moly,ike dan yang lain.
" sepertinya ini tidak cukup" ucap rania yang menatap kosong ke arah lantai yang beralasan tikar.
"memang siapa lagi yang belum kebagian?" tanya pak hanz.
" aku, syalfa, mario,lucky, juga dinda" ucap rania yang menatap temannya belum mendapat bagiannya.
" ka..sini kita makan 1 mangkuk berdua saja" teriak moly melambaikan tanggannya.
" haiz kau bocah, makan saja yang banyak" jawab rania.
" iis, moly tidak akan habis ka, sini.."
"sudah kamu kesana saja" perintah syalfa.
" tapi...."
" aku baik- baik saja, sanah" kata syalfa lagi.
rania menghela nafasnya, berjalan mendekat ke arah moly dan ike.
__ADS_1
" ini, aku masih memiliki biskuit di dalam tas, kita makan bersama ya, tapi air mineralnya tinggal 1 botol, kita berbagi. bagaimana?" kata mario berdiri di samping syalfa.
" itu tidak masalah terimakasih".
" lucky, dinda sinih.. makan bareng kami saja" panggil pak robert dan miss donna.
lucky dan dinda mendekat ke arah pak robet dan miss donna dan duduk berhadapan.
"begini saja pak robert sama lucky, biar saya sama dinda. tidak apa kan din?" tanya miss donna.
" iya bu, itu tidak masalah. maaf nih dinda jadi ngrepotin gini" kata dinda merasa tidak enak.
" jangan begitu, kita disini sama-sama, tidak ada salahnya saling berbagi" ucap miss donna tersenyum tulus.
" humm, akhirnya perutku kenyang juga. makan bersama memang nikmat yah" kata rania.
" iya ka, aku juga kenyang nih" ucap moly mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
rania di bantu moly membereskan bekas makan mereka. kali ini hanya di taruh di pinggir ruangan. karena mereka tidak bisa keluar, syalfa melarang mereka keluar ruangan. maka dari itu tidak ada yang keluar entah itu mandi, atau sekedar cuci muka dan gosok gigi.
" syalfa, sampai kapan kita begini? rasanya aku ingin sekali mandi" tanya melani.
" tunggulah sampai jam 3 nanti ya, tinggal 3 jam lagi ko" ucap syalfa.
__ADS_1
" hemm, baiklah" kata melani kemudian duduk di samping bella.
"syalfa, menurutmu apa kabut itu berbahaya?" tanya lucky.
" iya, karena mengganggu pernafasan juga penglihatan kita" jawab syalfa.
" kira- kira kapan itu akan menghilang?" tanya lucky.
" aku juga tidak tahu, tunggulah sampai jam 3 atau 4 nanti".
" okay, aku mengerti" ucap lucky.
semua orang kembali ke kegiatan masing- masing tapi hanya di dalam ruangan saja.
hingga waktu menunjukan pukul 3 sore. syalfa melihat ke arah luar aula.
" kabut sudah menghilang!" ucap syalfa yang di dengar juga oleh yang lain.semua orang beranjak dan melihat keluar aula.
" iya, berati kita masih boleh keluar sebentar dong" ucap melani girang.
" tidak mel, jangan kemana- mana dulu. aku masih ragu" ucap syalfa menatap ke sekeliling luar aula.
" haah, baiklah. aku menurut saja" ucap melani pasrah.
__ADS_1
semua orang kembali duduk, saat syalfa masih melarang mereka keluar ruangan.