Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Kecelakaan


__ADS_3

syalfa dan Rania segera memasang dinding pembatas di area villa, tubuh mereka melemas , energi di sekitar villa membuat energi di dalam tubuh mereka terkuras.


" semoga dengan adanya dinding pembatas ini, tidak akan ada makhluk yang bisa menembusnya, setidaknya sampai besok pagi" gumam syalfa lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam villa, setelah memastikan semuanya selesai.


" baiklah, ini sudah larut malam, sebaiknya kita segera beristirahat" kata pak Hanz lalu membaringkan tubuhnya di sofa.


"kenapa pak Hanz tidur disini, bukankah masih ada 1 kamar?" tanya Rania.


" saya tidur disini saja, lebih baik ada yang tidur di luar, untuk berjaga".


" terserah bapak saja, kalau begitu saya masuk dulu pak, selamat malam".


" iya, malam".


setelah semuanya masuk ke dalam kamar masing-masing, pak Hanz membaringkan tubuhnya kembali.


sebelum memejamkan matanya, pak Hanz menatap sebuah lampu yang cukup besar yang ada di ruang tamu, jaraknya sedikit jauh dari tempatnya berbaring.


" aku merasakan nya" gumam nya dalam hati, lalu pak Hanz membaca sesuatu dan menutup matanya untuk segera tidur.


Di tempat lain


di sebuah pesta, tepatnya di sebuah Bar , semua ora Ng menikmati minumannya dengan nikmat, sesekali menari dan menyanyi mengikuti alunan music yang di mainkan DJ.

__ADS_1


di suasana begitu ramai , duduk seorang wanita sedang mengatur nafasnya yang tersengal. perasaannya gelisah , wanita itu menatap suaminya yang sedari tadi sibuk dengan rekan bisnisnya.


"Hai Karina" sapa seorang wanita yang muncul diikuti beberapa temannya di belakangnya.


"Hai" sapa balik Karina tersenyum terpaksa.


karina berjalan meninggalkan gerombolan wanita berpakaian sexy itu dan pergi ke mini bar.


"Tolong cepat, berikan aku minum"


"baik"


betender memberikan 1 gelas air pada Karina, dengan cepat Karina meminum obatnya dengan nafas yang memburu.


"apa yang kau lakukan ! sungguh tidak sopan !" marah Andika.


"aku seperti wanita yang di bayar selama 4 jam kedepan, kau sama sekali tidak menghiraukan aku , membiarkan aku duduk sendiri di sana".


"dasar konyol, kau sudah tau, aku disini untuk mengurus Bisnisku, kau membuatku malu".


" aku tidak peduli , aku ingin pulang" Karina merebut paksa kunci mobil dari genggaman Andika.


Karina pergi dari tempat diadakannya pesta dengan perasaan kacau, entah apa, tapi perasaannya gelisah.

__ADS_1


Karina mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. tiba tiba angin berhembus menerpa wajahnya, rambutnya yang tergerai indah beterbangan.


"KA RI NA"


terdengar suara orang memanggilnya membuatnya menoleh ke samping.


saat Karina kembali melihat ke depan,


BRUAK


Karina menabrak sebuah mobil dan mengakibatkan mobilnya terlebar dan terbalik.


disebuah rumah sakit, duduk tiga orang di luar sebuah ruangan.


"aku tidak mengerti , kemana seorang wanita akan pergi setelah meninggalkan pesta?" kata pak Pram.


" Andika, sebenarnya ada masalah apa?"


"Tuan Andika wirawan" panggil seorang dokter.


Andika dan kedua mertuanya mendekati dokter yang menangani Karina.


" tuan Andika ,ini keajaiban, terjadi kecelakaan seperti itu, tapi tidak membuatnya terluka parah, bukankah itu sebuah keajaiban? suruh lah dia berhati hati lain kali. seharusnya dia jangan mengemudi setelah meminum pil tidur. tapi begini tuan Andika , dia membutuhkan perhatianmu saat ini. Tuhan telah menyelamatkan nya dari maut atau kau pasti akan kehilangan dia saat ini".

__ADS_1


setelah selesai mendengarkan penjelasan dokter. Andika menemui istrinya di ruang rawat inap.


__ADS_2