
"syalfa kau berhutang penjelasan padaku, apa maksud ka Mario tadi, kenapa dia memanggilmu dengan sebutan sayang" tanya Rania yang sudah berbaring di sebelah syalfa.
" diam lah, aku ingin istirahat" kata syalfa memejamkan matanya.
"mungkin kau bisa selamat dari yang lain, tapi tidak dengan aku" seru Rania menatap tajam syalfa.
"syalfa" panggil Rania, karena sedari tadi tidak ada respon apapun dari sahabatnya itu.
"heeeh, baiklah kali ini aku membiarkanmu, tapi tidak lain kali" ucap Rania memejamkan matanya.
keesokan paginya, semua orang sudah bangun dan masih berada di dalam aula, waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi.
"kita lakukan seperti biasanya, ingat jam 3 kalian harus sudah ada disini , tetap lah waspada. jika nanti kami tidak kembali, jangan ada yang menyusul kami, kalian harus bisa berusaha sendiri walaupun tanpa kami lagi, karena kami tidak tau apa yang akan terjadi disana" ucap syalfa.
"iya, kami akan berusaha syalfa, terimakasih selama ini kau dan yang lain sudah mau menolong kami" ucap dosen Dona.
"jangan ucapkan terimakasih padaku Miss, itu sudah kewajiban untukku sebagai teman juga bagian dari kampus ini" seru syalfa.
"aku harap kalian sudah terlatih dan terbiasa dengan situasi ini, untuk beberapa hari kalian masih aman, tapi bekali kalian dengan bela diri, dan berani. kalian harus cerdik melawan mereka. gunakanlah sisa waktu kalian sebaik mungkin".
" iya Syalfa" seru mereka kompak.
"kami pergi, ini sudah waktunya" kata pak Hanz dan di angguki oleh yang lain.
"tunggu syalfa" panggil Mario.
"iya, ada apa ka" tanya syalfa menoleh.
__ADS_1
"aku akan menyusulmu jika kau tidak kembali, aku sudah berjanji akan selalu menjagamu" kata Mario menatap syalfa dalam.
"jangan ka, sudah aku bilang di luar lebih berbahaya" cegah syalfa.
" justru karena di sana lebih berbahaya syalfa, aku khawatir" kata Mario cemas.
" doa kan saja, aku dan yang lain kembali dengan selamat" kata syalfa tersenyum.
" kau ini sangat keras kepala" kata Mario kesal.
" syalfa, cepat" panggil Rania.
"aku pergi dulu ka, jaga dirimu baik baik, ajari mereka bela diri".
"baiklah, berhati-hati lah. aku mencintaimu syalfa!" kata mario mengecup kening syalfa.
deg..
deg..
" aaa romantis sekali ka Mario"
"pasangan yang serasi"
"masih ada ga ya, cowok seperti ka Mario aku ingin"
"ka Mario yang terkenal cuek dan dingin, ternyata selain tampan sangat romantis"
__ADS_1
itu lah suara suara yang ada di dalam ruangan melihat adegan perpisahan romantis keduanya.
pipi syalfa merona malu, Mario benar benar tidak tahu tempat.
sedangkan Mario yang mendengar kata kata semua orang, cuek tanpa peduli sama sekali.
" ka, aku harus pergi sekarang! " seru syalfa buru buru ingin segera kabur.
"eeeeh, tidak bisa!" kata Mario menarik tas yang berada di punggungnya.
"ada apa lagi ka?" kata syalfa tanpa menatap Mario.
"kau jawab dulu" seru Mario.
"jawab? " kata syalfa bingung.
" aku tadi bilang aku mencintaimu, harusnya kau langsung menjawabnya"
"aaaaah, ka Mario ini ! apa dia tidak melihat, semua orang menatap ke arah kita" seru syalfa dalam hati.
"jangan hiraukan mereka, anggap saja kita hanya berdua" bisik Mario ke telinga syalfa seakan tau apa yang di fikirkan gadisnya itu.
syalfa menatap Mario ragu, menghirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskan ya.
" I love you too" kata syalfa lalu pergi keluar dari aula di ikuti yang lain.
Mario yang mendengarnya tersenyum puas, masih menatap kepergian kekasihnya dengan hati bahagia.
__ADS_1