
pak hanz dan daren berjalan mengelilingi hutan untuk mencari hewan , tumbuhan, atau buah yang tumbuh liar di dalam hutan untuk mereka makan.
di tengah- tengah perjalanan pak hanz dan daren mendengar sesuatu.
mereka perlahan mendekat dan bersembunyi di balik pohon besar, menatap pergerakan daun- daun disana, tapi tak lama terdengar suara percakapan seseorang.
"kita sudah 2 jam mencari makanan, hanya ini yang kita dapat" ucap ratih menunjukan 10 buah berbentuk bulat berwarna merah.
"tidak apa, setidaknya bisa sedikit mengurangi lapar" jawab mail.
" huuh, ayo kita cari lagi sebelum sore datang" ajak Didi.
ketiganya mulai melihat-lihat pohon dan semak-semak mencari sesuatu entah itu hewan ataupun buah liar.
pak hanz dan daren keluar dari balik pohon, membuat ketiganya terlonjat kaget.
" tenang, ini kami" ucap pak hanz.
"pak hanz, ka daren ? apa ini benar kalian?" tanya ratih girang.
__ADS_1
" iya, ini kami. kalian sedang mencari apa?" tanya daren.
" kami lapar ka, kami sedang mencari sesuatu yang bisa kita makan, tapi sudah 2 jam kami mencari hanya menemukan ini" tunjuk ratih memperlihatkan buah yang ada di tangannya.
" ayo kita cari di tempat lain, kami juga sedang mencari sesuatu untuk di makan" ajak pak hanz.
semuanya mengangguk mengiyakan ajakan pak hanz.
mereka berjalan dengan pak hanz di barisan paling depan, di belakang nya daren, ratih, mail dan didi , mereka berjalan menelusuri sungai.
" apa itu sebuah perahu?" tanya mail menunjuk perahu kayu di tepi sungai.
" ahh, iya. bagaimana bisa disini ada perahu? apa sebelumnya ada manusia masuk ke hutan ini juga?" tanya didi.
" aahz iya kamu benar, aku pernah menonton di film, sungai adalah petunjuk jalan keluar yang tepat, jika kita tersesat. setiap sungai pasti akan mengalir dan bertemu dengan laut" ucap daren.
" bagaimana pak hanz?" tanya daren lagi.
" tidak ada salahnya kita mencobanya, hanya saja aku masih sedikit ragu. jika kita memang tersesat di hutan biasa mungkin itu adalah usul yang baik, namun ini di hutan terlarang yang berhubungan dengan dunia gaib, semua tak luput dari siluman,arwah,jin,dan makhluk lainnya" ucap pak hanz.
__ADS_1
" tapi bagaimana kita bisa tahu, jika kita tidak mencobanya pak hanz, apa kita akan tetap terus disini. lihat, hutan ini sangat luas bahkan cahaya matahari tidak bisa menembus sepenuhnya kedalamnya karena terlalu lebat. bagaimana caranya kita hidup, bahkan makanan saja sangat sulit di dapat" ucap mail.
"baiklah, tapi aku harap kalian terus berhati-hati aku yakin, mereka tidak akan pernah membiarkan kita keluar dengan selamat" kata pak hanz , kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke perahu dan menaikinya. begitu juga yang lain ikut duduk di dalam perahu kayu.
" untung perahu ini cukup besar, sehingga bisa menampung kita semua" .kata mail.
" daren mulai mengayuh dayung di kedua sisi kanan dan kiri. begitu juga didi yang duduk di paling belakang.
mereka menaiki perahu dengan tenang, sesekali melihat ke arah hutan yang mereka lewati. pohon-pohon tumbuh subur , dengan daun yang lebat. jika ini hutan seperti pada umumnya, pasti akan banyak orang yang datang berburu disini. tidak di pungkiri hutan ini memang indah jika di lihat dari jarak cukup jauh, namun jika di jarak dekat seperti ini, seperti ada aura yang mencekam.
disaat mereka menikmati perjalanannya di atas perahu, tiba-tiba perahu tidak bisa bergerak seperti ada sesuatu yang menahannya.
" ada apa ini, kenapa perahunya tidak bisa bergerak?" kata didi mulai khawatir.
air sungai kini berubah menjadi warna merah darah, membuat mereka terkejut.
pak hanz memberanikan diri membungkukan wajahnya mendekat ke air untuk melihat ada apa di dalam sana.
tiba-tiba ada sebuah tangan muncul hendak menarik kepala pak hanz, dengan cepat pak hanz menjauhkan wajahnya dari air sungai.
__ADS_1
semua yang melihat tangan itu mulai ketakutan, ratih memegang lengan mail kuat." aku takut ka" ucapnya menyembunyikan wajahnya di balik lengan mail.
mail tidak mengatakan sepatah katapun, tangannya hanya menepuk nepuk tangan ratih yang berada di lengannya.