
"cepat syalfa, bunuh dia! sebelum dia menjadi kuat, kalau kau berfikir wanita itu akan selamat, kau salah! kita tidak akan bisa mengeluarkannya dari tubuh manusia, malah akan semakin kuat, dan membalas dendam dengan tubuh yang dia tempati" teriak Rasya.
syalfa menetralkan detak jantungnya, setelah mendengar teriakan Rasya.
"maafkan aku"
syalfa menusukan pedang roh ke jantung wanita itu.
wuuuussshh
keluar asap berwarna putih lalu menghilang tertiup angin yang tiba-tiba datang.
tubuh wanita itu tergeletak dengan luka di sekujur tubuhnya, banyak darah di sekitar tubuh itu.
" dari mana wanita itu datang? kenapa bisa dia kerasukan?".
"mungkin dia wanita yang syalfa ceritakan"
"dimana suaminya, kenapa dia sendiri?"
" sudah lah Rania, jangan banyak bertanya, cepat bantu aku" kata Rasya ketus.
__ADS_1
"sudah lah nak, jangan merasa bersalah, justru kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, mengorbankan 1 nyawa untuk menyelamatkan banyak nyawa, sebelum kau membunuhnya keadaanya juga pasti sudah kritis, walaupun kau tidak membunuhnya, belum tentu dia bisa bertahan hidup" kata pak Hanz menepuk pundak syalfa yang masih menatap tubuh wanita itu dengan diam.
"sebaiknya kau bantu aku mengurus tubuh pak Ujang" .
syalfa mengangguk mengikuti langkah pak Hanz, mendekati tubuh pak Ujang yang sudah terbujur kaku.
setelah mengurus jazad pak Ujang dan wanita asing itu dengan layak, mereka masuk ke dalam villa.
kini mereka duduk di sebuah ruangan yang cukup nyaman.
" para arwah mendapatkan kekuatan dari tempat seperti ini, tempat suatu kecelakaan yang mungkin telah terjadi. tempat tempat terjadinya seseorang melakukan dosa atau sesuatu yang buruk. dengan datang kemari , membuat arwah yang terdiam jadi bangkit". kata pak Hanz
" entahlah, aku rasa villa ini juga salah satu bagiannya" kata pak Hanz menatap lampu di tengah ruangan itu.
"ini baru permulaan" kata pak Hanz masih menatap lampu yang sedikit bergerak.
syalfa juga menatap lampu itu, tubuhnya kembali bereaksi namun tidak sekuat tadi.
" tak bisa kah kau menghalanginya" tanya Rania pada pak Hanz.
"arwah siapa itu? apa keinginan nya? yang terkubur entah dimana, akan ada suatu bencana entah pada siapa?".kata pak Hanz menatap jendela yang terbuka lebar.
__ADS_1
semua orang diam menatap ke arah hutan terlarang, entah apa yang membuat mereka tertarik untuk menatap ke arah sana.
"apa kalian merasakan hal sama sepertiku?" tanya Rania.
mereka semua mengganggukan kepalanya.
"apa kita perlu masuk kesana?"
" tidak Rania, ini belum saatnya, tunggu sampai seseorang itu datang. kita hanya perlu persiapkan diri kita untuk bertahan dan melindungi yang lain, karena kesalahan seseorang berakibat ke orang orang yang tidak bersalah" kata syalfa masih menatap hutan terlarang itu.
" iya, kau benar".
"jam berapa sekarang?" tanya Rasya.
"jam 5 sore, bagaimana ini?" Rania kaget melihat jam di tangannya.
" lebih baik kita bermalam disini, besok pagi baru kita kembali, jika kita memaksakan diri untuk kembali sekarang, itu sangat beresiko" kata pak Hanz memberi pendapat.
" iya , itu benar. tapi sebelum itu kita pasang dinding pembatas pada villa ini, disini juga sangat berbahaya, apa lagi lokasinya dekat dengan hutan, banyak sekali makhluk beraura negatif di sekitar sini" kata syalfa.
" baiklah"
__ADS_1