
mereka berjalan menelusuri sungai yang mengering itu, tidak ada apapun disana. semuanya benar- benar mati, tanpa air dan tumbuhan seperti hutan tandus.
"semakin kesini kita akan sulit mendapatkan makanan ataupun air" ucap lucky lesu.
" bersabarlah yang penting kita bisa selamat, setelah keluar dari sini kita bisa makan dan minum sepuasnya" kata andika menepuk pundak lucky.
" iya om, kamu benar" jawab lucky.
" berhenti! cepat sembunyi!" perintah karina pada yang lain.
semuanya buru- buru bersembunyi di balik pohon yang sudah mulai mati, dengan dedaunan yang mengering.
" aiz, ike , didi kalian terlihat..kalian berdua tengkurap saja" kata gea yang langsung dituruti oleh keduanya.
tak lama, datang makhluk burung yang besar melesat di udara melewati tempat persembunyian mereka.
setelah memastikan makhluk burung itu pergi jauh, mereka keluar dari persembunyiannya.
" apa kita benar- benar sudah aman sekarang?" tanya daren.
" iya, ayo lanjutkan perjalanan" kata gea.
semua orang bangkit dan melanjutkan perjalanan, matahari kini berada di atas , tanpa terhalang apapun, panas terik matahari terasa menusuk hingga ke pori-pori kulit mereka.
" huh, panas sekali" kata ike mengibas- ngibaskan tangannya pada wajahnya.
'' haus , lapar dan panas" keluh cahyo.
"ayo, kita kesana" kata karina.
mereka berjalan ke sebuah pohon yang lebih besar, walapun daunnya mulai berguguran, namun pohon itu lebih baik untuk berteduh dari pada pohon lainnya yang sudah tidak bisa di harapkan.
" sebaiknya kita berteduh disini dulu sebentar" kata karina yang langsung di angguki oleh semuanya.
mereka duduk dengan posisi mengelilingi pohon itu.
" aku berharap akan turun hujan, agar kita bisa minum" kata ike menatap ke arah langit yang terik tanpa awan hitam di sana.
__ADS_1
"semoga saja, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi" kata mail yang melihat cuaca sangat terik.
mario menatap syalfa yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan keluhan- keluhan teman- temannya.
" kamu kenapa sayang?" tanya mario mengelus rambut syalfa lembut.
syalfa mengalihkan pandangannya menatap mario," aku tidak apa-apa" jawabnya.
mario menarik tubuh syalfa agar lebih dekat dengannya, membawa syalfa ke dalam dekapannya."istirahatlah sebentar "kata mario yang menyenderkan punggungnya ke pohon itu, sedangkan syalfa menyenderkan kepalanya pada dada bidang mario dengan tangan mario berada di pundak syalfa dan tangan syalfa memeluk pinggang mario" nyaman" kata syalfa dalam hati.keduanya memejamkan matanya sejenak.
setelah 1 jam berlalu,
karina membangunkan semua orang," ayo .. ini sudah 1 jam, sudah cukup kalian beristirahat" kata karina.
semua orang membuka matanya perlahan, walaupun hanya 1 jam tapi ini jauh lebih baik dari pada tidak tidur beberapa hari ini.
" ayo, kita harus sampai sebelum sore datang" kata riyan.
semua orang berdiri , lalu mulai berjalan kembali dengan gea berada di depan sebagai penunjuk arah, karina tetap berada di samping andika dan riyan berada di paling belakang.
mario, syalfa menatap lurus kedepan, sedangkan yang lain masih mengamati sekeliling mereka.
" jangan berfikiran yang tidak- tidak, disini kita sama- sama, tidak ada yang tidak mungkin. kita sudah berjuang sejauh ini, jangan menyerah hanya karena tidak ada air dan kondisi lingkungan yang memprihatinkan, ini perjuangan kita yang terakhir disini, ingat ! kuncinya itu kita harus kuat dan pintar" kata daren menepuk pundak lucky.
" iya kamu benar teman" kata lucky tersenyum pada daren.
BRUK
lucky menubruk punggung andika yang berhenti mendadak membuatnya terkejut.
" ada apa, kenapa tiba- tiba berhenti?" tanya lucky pada andika.
" iya, apa kita sudah sampai?" tanya daren menimpali.
andika, mario dan syalfa masih diam mematung menatap ke arah depan.
" ada apa sih? kenapa kalian diam saja?" tanya pak hanz , yang berada di barisan ketiga.
__ADS_1
" lihatlah" kata mario sedikit menggeserkan badannya agar mereka bisa melihat apa yang ada di hadapannya.
daren,lucky , pak hanz, semua maju mendekat dan menatap ke depan mereka, semua orang melotot tak percaya.
" ba ..ba..gaimana mungkin" kata ike tergagap.
di hadapan mereka adalah ujung dari sungai yang mengering .sebuah hamparan yang luas, tanpa tanaman, maupun makhluk hidup lain, benar- benar hutan tandus dengan banyak sekali mayat manusia dengan berbagai macam bentuk.
bisa di katakan ini adalah hamparan mayat terbanyak dari pada mayat- mayat yang berada di luar hutan, sewaktu mereka pertama kali di serang dengan kondisi yang sangat mengenaskan, ada kepala manusia tanpa tubuh, ada juga tubuh manusia dengan perut yang terbuka, tubuh tanpa kaki dan lain sebagainya.
" bagaimana bisa banyak sekali mayat disini? siapa yang membawanya?" kata lucky masih menatap mayat- mayat di hadapannya.
" sembunyi" teriak karina yang merasakan ada yang akan datang.
" sembunyi !? mau sembunyi dimana, disini tidak ada apapun yang bisa menutupi tubuh kami, bahkan pohonpun tidak ada, bagaimana kami bersembunyi" kata daren kalang kabut.
" kalian bergabung dengan mayat- mayat itu, posisikan tubuh kalian berada di bawah mayat itu" kata riyan memberi ide.
" iya cepat , berpencar saja" kata gea
mereka semua buru- buru berpencar mengambil posisi masing masing.
syalfa menarik tubuh seorang wanita yang memiliki rambut panjang seperti dirinya, namun matanya hanya ada sebelah dengan lidah yang menjulur, tangannya pun hanya sebelah .
mario memposisikan tubuhnya di tengah- tengah mayat lelaki, tak lupa mencoret wajahnya dengan darah mayat itu, tangan mayat itu di taruh di atas tubuhnya dan tubuh salah satu mayat sedikit terangkat menutupi tubuhnya, karena kedua kaki mayat sebelah kirinya sudah tidak ada.
andika berada di paling ujung dengan mayat pria paruh baya dengan wajah yang tidak utuh lagi disebelah kirinya mayat wanita dengan perut yang terbuka mengeluarkan isi perutnya.
pak hanz berada di tengah hamparan mayat, dengan posisi tengkurap, menyelusup masuk tertindih 3 tubuh mayat itu.
ike berada tidak kauh dari pak hanz, berbaring diantara mayat kedua wanita yang tak kalah mengenaskan, wajahnyapun sudah di beri darah dari mayat- mayat itu.
daren dan lucky tidak terlalu jauh hanya selang 4 mayat saja, mereka memilih posisi menelungkupkan tubuhnya ke dalam tumpukan mayat- mayat.
diki berada tidak jauh dari ike, berada di banyaknya mayat lelaki yang sudah mulai membusuk.
cahyo ,bian, mail dan yang lain juga mengambil posisi mereka masing- masing, sedangkan gea ,riyan dan karina juga masuk ke dalam tubuh salah satu mayat , setelah memastikan semua temannya bersembunyi dengan benar.
__ADS_1
mereka semua seakan menahan rasa mual yang bergejolak, bagaimana tidak. mereka berada di tumpukan mayat yang hampir membusuk dengan darah dan isi perut yang berceceran kemana- mana.
" aah, kamu kuat diki. ini hanya masalah waktu" gumam diki dalam hati.