
" tenanglah lucky, aku tahu ini sangat berat untukmu, tapi ini juga berbahaya untuk kita"
Mario memeluk tubuh lucky erat dengan tangannya yang membekap mulut lucky .
setelah lucky tenang, Mario melepaskan bekapannya dari mulut lucky.
"lihat kebawah" perintahnya.
lucky melihat ke bawah, matanya membelalak lebar, "kenapa darah ayah mengalir dan hilang begitu saja, seperti di hisap sesuatu".
"apa kau ingin tahu, pegang tanganku" syalfa mengulurkan tangannya pada lucky, yang langsung di sambut oleh lucky. lagi lagi lucky terkejut dengan apa yang di lihatnya, 2 sosok kerdil sedang menghisap darah ayahnya dengan rakus.
perutnya mual, mendadak lucky ingin muntah.
" Biadap, aku ingin membunuh mereka semua yang membuat kita terjebak disini, aku akan membalas kematian ayahku" .
" tenanglah dulu, tidak baik membicarakan soal itu disini" kata Rania menenangkan.
" aku ingin membawa tubuh ayahku dan memakamkannya dengan layak, aku tidak rela mahluk menjijikan itu menikmati tubuh ayahku" kata lucky geram.
"ayo, kita buat rencana, tapi ini juga berbahaya untuk kita, karena ini sudah pukul 7 malam, semua mahluk sudah berkeliaran bebas" kata syalfa.
semua orang mengangguk lalu pergi mencari tempat yang menurut mereka aman, untuk membuat strategi, agar bisa membawa tubuh ayah Rendi tanpa mati konyol.
" bagaimana sekarang?" tanya lucky tak sabaran.
__ADS_1
" haiiztt kau ini, apa kau bisa bermain ketapel?" tanya syalfa pada lucky.
" tentu saja, aku sering main ketapel saat kecil''
" aku serius lucky".
" tentu saja, aku juga serius marsyalfa".
" sudah, kalian jangan saling pandang begitu, aku tidak suka" kata Mario memutuskan pandangan sengit keduanya.
" oke, terima ini" kata syalfa memberikan ketapel, juga batu berwarna hitam.
"kau..!? bisa bisanya ada fikiran untuk membawa ketapel" kata lucky menggelengkan kepalanya.
" jangan banyak protes, nanti kau harus menimpuk kedua mahluk kerdil itu dengan ketapel , serang bagian sensitifnya" .
" nanti aku akan buka mata batin kalian untuk sementara, tapi ingat kalian harus kuat mental, tetap fokus dengan tujuan kita yaitu membawa tubuh pak Rendi".
" baiklah, aku siap" seru lucky.
"Rania, kamu akan menemani lucky buat mengalihkan perhatian makhluk kerdil itu, tapi lebih bagus kalau kalian bisa membunuhnya".
" oke, itu tidak masalah".
" Mario, kau dan aku akan membawa tubuh pak Rendi ke samping kampus, dan memakamkannya disana".
__ADS_1
" kenapa bukan aku yang membawa jazad ayahku, aku lebih berhak untuk itu" protes lucky.
" aura Mario lebih tepat untuk tugas ini, itu akan menghalangi para makhluk lain yang menginginkan tubuh pak Rendi".
" Halah, paling juga karena kalian ingin berdua" kata lucky ketus.
Mario hanya tersenyum menanggapi perkataan lucky. syalfa cuek tanpa menanggapi apapun.
sekarang Rania dan lucky bersembunyi di sela sela tiang di lantai 2. sedangkan syalfa dan Mario bersembunyi di sebrang mereka.
lucky mulai mengarahkan ketapel ke arah makhluk kerdil dan wuuush.
PLETAK
batu itu mengenai telinga makhluk kerdil A.
makhluk itu menoleh, mencari benda yang menimpuknya tapi nihil, dia tidak menemukan apapun, di usapnya telinganya yang terkena batu. dan kembali menjilati darah di lantai.
PLETAK
lucky menimpuk makhluk kerdil A kembali kini mengenai kepala belakangnya.
geerrr
terdengar Geraman dari makhluk kerdil A, lalu ..
__ADS_1
PAAK
mahluk kerdil A memukul kepala temannya dengan keras.