
" kalian siapa? kenapa aku baru melihat kalian disini? tanya rania, menatap andika, karina dan paman fikhar.
"ooh, mereka kesini ada perlu dengan saya ran" jawab pak hanz.
" ada perlu? dengan datang kesini? apa tidak salah?" jawab rania menatap ketiganya,kemudian menggelengkan kepalanya." kalian ini, benar-benar ingin menghadap ke sang pencipta lebih cepat, orang yang disini saja ingin hidup bahagia dengan keluarganya di sana, kalian malah ngantar nyawa kesini" kata rania yang masih heran.
" dengerin dulu beo betina, mereka justru kesini karena ingin berusaha selamat dari kematian, seperti kita" jelas pak hanz.
"maksudnya?" tanya rania.
" mending kalian kenalan dulu, baru cerita tujuan kalian datang kesini pada rania, syalfa dan yang lain".ucap pak hanz, kepada andika, istri dan pamannya yang di balas anggukan oleh ketiganya.
" perkenalkan nama saya karina " karina mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan syalfa dan rania bergantian.
" saya andika, suami karina".
" saya fikhar, paman dari andika".
" hay, saya rania".
" saya syalfa".
__ADS_1
" jadi kalian yang bernama syalfa dan rania? aku sudah banyak mendengar tentang kalian dari miss donna" kata karina tersenyum hangat.
" iya tante" jawab syalfa dan rania.
"boleh kami tahu ada perlu apa, hingga kalian sampai datang kesini?" tanya rania.
karina menatap andika sebentar, kemudian menghela nafasnya.
" kami sering di ganggu oleh arwah yang ingin balas dendam, dan arwah itu adalah adik tiri dari andika yang semenjak berkuliah disini, diam- diam dia mengikuti ajaran para penganut ilmu hitam, hingga ibu andika di jadikan korban, karena sakit hati dengan kelakuan adik tiri dan ibu tiri yang selalu semena- mena pada ibu andika, lalu menjadikan ibu andika tumbal, membuat andika marah dan bertengkar hebat dengan adik tirinya, hingga tanpa sadar andika menembak adik tirinya sampai dia meninggal. setelahnya andika menaruh jazad adiknya ke dalam peti dan di rantai, lalu membuangnya di danau hutan terlarang di bantu pekerja di villa kampus ini" kata karina yang mengingat cerita andika sebelumnya.
"kalian memang membuat masalah serius" ucap rania memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
" fadhiya".
" bukankah nama itu , yang di sebutkan pak ujang, pekerja villa kampus?". kata rania, yang masih mengingat jelas cerita pak ujang dulu.
" iya, berarti sosok asap putih tanpa wujud itu, fadhiya? adik tiri tuan andika" ucap pak hanz.
" bagaimana menurutmu pak hanz? apa kau tau cara menghentikannya?" tanya syalfa .
" hanya dengan membakar jazadnya, maka jiwanya mau tidak mau harus menerima pembebasannya, tapi kesulitannya adalah mencari peti dan membuka rantainya apa lagi kondisinya pasti berat dan basah, kita harus cepat mengeringkan semuanya dan kemudian membakarnya, itu pasti butuh waktu lama. apa lagi kita belum tahu danau itu apakah dalam atau tidak?" ucap pak hanz.
__ADS_1
" iya aku mengerti, ini memang sulit apa lagi letaknya ada di dalam hutan larangan, apa danau itu di tengah hutan?" tanya syalfa menatap andika.
" tidak, danau itu dekat dengan villa, tidak terlalu masuk ke dalam hutan". jawab andika.
"setidaknya danau itu tidak terlalu masuk kedalam hutan, apa pak hanz ada saran untuk ini?" tanya syalfa.
"iya, kita butuh orang yang bisa bertahan lama di dalam air untuk mengangkat peti itu, lalu kita juga butuh orang yang bisa menghalau makhluk lain datang , aku rasa ini memang sulit" ucap pak hanz menghela nafas berat.
" baiklah aku tahu!" seru rania.
" bagaimana jika yang menyelam ke dalam danau rasya ,giano dan lucky, sedangkan yang berjaga jika ada makhluk lain mendekat syalfa, dan mario. untuk mengurus peti pak hanz, andika dan karina" usul rania .
" itu ide yang bagus, lalu kau? bagaimana denganmu?" tanya pak hanz menatap rania penasaran.
" kali ini, bisakah aku di aula saja, uuuh kakiku masih terasa sakit, aku tidak ingin mengganggu kegiatan kalian nanti, apa lagi ini masalah serius aku juga tak ingin mati konyol hanya karena tidak bisa berlari kencang" jelas rania dengan wajah memelasnya.
" heh, aku tau maksudmu , tidak perlu menunjukan wajahmu yang seperti itu, aku sama sekali tidak merasa kasian padamu, tapi karena selama ini kau selalu ikut dalam misi mengungkap misteri ini, aku akan memberikan 1 hari untukmu beristirahat" kata syalfa melipatkan tangannya di dada.
" kamu memang yang terbaik syalfa sayang, aku akan mendoakanmu dari sini". kata rania tersenyum sumringah.
" iya..ya..ya aku tahu itu".
__ADS_1