Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Si pendek


__ADS_3

" bbmrmgbdh***mghkh"! kata makhluk kerdil A .menarik kaki temannya.


"mbdhhheh*ggg**;+$+" jawab makhluk kerdil b mengelak, menendang tubuh makhluk kerdil A.


kedua makhluk itu saling menyerang, hingga keduanya jatuh dengan posisi berpelukan dan berguling ke kanan dan ke kiri.


"ran, apa kau tahu mereka sedang berbicara apa?" tanya lucky yang masih melihat perdebatan makhluk kerdil di bawah sana.


" mana aku tahu, aku tidak pernah membaca buku tentang bahasa makhluk halus, mungkin syalfa tahu, karena dia bisa berkomunikasi dengan mereka". jawab Rania yang sama memperhatikan kelakuan makhluk itu.


" sepertinya aku tahu, mereka bicara apa" kata lucky menatap Rania.


" apa?".


" kamu kan yang tadi menimpukku 2 kali hah?".


"apa yang kamu katakan? aku sama sekali tidak melakukan apapun".


" bohong, itu jelas kamu, disini hanya ada kita berdua, apa kau pikir aku bodoh".


"kau memang selalu bodoh"


" kurang ajar".


" bagaimana Rania, pasti terjemahanku tentang percakapan mereka tepat bukan", lihat mereka masih terus menyerang satu sama lain, pasti karena ulahku tadi".

__ADS_1


" kamu sok tahu sekali" kata Rania.


"baik, kalau kamu tidak percaya, kita buktikan saja".


lucky berdiri dengan bertolak pinggang, tangan kanannya masih memegang ketapel.


" sudah kuduga" kata syalfa menepuk jidatnya sendiri, sambil menatap kelakuan kedua temannya.


"lucky, apa yang kamu lakukan?" tanya Rania menarik tangan lucky agar bersembunyi kembali.


" tentu aku ingin segera menyelesaikan tugas, kalau kita terus bersembunyi, makhluk itu akan lama disana".


" haii, makhluk pendek apa kalian mencariku? dasar jelek, masih kecil bukannya minum susu di rumah, malah beraninya kalian meminum darah ayahku, akan ku balas kalian" kata lucky lantang.


gleek


" Rania, apa mereka paham dengan apa yang ku katakan tadi?". tanya lucky berbisik pada Rania yang berdiri di sampingnya.


" sepertinya mereka paham, dengan apa yang baru kamu ucapkan" . ucap Rania ikut berbisik.


" hei pendek, pasti kalian jarang mandi kan? sungguh bau sekali" lucky menutup hidungnya.


" lihat badan kalian, tidak memakai baju dan apa itu, wajah kalian benar benar jelek sekali, banyak bulunya, gigi kalian terlalu panjang, sampai keluar seperti itu", pasti karena kalian terlalu banyak meminum darah membuat tubuh kalian pendek dan cepat tua. ejek lucky.


" heeh, kau jujur sekali" ucap Rania menahan tawanya.

__ADS_1


geeerrr


geeerrr


terdengar suara mengeram dari kedua sosok kerdil itu.


" eech, sepertinya si pendek marah Rania" kata lucky waspada.


" iya, wah bahaya nih" ucap Rania.


sosok kerdil memanjat dinding dengan sangat cepat.


" buset ran, manjatnya pinter banget, monyet aja kalah ran" ucap lucky panik.


" Ran...Rania .laariiiiiii" teriak Lucky menarik tangan Rania dan berlari kencang.


" huh..haaah...hooos..hoos ..luck..luck..Rania menepuk nepuk tangan lucky yang masih menariknya kuat".


" luck..luck..namaku lucky Rania, memangnya aku sabun mandi apa".


" bodo, sembunyi aja dech, sembunyi ...aku cape nih, ga kuat" kata Rania ngos ngosan.


" sabar dong, mereka masih ngejar tuh ah, mau sembunyi dimana coba? pintunya ketutup semua" kata lucky bingung.


" mereka masih jauh tuh" Rania menatap ke belakang sebentar, " pinter manjat tapi larinya loyo" ucap Rania.

__ADS_1


"mungkin karena kekenyangan, apa karena pendek ia ran" ucap lucky masih berlari menggandeng tangan Rania.


" ga tau ah cape, kita kesitu aja tuh, ada yang kebuka dikit pintunya" kata Rania menunjuk ke sebuah ruangan di bawah tangga.


__ADS_2