Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
cerita pak Hanz dan Rania


__ADS_3

pak Hanz dan Rania menyenderkan tubuh mereka saat pintu sudah tertutup dengan cukup keras.


membuat semua orang menatap kedua nya heran, Rania masih memegang dadanya ,akibat terkejut dengan ulah pak Hanz yang tiba-tiba menariknya kasar.


Rania juga tahu, ada sosok yang akan menyerang mereka tadi.


"ada apa dengan kalian?" tanya syalfa mendekati keduanya.


" ini minumlah dulu" kata pak Dahlan memberikan 2 botol air mineral kepada keduanya.


" terimakasih" ucap Rania dan pak Hanz kompak.


"kalian kompak sekali" kata dosen Dona tersenyum.


Rania langsung meneguk air itu hingga tersisa setengahnya, lalu mengusap bibirnya yang basah dengan telapak tangannya kasar.

__ADS_1


" duduklah, apa ada yang ingin kalian ceritakan?" ucap pak Robert.


semua orang duduk, ada sebagian yang memilih berdiri, karena tempat yang tidak memungkinkan, juga rasa penasarannya membuat mereka ingin menatap wajah pak Hanz juga Rania walau jaraknya cukup jauh.


" hari ini kami datang ke villa dekat kampus dan kami sudah bertemu dengan seorang laki-laki yang bekerja disana, apa pak Robert mengenalnya?" tanya pak Hanz menatap pemilik kampus itu yang duduk berhadapan dengannya.


" iya, namanya Ujang, dia dan ayahnya sudah bekerja bersama kami sudah cukup lama, tapi saya belum sempat bertemu dengannya karena kesibukan saya yang terus bolak balik antara Indonesia dan Paris, bagaimana keadaan nya? apa dia baik baik saja?.


" saya rasa dia tidak baik baik saja pak, untuk beberapa hari belakangan ini".


"dia di ganggu jiwa yang tidak tenang, sepertinya ada sesuatu yang pak Ujang sembunyikan, dia terlihat takut juga sedih".


" jiwa tidak tenang? bagaimana mungkin?" kata pak Robert bingung.


" saya sendiri masih ragu, karena saya tidak langsung mendengar ataupun melihat sesuatu. tapi dari apa yang saya dengar dari cerita pak Ujang sendri, saya yakin pak Ujang mengetahui sesuatu, tadinya kami ingin menanyakan lebih jauh, tapi melihat keadaannya yang seperti orang depresi,, membuat kami mengurungkan niat untuk bertanya kembali" kata pak hanz

__ADS_1


" aku bisa merasakan auranya, tapi ini sangat rumit, ada banyak ke anehan yang terjadi disana, saat pak Ujang menyebut nama seorang wanita, tiba tiba datang seekor burung gagak dan saat pak Ujang bilang wanita itu telah meninggal, tiba-tiba cuaca mendung dan turun hujan cukup deras, di Sertai suara petir." ucap Rania.


" apa kalian sempat untuk berkeliling villa itu lebih jauh? aura aneh dari arah mana itu Rania? apa masih di daerah villa? tanya syalfa menatap keduanya serius.


"kami tidak sempat berkeliling syalfa, kami hanya sampai di halaman villa, dan langsung ke belakang villa saat mendengar suara teriakan pak Ujang" jawab pak Hanz.


"aura sangat kuat saat kami akan kembali kesini, dari arah hutan terlarang" Jawab Rania.


" kalian sudah melewatkan sesuatu yang penting, bahkan lebih penting dari pak Ujang" jelas syalfa memegang dadanya yang entah kenapa perasaannya gelisah.


"maksud kamu apa?" kata Rania.


" kamu bisa melihat masa lalu Rania hanya dengan memegang sebuah benda disana, kenapa kamu bisa melewatkan sesuatu yang penting! kita harus segera kembali sebelum semua terlambat".


" coba jelaskan lebih detail syalfa, aku benar-benar tidak mengerti".

__ADS_1


" aku pernah mendapat sebuah penglihatan sebelum sosok itu muncul, ada sepasang suami istri datang ke arah hutan untuk mengejar seekor anjing, tapi istrinya tiba tiba berhenti berlari saat dirinya mendengar sebuah teriakan seorang wanita, di sekelilingnya banyak pohon-pohon yang menjulang tinggi, aku rasa mereka masuk ke dalam hutan, dan keberadaan mereka tepat di tempat arwah itu bersemayam, dan akhirnya membuatnya terbangun".


__ADS_2