Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Apa penjara itu berbeda?


__ADS_3

semua orang kini sedang duduk, menunggu syalfa, rania, mario,giano dan rasya yang sedang makan dengan lahap. bagaimana tidak, mereka tidak makan dan minum selama 2 hari.


syalfa melirik sekilas pada miss donna yang duduk tak jauh darinya sedang menatapnya tanpa berkedip. lalu, syalfa melihat rania dan yang lain masih sibuk dengan makanan di hadapan mereka.


setelah menelan nasi di dalam mulutnya, syalfa menyenggol lengan rania keras.


uhuk..uhuk..


rania terbatuk batuk, akibat terkejut karena ulah syalfa .


giano yang duduk di sebelah rania, memberikan air minum bekasnya yang tinggal setengah kepada rania yang segera di minum habis oleh rania, tanpa tahu gelas siapa yang dia minum.


giano tersenyum melihat rania yang menghabiskan air bekasnya. kemudian rania mengelap bibirnya yang basah dengan tisu yang ada di depannya.

__ADS_1


" kamu apa-apa' an sih! kalau mau ngomong tuh ngomong aja, ga usah pake ngagetin" kata rania melototi syalfa.


" iya maaf, lagian kamunya aja yang rakus" kata syalfa.


"iya gimana, aku kan laper banget, ada apa?" tanya rania.


" lihat tuh, semua orang lihatin kita segitunya, aku jadi risih" ucap syalfa.


rania menatap semua orang yang memang sedang menatap mereka serius.


kemudian rania beranjak dari duduknya dengan menarik tangan syalfa mendekat ke arah semua orang yang sudah menunggu mereka sedari tadi.


" apa yang ingin kalian tanyakan pada kami?" kata rania duduk lesehan , begitupula syalfa.

__ADS_1


"maaf , jika kami membuat kalian risih, tapi kami penasaran sama cerita kalian, apa kalian menemukan penjara makhluk itu?" tanya miss donna.


" iya, kami menemukannya tapi di tempat yang berbeda dari sebelumnya" jawab rania.


" maksud kamu? penjara itu bukan hanya satu? atau mereka memindahkannya ke tempat lain?" tanya pak hanz.


" kami juga tidak terlalu mengerti pak, karena pas aku melihat pertama kali, penjara itu di jaga oleh makhluk berbentuk burung jadi kami belum sempat lihat tahanannya dan letaknya di sebuah ruangan di dalam gedung ini, dan tidak jauh dari pintu masuk ada banyak patung yang berjejer rapi, sedangkan kemarin, kami menemukan penjara itu di ruang bawah tanah, tempatnya tidak terlalu lebar, tapi sangat panjang, dan di jaga oleh makhluk tinggi besar, dia memiliki keahlian menghilang, saat aku dan rania masuk ke dalam penjara itu banyak sekali makhluk yang di tawan dari anak kecil, wanita, sampai paruh baya,dan ini" syafa mengeluarkan batu merah dari dalam tasnya dan memberikannya pada pak hanz." ada sosok wanita tanpa di rantai tidak seperti yang lain, memberiku batu merah, dia bilang ini akan berguna suatu saat nanti, dia minta tolong di bebaskan, jika aku membutuhkannya, dia menyuruhku untuk memanggilnya, maka dia akan datang menemuiku, tapi saat aku akan menolongnya untuk membawanya pergi dari sana, sosok kakek tua melarangku, katanya ini belum waktunya, jika aku membawanya, mereka akan murka." jelas syalfa.


" lalu, apa kakek tua itu mengatakan hal lain lagi?" tanya pak hanz dengan memperhatikan batu merah di tangannya".


" iya, tapi ini tentang peringatan untukku, aku tidak bisa mengatakannya" ucap syalfa.


" baiklah, itu memang urusanmu, akupun tidak akan memaksamu untuk menceritakan lebih lanjut".

__ADS_1


" bagaimana menurutmu tentang batu itu? apa kau tau sesuatu?" tanya syalfa pada pak hanz.


" tunggu !" teriak rania.


__ADS_2