Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Hutan bagian barat


__ADS_3

mario ,syalfa, andika masih sekuat tenaga menahan tambang agar bisa menahan beban lima orang di bawah sana.


mario mengawatkan tambang sampai tiga kali di tangannya agar tidak terlepas, begitu juga andika.


" Cahyo, bian, kalian berdua bantu mereka naik" teriak andika pada kedua lelaki yang membantu menahan tali tambang di belakangnya.


" baik om" jawab keduanya melepas pegangannya pada tali tambang dan berjalan ke depan, menunggu mereka sampai ke atas.


bian dan cahyo mengulurkan tangannya, membantu mereka satu persatu untuk naik ke atas.


deru nafas tersengal- sengal terdengar jelas, dari bibir ike, pak hanz,daren, lucky dan diki.


" kalian baik-baik saja?" tanya andika memberikan 1 botol air mineral kepada pak hanz yang langsung di terimanya.


" ya, kami baik" jawab pak hanz setelah meminum air pemberian andika , lalu memberikannya pada daren, dan seterusnya, bergiliran. mereka hanya meminum sedikit agar yang lain juga bisa minum.

__ADS_1


"apa kalian bisa berjalan? kita harus melanjutkan perjalanan kembali, ada sesuatu yang ingin aku beritahu pada kalian, termasuk syalfa" kata sosok karina.


" karina!? kau..!" kata pak hanz terkejut.


" iya, ini aku ..aku tidak akan pergi dengan tenang, jika nyawa suamiku dalam bahaya seperti sekarang, aku akan membantu kalian dan melindungi suamiku" kata karina tersenyum.


" terimakasih, kamu mau membantu kami" kata pak hanz.


" itu tidak perlu pak, ini juga tanggung jawabku, kalian juga sudah membantuku dan andika untuk memecahkan misteri tentang teror yang terjadi pada kami, jadi aku juga ingin membalas kebaikan kalian . sekarang kita sebaiknya segera pergi dari sini, walaupun sekarang menjelang pagi, tapi waktu kalian hanya tinggal 2 malam saja" kata karina.


semua orang mulai melangkah ke arah barat, melewati bebatuan yang ada di atas permukaan air, beruntung air sedang surut dan tidak terlalu deras, memudahkan mereka untuk menyebrang dengan hati- hati, karena masih terlalu pagi, bahkan matahari belum menampakan dirinya. hanya hawa dingin dan kabut tebal yang mengelilingi air terjun dan pepohonan di sekitarnya.


" lewat sini" kata karina memberi petunjuk pada mereka.


" hutan di bagian barat sepertinya lebih sunyi, tapi tidak terlihat menyeramkan, tidak seperti sebelumnya" seru lucky.

__ADS_1


" jangan tertipu dengan keadaan sekitar, sunyi belum tentu aman" kata pak hanz.


" sebaiknya kalian tidak banyak bicara dulu, ini kawasan berbahaya, kita harus berjalan lebih cepat agar sampai ke dalam gua . mereka sudah menunggu kalian semua". kata karina.


" mereka? memang masih ada berapa lagi disana teman kita yang selamat?" tanya mail.


" diamlah, nanti jika kita sudah sampai juga kalian akan tahu sendiri" kata gea.


setelah 2 jam berjalan melewati pepohonan rindang, kini mereka tepat berada di samping sungai , tapi anehnya, sungai itu hanya sedikit air mengalir, seperti sudah mulai mengering, bahkan tidak ada tumbuhan satupun yang subur , hanya ada pohon- pohon yang mulai mati dengan daun- daunya yang kering.


" apa ini sebuah sungai? bagaimana mungkin sungai ini seperti mulai mengering, padahal sebelumnya kita sempat melewati pohon- pohon yang rindang, dan sungai di hutan sebelah timur masih subur dengan mata air yang melimpah, dilihat dari sungai dan air terjunnya. tapi disini.." kata lucky heran.


" mungkin karena kita mulai mendekati tempat upacaranya, semua tumbuhan dan air mulai mengering dan mati. mungkin ini salah satu tandanya mereka sudah berhasil melakukan upacara pembukaan" kata pak hanz.


" jika itu benar, ini berkaitan dengan upacara itu. dan ini masih tahap awal, aku tidak bisa membayangkan tahap akhirnya akan seperti apa?" kata andika.

__ADS_1


" iya tentu akan sangat berbahaya, jika kalian tidak dapat menghadapi mereka dan membatalkan upacara inti, selain kita semua tidak selamat, orang di luar sana juga akan merasakan seperti yang kita rasakan saat ini. ini bukan hanya sekedar balas dendam seorang pemimpin kegelapan, tapi juga ada hal lain di dalamnya dan itu jauh lebih besar" kata sosok Riyan.


__ADS_2