Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Rasya


__ADS_3

Rasya pov


aku menatap wajah cantik itu dengan lekat untuk terakhir kalinya. sebenarnya aku enggan untuk meninggalkan tempat ini, bukan berarti aku tidak takut ataupun aku ingin mati. namun aku ingin selalu dekat dengan orang-orang yang aku cintai, seperti ayahku dan juga dia. dia?? iya gadis ini. aku jatuh cinta pada pandangan pertama, gadis pemberani, cantik ,cerdik dan juga istimewa. SYALFA!.


saat aku sedang mengamati setiap inci wajah cantik itu dengan jarak dekat tiba - tiba terdengar suara teriakan" SEKARANG!!" suara itu membangunkan aku dari lamunanku. aku segera berlari di ikuti pak fikhar di belakangku . kami masuk ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari pintu kampus berdiri.


aku mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi ke arah timur, sesuai apa yang syalfa katakan. " aku janji, aku akan selamat untukmu. aku pasti kembali membawa bantuan, seperti yang kamu harapkan. jadi bertahanlah sampai aku kembali menjemputmu" . ucapku dalam hati di sela- sela konsentrasiku menyetir. dalam perjalanan ku selama 1 hari ini , kami sama sekali tidak memiliki gangguan apapun. aku hanya melihat sosok- sosok yang berlalu lalang. seperti saat ini, saat mobil kami berhenti di sebuah warung makan. aku dan pak fikhar turun dari mobil mendatangi warung makan di pinggir jalan. ini memang sudah larut malam, seharian kami tidak memakan apapun bahkan untuk sekedar makan siang kami menundanya. hanya untuk cepat sampai ke tujuan, tapi lama- lama perutku terasa perih, jadi kami memutuskan untuk singgah, sekedar mengisi perut saja. saat kami sudah duduk di dalam warung makan dan memesan makanan.


datang 1 orang lelaki bertubuh tegap dengan memakai kaos berwarna hitam, aku dan pak fikhar menatap lekat ke arah lelaki itu. membuat lelaki itu merasa tak nyaman dengan tatapan kami padanya.


" maaf tuan, ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu? apa ada yang salah denganku?" tanyanya. membuatku yang sebelumnya menatap ke arah punggungnya , kini beralih menatap wajahnya''.


" tuan, maaf jika tatapan kami membuatmu tidak nyaman. bolehkan aku bertanya sesuatu?". tanyaku serius.


" iya".

__ADS_1


" apa bahu dan punggungmu tidak merasa berat selama ini?"


" bagaimana kamu bisa tahu? 6 bulan ini punggung dan bahuku memang terasa sangat berat. mungkin karena lelah sering memikul beras di toko" ucapnya mengusap bahunya yang pegal.


" apa sebelumnya kamu telah kehilangan seorang gadis?"


lelaki itu langsung menoleh menatapku tajam." bagaimana kau bisa tahu!" kali ini suaranya agak meninggi.


" ada sosok wanita berambut panjang sebahu, di dahinya ada tanda lahir berwarna hitam tepat di atas alis sebelah kanan. apa kau mengingatnya?".


lagi- lagi lelaki itu tertegun mendengar pertanyaanku. " cepat jawab aku, bagaimana kamu bisa tahu semuanya".ucapnya tak sabaran mencengkram kerah bajuku.


lelaki itu menurut langsung melepaskan tangannya dari bajuku, tapi tatapan itu masih menatap lekat ke arahku.


"sosok wanita itu sekarang berada di punggungmu, dia selalu ada di belakangmu dengan melingkarkan tangannya pada lehermu".

__ADS_1


" aapa..kau serius?" ucapnya sedikit tergagap.


" iya" ucap ku dan pak fikhar mengangguk yakin.


" tapi kenapa?" .


"Tolong bilang padanya, aku mati karena di bunuh oleh ibu mertuaku, dia menaruh sebuah racun di minumanku untuk membunuhku, karena saat itu aku telah mengandung. ibu mertuaku sebenarnya tidak menyukaiku, dia baik disaat di depan suamiku saja.selebihnya dia akan berubah saat suamiku tidak berada di sampingku. aku hanya ingin melindunginya dari ibu tiri jahat itu, dia akan menikahkan suamiku kembali dengan seorang gadis kaya, yang telah lama menyukainya. aku hanya ingin dia menolaknya, jika pun dia ingin menikah, segeralah nikahi adiku saja. setidaknya aku lebih tenang, jika dia menikah dengan adiku".


" itu adalah pesan dari mendiang istrimu, dia tidak bermaksud membuatmu tersiksa selama 6 bln ini. dia hanya takut kamu akan di celakai ibu tirimu ".


lelaki itu mengepalkan kedua tangannya kuat, wajahnya merah padam menahan amarah.


" Murni, aku sangat mencintaimu. maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik selama ini. aku berjanji akan memberi perhitungan dengannya, dan aku akan menolak pernikahan itu. jika keadaan memaksaku untuk menikah kembali, aku akan menikahi adikmu dan menjaganya sesuai janjiku, kamu pergilah dengan tenang. tunggulah aku di alam sana, sayang". ucap firman dengan nada suara bergetar.


aku melihat sosok itu tersenyum menatap wajah suaminya. lalu menatap ke arah kami." terimakasih" ucapnya lalu menghilang.

__ADS_1


" dia sudah pergi dengan tenang. bagaimana? apa punggungmu merasa lebih baik?".


" iyah, terimakasih sudah memberitahuku".


__ADS_2