
" kenapa kamu tidak menceritakan pada kami sebelumnya syalfa" pekik Rania kesal.
"aku tidak bisa sembarangan berbicara soal ini, ini sangat serius, apa lagi kita belum datang kesana sendiri untuk melihatnya langsung''.
" bagaimana sekarang?" tanya Giano .
" ini sangat rumit, ada banyak orang disini yang nyawa mereka juga terancam, kasus sosok wanita itu juga sudah kita ketahui, tapi pak Ujang juga dalam bahaya seorang diri di sana, apa lagi dia juga salah satu kunci kita menguak misteri ini, sebenarnya aku penasaran dengan nama wanita yang pak Ujang katakan, tapi itu malah akan membuatnya terusik jika menyebutkan namanya".
" apa kau ada ide Rania? untuk membagi tugas?" tanya pak Hanz setelah mendengar perkataan syalfa.
"iya ini memang sangat sulit, walapun kita semua berdiam diri disini sekalipun itu tidak menjamin mereka aman, karena dalang di balik ini semua, kita belum mengetahui nya, sepertinya dia masih ingin bermain-main dengan kita".
"kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?" tanya Giano.
" sudah jelas disini ada seorang manusia yang tidak bertanggung jawab mempermainkan nyawa orang banyak, entah itu pesugihan, atau penganut ilmu sesat , pasti ini juga ada campur tangan manusia, ada banyak sosok yang di rantai yang syalfa lihat, apa itu tidak cukup bukti kalau ini perbuatan manusia!!" jelas Rania.
" iya yang di ucapkan Rania benar, dia masih ingin bermain-main dengan kita, jika dia ingin. pasti sudah menyeret kita paksa dari dalam aula, bukankah hanya manusia saja yang bisa masuk kesini?" kata Rasya.
" lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya pak Robert.
__ADS_1
"untuk beberapa hari lagi, kita masih aman" ucap syalfa tiba tiba.
" kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?" kata Rania.
" masih ada seseorang yang sangat penting belum datang, mereka semua menunggunya untuk membalas dendam". ucap syalfa menghela nafasnya.
"bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Giano.
" jika dia ingin, kalian sudah lama di bunuhnya.karena kita termasuk sudah masuk ke dalam sangkarnya, tapi sampai sekarang dia belum bertindak lebih, berati masih ada yang mereka tunggu, itu sebabnya mereka masih membiarkan orang luar masuk ke sini, atau kita keluar dari sini, hanya saja ada batas waktunya" jelas syalfa.
"bagaimana jika yang ke villa besok aku, syalfa ,pak Hanz dan Rasya saja?" kata Rania.
"baik, aku siap!!" jawab Rasya mantap.
" tidak! kalian disini saja" kata Rania cepat.
"aku akan ikut juga dengan kalian!" ucap Mario tegas.
"maaf Ka, kali ini tidak bisa! ini lebih berbahaya kami membutuhkan Rasya kali ini".
__ADS_1
"tapi aku bisa bela diri, aku juga bisa mengusir mereka sebelumnya, memang apa kelebihan Rasya?".
" aku tahu itu ka! Rasya memegang pedang roh dan Rasya bisa membantu pak Hanz disana karena kemungkinan jiwa tak tenang itu berkeyakinan sama dengannya, mereka lebih tau soal ini, disini ka Mario juga lebih di butuhkan".
"baiklah , tapi hanya kali ini saja aku tidak ikut, kedepannya aku akan selalu ikut!" kata Mario tegas lalu menatap syalfa.
" baiklah, besok kita yang akan kesana" ucap syalfa beranjak dari duduknya.
"sayang, kau mau kemana?" tanya Mario menatap syalfa yang beranjak berdiri.
gleek.
syalfa menelan salivanya susah payah, mendengar kata" sayang " dari bibir Mario.
semua orang mlongo, apa tidak salah dengar? pikir mereka, terutama para senior dan dosen yang tahu sifat dan sikap Mario selama ini yang terkesan dingin dan cuek kepada wanita, tiba tiba memanggil seorang wanita "sayang?".
"apa aku tidak salah dengar haah? apa telingaku bermasalah? " kata Giano dengan menjewer telinganya sesekali mengorek lubang telinganya dengan jari telunjuknya.
" aku rasa telingaku juga bermasalah, sudah 2 Minggu aku tidak membersihkannya" kata Rania ikut mengorek ngorek telinganya dengan jari kelingking nya.
__ADS_1
"iih kau ini, jorok sekali baby" kata Giano menyentil kening Rania pelan.
"iiis kau ini, baby ..baby..emang aku bayi" kata Rania ketus.