Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Hantu di kantin


__ADS_3

traaak


traaak


giano diam , masih menatap ke arah lucky, begitu pula lucky masih diam menatap giano. tapi tetap fokus pada pendengarannya.


treeeaaaaak


sebuah lemari yang berada di sebelah giano terbuka, kemudian muncul sebuah kepala wanita menghadap ke arahnya mata yang melotot dengan rambut sebahu menjuntai hingga ke piring yang berada di bawahnya dengan darah kehitaman di sana.


Cekreeeaat


kemudian laci sebelah lucky juga terbuka lalu muncul jari- jari tangan yang bergerak gerak ingin keluar dari dalam laci, bukan hanya 1,2, 3 atau bahkan 5. tapi ini sangat banyak membuat lucky merinding melihatnya.


"Giano, gii..ada jari gi. jari ! '' ucapnya masih menatap jari- jari itu yang berada di dalam laci yang terbuka.


" bukan jari luck. tapi kepala duh mana matanya menatap kesini lagi" ucap giano.


" kepala apa'an! udah jelas di dalam sana jari semua " kata lucky yang masih menatap ke laci.


" mata kamu rabun ya, udah jelas itu kepala!" kata giano menarik telinga lucky agar menghadap ke arahnya. begitu juga lucky menjambak rambut giano agar melihat ke arah nya juga.


kini tatapan mereka berbalik dengan lucky tertegun melihat kepala di atas piring di dalam lemari sedang melotot ke arahnya, begitupun giano yang menatap jari- jari tangan begitu banyak, sedang berusaha keluar dari dalam sana.


" luck, itu jari luck.." kata giano sambil menarik baju lucky.


" itu di situ juga ada kepala" kata lucky mendekatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan giano.

__ADS_1


Trak


Trak


suara itu kembali terdengar membuat lucky dan giano kembali menoleh, ada tubuh berdiri di sebelah lemari. namun tanpa kepala dan jari- jari tangannya juga tidak ada. sedangkan di depannya, ada sebuah pisau besar sedang memotong- motong daging merah.


GLEK


giano dan lucky menelan salivanya bersamaan." kita harus segera pergi dari sini" bisik giano dengan masih menatap ke arah sosok yang berdiri disana.


tanpa aba- aba lucky sudah berlari terbirit- birit dengan membawa teremos meninggalkan giano disana.


" sial, aku di tinggal" ucap giano yang ikut berlari menyaut tasnya yang berisi makanan kemasan.


lucky berlari dengan kencang hingga sampai di depan pintu aula, disusul giano do belakang ikut masuk.


pintu di tutup dengan kencang , keduanya bersender di balik pintu dengan nafas terengah- engah.


" gila kamu ya, ninggalin aku gitu aja" kata giano dengan mengatur nafasnya.


" sorry, aku ngeri liat itu pisau sadis banget cincang dagingnya, jadi ke bayang kalau hantu itu ngelempar pisau ke arah kita, makanya aku cepet- kabur" jawab lucky.


"heh, kalian kenapa sih? bikin orang kaget aja. ga bisa apa tutup pintunya ga usah kasar kaya tadi" keluh riana menatap keduanya.


"kagak bisa ran, buru- buru tadi .gawat soalnya!"


" gawat? maksud kalian?" tanya rania bingung.

__ADS_1


" ada hantu!" kata keduanya kompak.


" hantu?"


" Kepala di dalam lemari"


" jari- jari di dalam laci"


" tubuh tanpa kepala dan jari"


"pisau gerak sendiri motong daging merah"


giano dan lucky berbicara menyebutkan apa yang mereka liat secara bergantian.


" kalian bisa melihatnya? kenapa bisa begitu?" tanya rania.


" kamu lupa, syalfa udah buka mata batin kita berdua. karena bentar lagi akan ikut ke hutan terlarang?".


" oh iya, aku lupa" kata rania, " baru gitu aja kalian udah ketakutan gitu, apa lagi liat yang lain nanti" sloroh rania.


" tapi itu emang serem ran" ucap lucky.


" biasakan, bisa saja di kemudian hari akan ada pemandangan lebih dari itu, bahkan syalfa aja udah biasa liat lebih dari apa yang kalian lihat. tapi dia kuat , ga seperti kalian saat ini".


" itu karena dia sudah terbiasa sejak kecil, lah kita kan baru liat, iya tentu saja kaget ran". kata lucky.


" oke , alesan masuk akal. lebih baik kalian istirahat dulu, sebelum ikut yang lain berangkat ke hutan terlarang."

__ADS_1


" okay" jawab keduanya kompak.


__ADS_2