
moly dan ike masih berjalan mengikuti sosok gea yang akan membawa mereka entah kemana.
" emm..gea, berapa lama lagi kita harus berjalan? hari sudah mulai gelap?" tanya ike.
" iya, kakiku juga sudah sangat pegal, rasanya aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan" ucap moly.
"sebenarnya kawasan ini belum cukup aman untuk kalian, tapi aku mengerti. kalian pasti sangat lelah, kalau begitu kalian naiklah ke atas pohon itu. malam ini kalian bisa tidur di sana" tunjuk gea pada sebuah pohon besar yang memiliki banyak cabang dan daunnya yang lebat.
" kenapa kita harus tidur di atas pohon?" tanya ike.
" naiklah dulu, sebelum ada yang datang. nanti aku jelaskan".
" hemm, baiklah. kamu duluan saja moly, aku akan membantumu dari bawah" kata ike yang di angguki oleh moly.
" moly mulai memanjat pohon dengan perlahan, di bantu ike yang mendorongnya dari bawah, ike perlahan juga mulai memanjat menyusul moly. hingga keduanya sampai di cabang pohon".
sosok gea melayang menyusul keduanya dan duduk berdampingan.
" sekarang ikat perut kalian dengan cabang pohon yang berada di belakang tubuh kalian dengan tumbuhan rambat ini, agar kalian tidak jatuh saat tidur nanti". perintah gea yang langsung di ikuti keduanya .
" aku sudah selesai" ucap moly.
__ADS_1
" iya, aku juga" ucap ike.
" gea, sekarang jelaskan pada kami, kenapa kami harus tidur atas pohon?". tanya ike.
" jika kalian tidur di bawah sana , itu akan lebih berbahaya, banyak siluman yang melintas di kawasan ini, lebih aman jika kalian berada di atas, setidaknya mereka tidak melihat kalian, tapi ini juga belum bisa dikatakan kalian aman. karena bau badan manusia kalian bisa menarik mereka datang kesini, maka dari itu. lumuri tubuh kalian dengan lumut pohon ini, lihat di samping kalian, lumuri dengan itu" ucap gea.
" baiklah " ucap ike dan moly kompak, mereka langsung mengambil lumut pohon yang berada di samping mereka dan meremas- remasnya terlebih dulu, lalu mengoleskan nya pada wajah, leher, kedua tangan ,perut dan kedua kaki mereka.
"kalian tidurlah, jangan menyalakan apapun, jangan bersuara dan tunggu besok pagi aku akan kembali".
"kamu mau kemana? kenapa tidak bersama kami disini?" tanya moly menatap gea tak rela.
" sudahlah, jangan seperti anak kecil. bukan hanya kita yang ingin bertahan hidup, ada teman- teman kita juga di luaran sana yang membutuhkan bantuan, apa lagi ini di dalam hutan yang tak biasa" ucap ike memberi pengertian.
" iya kamu benar, semoga mereka bisa selamat" ucap moly.
" tentu, sekarang kita tidur. aku sangat lelah dan mengantuk".
" iya aku juga, selamat malam" moly .
" malam" ucap ike, keduanya menyandarkan tubuhnya pada batang pohon di belakang tubuh mereka , tak butuh waktu lama keduanya pun terlelap.
__ADS_1
***
syalfa dan mario sedang mengikat perut mereka dengan batang pohon. ya? mereka kini berada di atas pohon, sebelumnya tubuh nya sudah di lumuri dengan lumpur untuk menghilangkan bau manusia pada tubuh mereka.
rania, giano dan lucky pun melakukan hal sama, mereka berada tidak jauh dari pohon yang di tepati syalfa dan mario, kenapa kali ini syalfa dan rania tidak bersama dalam satu pohon saja? bukankah mereka perempuan, tapi kenapa malah memilih dengan lelaki di sebelahnya? alesannya adalah mario yang sangat overprotektif terhadap syalfa, mario yang tadinya sering diam dan dingin, kini berubah jadi lebih cerewet dan posesif. mereka lebih milih mengalah, dari pada ribut nantinya. jadi seperti inilah jadinya.
lucky menatap ke sekeliling, tatapannya tertuju pada sebuah cahaya tidak jauh dari mereka.
" kalian, lihat arah sana" kata lucky menunjuk ke sebuah cahaya di sekitar pohon.
" apa mereka menyalakan api unggun" kata giano.
" sepertinya iya, aah..bodoh!" ucap lucky.
" apa perlu kita kesana untuk memperingati?" tanya rania.
tak lama terdengar suara jeritan kesakitan dan minta tolong dengan geraman suara siluman dari arah api unggun.
" terlambat!!" ucap lucky menatap nanar cahaya api unggun yang lama- lama meredup dan mati begitu juga suara rintihan yang perlahan menghilang.
" kita kehilangan teman kita lagi" ucap giano menghela nafasnya panjang.
__ADS_1