Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Daging Kelelawar


__ADS_3

setelah masuk ke dalam semak belukar yang di tunjukan sosok riyan, mereka mengedarkan pandangannya sebentar, lalu kembali berlari mengejar sosok riyan yang lebih dulu pergi.


"cepat masuk" perintah riyan.


"kamu yakin disini aman?" tanya pak hanz.


" cepat pak, atau kalian akan tertangkap. siluman itu masih mengejar kalian" bentak riyan.


"aah iya, baiklah" .


pak hanz berusaha naik ke dalam gua yang sedikit tinggi , karena letak gua berada 3 meter dari permukaan tanah, sehingga membuat mereka harus memanjat untuk mencapai mulut gua yang tertutup ilalang yang menjuntai ke bawah.


setelah semuanya masuk, sosok riyan langsung membimbing mereka.


"kalian bisa sembunyi disana untuk malam ini atau 2 hari kedepan kalian tidur saja disini" kata sosok riyan yang hendak pergi.


"kamu mau kemana?" tanya daren.


" aku mau membantu yang lain juga" jawab sosok riyan lalu menghilang.


"hah, apa benar disini aman?" tanya daren pelan.


" kita hanya bisa percaya padanya untuk sekarang, lagi pula dia memang teman kita bukan? apa mungkin manusia yang sudah meninggal juga akan berkhianat?" tanya mail.


" iya kamu benar" ucap daren.


" kamu kenapa ratih?" tanya pak hanz yang melihat ratih meringis seperti menahan sakit .


" perutku perih pak" jawab ratih memegang perutnya.


" mail, kamu temani ratih dan naiklah ke lubang yang ada di atas sana, kami akan mencari sesuatu di dalam gua ini, untuk kita makan" kata pak hanz.

__ADS_1


" baiklah pak" jawab mail.


pak hanz, dan yang lainnya berjalan perlahan memasuki gua di edarkannya pandangan menelisik ke setiap sudut gua.


"suuut, diam" kata daren meletakan jarinya di bibir memberikan isyarat agar mereka diam tanpa bersuara. keduanya mengangguk mengerti walaupun belum tau maksud daren menyuruh mereka untuk diam.


daren mengambil memerapa batu dan melemparkannya ke sudut dinding gua.


BUUK


BUKK


dengan dua kali lemparan, tepat mengenai kelelawar yang sedang tertidur. hingga jatuh 2 ekor kelelawar . sedangkan kelelawar yang lain berterbangan karena merasa terancam.


" yes , dapat" pekik daren senang lalu mengambil 2 kelewawar yang tidak bisa terbang lagi, karena terluka.


" heh, bagaimana kamu melakukan ini, hanya dengan melempar batu saja?" tanya didi yang heran sekaligus senang.


" aku sudah terbiasa dengan ini, sebelumnya aku selalu melempari burung yang hinggap di pohon buah mangga di kebun kakekku dulu".


" iya, maka dari itu kita lakukan lagi" kata daren memberikan beberapa batu kepada pak hanz dan didi.


mereka berjalan mengendap - endap ke sisi sebelah kiri dan melihat kelelawar yang kembali bergelantungan.


ketiganya mulai ancang- ancang melempar batu bersamaan hingga..


BUUG


BUUG


BUUG

__ADS_1


" Berhasil" teriak ketiganya girang langsung berlari mengambil beberapa kelelawar yang sudah tergeletak.


" ada berapa kelelawar yang kita dapat?" tanya didi menatap daren.


" ada 8" jawab daren memasukan kelelawar itu ke sebuah kantong.


" lebih baik kita panggang disana saja, sepertinya lebih aman, setelah itu kita kembali ke tempat ratih dan mail" saran pak hanz yang di setujui keduanya.


1 jam mereka memanggang kelelawar hasil tangkapan mereka, setelah semua sudah selesai daren di bantu didi mematikan api yang baru saja di gunakan untuk memanggang kelelawar. setelah di rasa semua beres mereka membawa daging panggang kelelawar di tangan masing -masing menuju tempat ratih dan mail berada.


dilihatnya mail dan ratih yang hanya diam bersandar di dinding gua.


ketiganya memanjat dan meletakan daging kelelawar itu di tengah- tengah mereka.


" apa ini?" tanya ratih menatap daging panggang di depannya.


" makan saja, dari pada kamu lapar" jawab daren.


" tapi ini daging apa?" tanya ratih kembali, sebari mengangkat daging itu dan membolak balikannya.


" kelelawar" jawab daren dan didi bersamaan sambil memakan daging kelelawar dengan lahap.


ratih menelan salivanya setelah mendengar jawaban keduanya.


" makan saja, anggap saja itu ayam" kata pak hanz yang ikut makan.


sedangkan mail sudah lebih dulu mengambilnya.


ratih memasukan daging kelelawar ke dalam mulutnya ragu, " ini daging ayam , iya.. daging ayam" kata hati ratih sambil terus mengunyah perlahan.


" bagaimana?" tanya pak hanz.

__ADS_1


" lumayan pak" jawab ratih.


semuanya menikmati daging kelelawar dengan nikmat , setidaknya malam ini mereka tidak akan tidur dengan perut lapar.


__ADS_2