Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Berhasil


__ADS_3

syalfa menapakan kakinya ke pohon yang ada di belakangnya, tangannya mencengkram kuat tanduk siluman kambing, tanda di keningnya kini bersinar terang seakan menusuk ke mata siluman itu, membuat siluman kambing mengerang menahan sakit di matanya.


asap keluar dari kedua bola mata itu, cairan hitam berbau busuk menyeruak. kulit- kulit sekitar mata mulai meleleh dan mengelupas seakan terbakar, namun tidak ada api disana, hanya tubuhnya yang melepuh, kepalanya tersisa tulang tengkoraknya saja, hingga asap itu turun kebawah dengan lelehan kulit dan daging.


syalfa mundur ke belakang, dirinya sendiri bingung melihat siluman itu seakan gunung es yang meleleh. sungguh mengerikan, sedikit demi sedikit daging siluman berceceran di tanah. kini hanya ada tulang yang tersisa tergeletak di tanah.


pak hanz dan lucky masih bengong tak percaya, syalfa mendekati keduanya saat siluman itu memang sudah mati.


" syalfa bagaimana caramu melakukannya, kau luar biasa. huuh bahkan lihat warna rambutmu jadi gaul sekali, kapan kamu mewarnainya? dan apa itu ada tanda kuning keemasan? bahkan aku baru melihatnya" kata lucky panjang lebar .


" aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi padaku" jawab syalfa.


" heeh, luar biasa. kau sendiri tidak tahu" kata pak hanz menggelengkan kepalanya.


" kenapa mereka lama sekali di dalam air, apa yang terjadi?" tanya lucky yang teringat ke 3 temannya belum kembali.


" ech iya, apa perlu kita menyusulnya?'' tanya pak haz.

__ADS_1


" jangan, nanti siapa yang menjaga peti ini" ucap lucky.


" uhuk..uhuk" terdengar suara batuk , lalu muncul andika yang di papah mario ke tepi danau.


" apa yang terjadi, dimana karina?" tanya syalfa.


" kami terlambat, saat kami menyusul ke dalam danau, karina sudah terbungkus dedaunan liar yang ternyata masih ada, dan letaknya lebih dalam dari tempat peti itu di temukan , dia sudah meninggal.aku menyeret andika paksa, karena dia sempat memberontak untuk meninggalkan tubuh istrinya". jelas mario.


" lebih baik kita bereskan jazad fadhiya dulu, sebelum terlambat, ini sudah sore" ucap pak hanz panik, dirinya baru menyadari waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.


" tapi bagaimana caranya? peti ini tidak kunjung kering juga, tidak mungkin di bakar sekarang" kata lucky kebingungan.


" jangan hiraukan aku, cepat bakar petinya" teriak lucky .


"syalfa coba kamu pegang peti itu, lakukan seperti tadi, saat kau mencengkram tanduk siluman kambing" kata pak hanz.


syalfa memegang peti basah itu, tapi tidak ada sesuatu yang terjadi. " konsentrasilah syalfa, anggap saja itu siluman yang berbahaya" ucap pak hanz memberi semangat.

__ADS_1


syalfa menurut kemudian menatap peti itu tajam, rambutnya berkibar indah, dan tanda di pelipisnya kembali bercahaya.


asap tebal memenuhi peti, suara teriakan kesakitan dengan erangan seorang wanita menggema di seluruh danau. suaranya menyayat hati, seakan tak rela dengan apa yang terjadi.


DUAR


suara peti yang meledak di ikuti api yang membakar peti itu, muncul sosok topeng yang berada di dalam air tadi disana, melayang mengikuti asap yang naik ke atas, sosok topeng berusaha keluar dari kumpulan asap tebal itu, namun tidak bisa. lalu sosok itu menghilang di atas sana bersamaan dengan asap peti yang terbakar.


lucky berlari mendekat, saat terlepas dari ikatan akar pohon." kita berhasil " teriaknya girang memeluk syalfa erat.


" lepas!! apa yang kau lakukan!" bentak mario melepaskan pelukan luka pada tubuh syalfa.


" maaf, kelepasan" kata lucky menggaruk kepalanya canggung.


kita kembali sekarang, ada sesuatu yang mendekat kemari, cepat!! teriak syalfa.


semua orang berlari menuju ke mobil mereka masing masing.

__ADS_1


mario menyeret andika yang masih diam dengan tatapannya yang kosong , sedangkan lucky memapah tubuh lemas giano.


kini di dalam mobil ada andika ,mario dan syalfa . sedangkan di mobil lain, pak hanz, giano dan lucky.


__ADS_2