Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Kabut


__ADS_3

usai makan malam semua orang pergi ketempatnya masing- masing untuk beristirahat, begitu pula syalfa dan rania. mereka sudah berbaring sebelahan.


" syalfa? apa kamu sudah mengantuk?" tanya rania.


" belum, kenapa?".


"apa yang terjadi padamu? kenapa warna rambutmu sedikit berubah, dan apa itu yang ada di pelipismu?" tanya rania.


" aku sendiri tidak tahu , aku mendapatkan ini saat menyelam di danau itu dan melawan sosok bertopeng yang ternyata wujud dari jiwa fadhiya, saat aku sedang menghadapinya tiba-tiba rambutku berubah lalu di susul tanda ini" jelas syalfa.


" kenapa bisa seperti itu, kita mengalami hal yang sama, lihat kuku di tanganku. berubah warna kembali. sepertinya aku tidak perlu membuang uang untuk memberi kutek nanti" ucap rania sambil melihat kukunya.


" iya, aneh sekali" ucap syalfa.


" lalu, dimana tante karina? kenapa dari tadi aku tidak melihatnya? sebenarnya, aku tadi ingin menanyakannya secara langsung. tapi saat aku melihat wajah om andika, aku jadi tidak tega".


" tante karina meninggal di dalam danau, kami tidak bisa membawa tubuhnya, karena itu sangat dalam, apa lagi tubuhnya terlilit banyak sekali tumbuhan liar di sana".


" kasian om andika, padahal dia sangat mencintai tente karina, aku bisa melihatnya. caranya melindungi tante , memang tidak bisa di ragukan lagi, tapi tante sangat keras kepala" kata rania, mengingat perdebatan keduanya kemarin.


" iya bagaimana lagi, mungkin ini sudah takdir. tapi ada baiknya juga" ucap syalfa.


" maksud kamu apa? masa istrinya meninggal ko di bilang baik".


" arwah karina mengikuti om andika, kemanapun dia pergi. arwahnya akan melindungi om andika nanti" ucap syalfa.

__ADS_1


" bagaimana kamu tahu? sedari tadi aku tidak melihatnya".


" dia tidak ikut kesini, dia akan datang hanya di saat om andika dalam masalah, aku melihatnya berdiri di sebelah pohon berdaun kuning".


" waah, benar- benar cinta sampai mati. aku jadi iri" ucap rania.


" kamu ingin suamimu meninggal juga? terus jadi hantu buat jagain kamu gitu?" tanya syalfa.


" eeech, ya tidak begitu. maksud aku, aku iri sama kebesaran cinta mereka. yang hanya terpisah oleh maut". jelas rania.


" haah, ayo kita tidur.. kita perlu istirahat yang cukup" ucap syalfa memejamkan matanya.


***


syalfa mengerjapkan matanya saat tubuhnya seperti di guncang sesuatu. perlahan sepasang mata indah itu terbuka, dilihatnya 2 sosok yang dia kenal.


" kalian!?" ucapnya.


" iya ini kami, kami datang untuk mengucapkan terimakasih padamu dan kami akan berusaha membantumu juga yang lain sebisa kami" ucap riyan.


" ah, itu tidak perlu. kalian cukup melanjutkan perjalanan kalian ke jenjang selanjutnya, pergilah dengan tenang" ucap syalfa.


" kami tidak akan bisa tenang, sebelum kalian keluar dari sini dengan selamat" kata gea.


" hah, baiklah jika itu kemauan kalian. tapi berhati-hatilah, jangan sampai sosok lain mengetahui keberadaan kalian, kalian arwah baru . kalian masih sangat lemah" kata syalfa memperingati.

__ADS_1


" kami paham syalfa , sekarang bangunlah dan lihat apa yang terjadi di luar, kami pergi dulu" ucap riyan kemudian keduanya menghilang.


syalfa bangkit dari duduknya berjalan menuju kaca jendela yang berada di depan aula.


" kabut apa ini? tebal sekali" ucapnya menatap keluar hampir seluruh bangunan tertutup kabut".


syalfa menoleh menatap semua orang yang masih tertidur, kemudian syalfa melihat jam di pergelangan tangannya pukul 08.00 tepat.


syalfa mendekat ke arah rania dan membangunkannya.


" ada apa syalfa? kenapa wajahmu tegang seperti itu?" tanya rania, kali ini setiap syalfa membangunkannya , dengan cepat dia akan terbangun. tidak seperti dulu yang akan protes karena tidurnya terganggu.


" lihatlah sendiri lewat kaca jendela aula, keadaan di luar sana, aku akan membangunkan semua orang" ucapnya lalu berjalan menuju ke tempat pak hanz.


"pak, bangun lah ini sudah pukul 8" .


"ah, iya syalfa terimakasih" ucap pak hanz kemudian mendudukan tubuhnya.


" mario, bangun.." syalfa mengelus pipi kekasihnya dengan lembut, piu?aku tahu kamu piuku. akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama kita berpisah, aku langsung bisa mengenalmu saat aku pertama kali bertemu. terimakasih sudah kembali". ucap syalfa dalam hati menatap lekat wajah mario.


" sayang, apa aku sangat tampan? sampai kamu tidak berkedip menatap wajahku?" kata mario membuka matanya .


" ech, tidak! bangunlah dan lihat ke luar. cukup dengan melihat lewat kaca aula saja" ucap syalfa berlalu pergi dengan wajah yang bersemu.


" aah , bodohnya aku. bisa- bisanya menatapnya seperti itu." kata syalfa merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


mario tersenyum menatap syalfa yang sudah berlalu , kaki nya melangkah menuju tempat kaca jendela.


" kenapa banyak sekali kabut? " ucapnya dengan heran.


__ADS_2