
mario menatap ke arah syalfa dan lagi- lagi di buat kaget dengan mata yang melebar mario berlari melesat, seperti mendapat kekuatan meringankan tubuh membantunya melayang mendekati syalfa.
mario langsung memeluk tubuh kekasihnya erat.
JLEB
sebuah pedang menusuk punggung mario yang melindungi tubuh syalfa, pedang itu berhasil menembus hingga ke jantungnya.
mario memuntahkan darah cukup banyak, bahkan darahnya sampai mengenai wajah syalfa.
mata syalfa melebar, jantungnya berdetak lebih cepat, tubuh kekasihnya melemas dan matanya tertutup.
"P I U " teriak syalfa keras , lalu tangannya menepuk- nepuk pipi kekasihnya. syalfa menangis histeris,
" hiks.. hiks , sayang bangun! jangan tinggalkan aku! kita baru bersama setelah sekian lama, tolong ku mohon buka matamu!" teriak syalfa dengan tangis yang memilukan.
iblis itu mencengkram tubuh mario, lalu melemparkan tubuh mario ke sebuah api pembangkitan.
" TIDAAAK" teriak syalfa lantang.
iblis itu tertawa dengan keras, menatap syalfa tajam" sekarang MATI lah kau!" pedang itu mengarah ke kepala syalfa.
mata syalfa kini berubah menjadi keemasan, rambutnya pun berubah warna yang sama seperti kedua bola mata nya.
kalung itu muncul dan melingkar ke leher syalfa , kali ini syalfa tidak terkendali, perasaan sedih, kecewa, marah menjadi satu melihat kekasihnya mati dengan mengorbankan diri untuk menyelamatkan nyawanya membuat kesedihan itu semakin dalam ,rasa dendam dan amarah yang begitu besar kini menyelimuti syalfa.
syalfa mengambil pedang jiwa menyerang dengan membabi buta, tubuhnya bercahaya . membuat iblis itu terkejut dengan perubahanya.
__ADS_1
pertarungan yang cukup alot, namun kemudian syalfa berhasil mengalahkan iblis itu.
hingga syalfa memenggal kepala itu dengan sangat sadis, hanya sekali tebasan saja, kepala itu menggelinding terpisah dari tubuhnya, syalfa menendangnya ke api pembangkitan, tangannya mencengkram tubuh tanpa kepala dan sebelah tangan itu, menyeretnya dan melemparkannya ke dalam api pembangkitan.
terdengar suara ledakan dahsyat dari dalam api, lalu muncul permata biru yang sudah terpecah menjadi 7 bagian, permata biru itu melayang dan berputar putar di udara. lalu, pecahan permata biru terpencar entah kemana, salah satunya masuk menyatu ke dalam tubuh syalfa. syalfa memegang dadanya yang teramat sakit lalu jatuh tak sadarkan diri.
pak hanz, andika, daren dan diki berlari cepat ke arah syalfa membantu menyadarkannya.
begitu juga lucky, ike, mail dan bian berlari ke arah rania yang juga tak sadarkan diri.
Di tempat lain.
tepatnya di depan sebuah bangunan megah itu rasya , paman fikhar dan pak rajas beserta rombongannya dan kepala kepolisian, anak buahnya serta para medis juga beberapa wartawan telah menunggu.
"ini sudah hari ke 40, tapi kenapa dinding gaib itu belum musnah, apa mereka tidak berhasil?" tanya rasya khawatir.
tak selang lamar terdengar suara ledakan yang cukup keras.
ternyata bangunan kampus itu tiba- tiba terbakar dan api melalap nya dengan cepat, dinding pintu gaib pun juga menghilang.
semua orang berlarian mendekat masuk ke dalam gerbang yang ikut terbakar.
wartawan segera membuka kameranya merekam semua yang terjadi di luar nalar mereka itu.
sedangkan pak rajas, paman fikhar dan rasya tidak memperdulikan itu semua. mereka berlari ke arah hutan, yang di depannya sangat banyak mayat disana, tentu saja dengan kondisi yang sangat tragis.
mereka menunggu hingga berjam- jam. bahkan sore berganti malam, dan malam berganti siang. mereka masih setia menunggu.
__ADS_1
mereka menatap nanar ke sebuah arah, bangunan yang tadinya berdiri megah kini sudah berubah menjadi abu dengan puing- puing yang gosong akibat terlalap api.
selang tak berapa lama suara langkah kaki terdengar berjalan mendekat ke arah mereka.
rasya, pak rajas dan yang lain bisa melihat andika yang menggendong tubuh syalfa yang tak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah.
rasya berlari mendekat" biarkan aku yang menggendongnya" .
andika langsung memindahkan tubuh syalfa kedalam dekapan rasya " jagalah dia, bawa segera ke rumah sakit" .
rasya segera berjalan dengan cepat menggendong wanita yang di cintainya menuju ke mobil ambulance di ikuti pak hanz dan andika.
lalu pandangan pak rajas dan paman fikhar beralih menatap lucky yang menggendong rania yang tak sadarkan diri dengan luka- luka di seluruh tubuhnya.
pak rajas segera mencegah para wartawan yang akan mengambil gambar mereka.
" tolong, jangan rekam dan ambil gambar mereka, jaga prefesi mereka, hargai perjuangan mereka, jika berita ini tersebar , mereka malah terancam bahaya" kata pak rajas.
para wartawan diam namun memilih mematikan kamera mereka.
para medis bergerak cepat membawa mereka yang terluka masuk ke dalam beberapa mobil ambulance yang sudah terparkir.
" kita urus mayat- mayat ini segera" kata kepala polisi pada anak buahnya.
sedangkan anggota polisi yang lain memasang garis police pada lokasi itu. agar tidak ada yang datang ke tempat mengerikan itu lagi.
setelah memastikan tugas telah selesai mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat mengerikan itu.
__ADS_1
## END. ##