Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Bola penunjuk Arah


__ADS_3

syalfa , rania, mario ,rasya dan giano mereka berjalan di kordinator kampus.waktu menunjukan pukul 9 pagi, itu tandanya mereka sudah berjalan selama 1 jam lamanya.


"kita mau berjalan kemana lagi? sepertinya kita dari tadi hanya berjalan di daerah ini saja" ucap giano.


" iya, aku juga merasa begitu, kakiku sudah pegal" keluh rania.


" tapi kita tidak mungkin berdiam diri disini, kita akan membuang buang waktu saja" kata rasya.


" tapi sedari tadi kita sudah mencoba jalan manapun, tapi hasilnya tetap sama, kita mau coba kemana lagi" kata rania menyenderkan tubuhnya ke dinding sebelah jendela.


mereka semua diam , mencoba memikirkan jalan keluar.


" sepertinya ada yang sedang ingin bermain main dengan kita, atau mereka sudah tau rencana kita? sehingga membuat kita seperti di sebuah labirin, hanya berputar putar di tempat yang sama". kata mario menduga.


"iya, itu bisa jadi, lalu bagaimana kita bisa menemukan tempat itu dengan cepat? " tanya rasya.


" apa salah satu dari kalian ada yang bisa membaca mantra, untuk menghilangkan ilustrasi yang di buat makhluk halus?" tanya rania.


" kami manusia biasa rania, bukan penyihir, tentu saja kami tidak bisa membaca mantra" seru giano.

__ADS_1


" huuh, iya benar, itu hanya ada di cerita dongeng" seru rania lesu.


"syalfa, kenapa kamu sejak tadi hanya diam saja?" kata rania menepuk pundak syalfa, membuat si empunya terlonjat kaget.


" iiist kau ini kebiasaan, kaget aku" syalfa mengusap ngusap dadanya yang berdebar karena terkejut.


" iya lagian kamu, yang lain lagi serius bahas cara agar kita bisa keluar dari sini dan dengan cepat menemukan tempat itu, kamu malah melamun".


" hemm, maaf aku juga sedang mencari caranya".


" lalu? apa kamu sudah tau bagaimana caranya?" tanya rania.


" hemm, tapi aku belum terlalu yakin". jawab syalfa.


syalfa mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu mengeluarkannya dan di perlihatkannya di hadapan teman temannya.


" kamu kenapa malah kasih bola kecil syalfa? memangnya kita mau main" kata giano heran.


" lihat".

__ADS_1


syalfa membaca sesuatu, hingga bola itu yang tadinya berwarna putih, kini menjadi warna kuning menyala.


" waaah, kau hebat syalfa, kamu belajar sihir dari mana" tanya giano melihat bola itu berubah warna dan menyala.


" bukan waktunya untuk sesi tanya jawab, lebih baik kita ikuti bola ini" kata syalfa menaruh bola itu di lantai.


" bawa aku ke penjara, tempat para makhluk di tahan" ucap syalfa menatap bola kuning yang bersinar.


bola itu bergerak menggelinding ke arah sebuah lorong di ujung kanan.


ke empat orang disana melongo melihat bola itu bergerak, seperti tahu apa yang di perintahkan pada nya.


mereka benar- benar takjub dengan kelebihan syalfa, bahkan rania sahabatnya saja baru tahu tentang kelebihan syalfa yang satu ini.


" hey, ayo cepat! kenapa kalian semua diam disitu" teriak syalfa menatap ke empatnya.


mereka menyusul syalfa dan berjalan di belakang syalfa yang sedang memperhatikan gerakan bola itu di depannya.


hingga bola itu berbelok ke sebuah tangga yang menuju ke bawah, mereka semua saling pandang, namun kemudian mereka berjalan menuruni anak tangga dengan hati hati.

__ADS_1


" sepertinya, waktu itu kita tidak lewat sini " kata rania yang berjalan di belakang syalfa, mereka kini berjalan berbaris. syalfa di depan, rania barisan kedua, kemudian mario di barisan ke tiga, giano di barisan ke empat, dan terakhir rasya.


" iya, memang bukan ini jalannya rania, ini seperti jalan bawah tanah" kata syalfa masih fokus pada bola di depannya.


__ADS_2