
" bagaimana sekarang?" tanya giano menatap keempat temannya.
" yang jelas kita harus pergi dari sini, kita tidak mungkin terus berada di atas pohon seperti ini, aku jg sangat haus dan lapar" ucap rania
" aku juga sama sepertimu, haus juga lapar" ucap lucky.
" ayo kita turun, kita cari sungai" ucap mario membantu melepaskan ikatan pada perut syalfa.
kelimanya turun dari pohon, mereka mengambil alat-alat mereka yang berada di dalam tas, seperti panah, pistol ,ketapel ,pisau , bom dsb. sebelum bangunan runtuh, semua orang memang sudah mengamankan alat-alat itu. tentu saja sangat gampang membawanya, karena semua senjata memang sejak awal berada di dalam sebuah tas, yang hanya di keluarkan hanya pisau ,ketapel dan 1 buah bom kecil yang sempat syalfa dan lucky gunakan sebelumnya.
mereka berjalan melewati pohon-pohon hutan dengan langkah yang hati-hati.
hingga 1 jam mereka mendengar suara air mengalir tidak jauh dari tepat mereka berada sekarang.
" itu seperti suara air , apa itu sungai? apa air terjun?" tanya lucky.
" ayo, kita bergegas. aku rasanya ingin mencuci mukaku dan minum air" kata rania menarik tangan giano antusias.
__ADS_1
mario, syalfa dan lucky mengikuti langkah rania yang menggandeng tangan giano. suara air mengalir semakin terdengar jelas , setelah melewati semak- semak yang cukup lebat, akhirnya mereka menemukan sungai yang cukup besar.
rania dengan antusias langsung mencelupkan kedua tangannya dan meraup air, saat akan meminum air di tangannya.." Tunggu!" giano mencegah rania meminum air itu, lalu membuang air yang ada di tangan rania.
"kenapa" tanya rania heran sekaligus kesal menatap giano .
" lihat itu, apa itu mayat?" tanya giano menunjuk potongan tubuh manusia yang tersangkut di sebuah batu agak jauh dari mereka, namun masih terlihat walaupun tidak terlalu jelas.
tak berapa lama air di depan rania berubah menjadi merah, ada aliran darah disusul potongan tangan yang mengalir di depannya. membuat rania kaget dan berjalan mundur. semuanya menatap potongan tangan itu yang hanyut terbawa arus, kemudian muncul potongan kaki, kepala, Baju yang sudah tak berbentuk lagi.
membuat mereka merasa mual," sepertinya mayat itu dari arah sana, apa ada sesuatu di sana?" tanya rania.
" iya , bisa saja ritual upacara yang mereka maksud ada disana, kita harus segera kesana juga. jika ingin semuanya cepat selesai" ucap syalfa.
" tapi itu sangat berbahaya, kita belum tahu bagaimana menghentikannya sekaligus mengalahkan mereka, kita bahkan tidak sekuat mereka, kita hanya berlima sekarang" ucap lucky.
" lebih baik kita menuju kesana, walaupun berbahaya, tapi hanya itu jalan keluarnya. walaupun kita menjauh nantinya, bukankah itu sama saja dalam bahaya? yang ada kita hanya mengulur waktu saja. tanpa jelas kepastiannya, kita hanya akan berurusan dengan makhluk-makhluk lain nanti selamanya, tanpa bisa keluar dari sini" ucap syalfa.
__ADS_1
" iya , baiklah . ayo kita kesana" ucap mario.
" tapi aku sangat haus sekarang, bagaimana?" tanya rania.
" lihat di batu sebelah sana, ada lumut yang tumbuh" ucap syalfa mendekat, lalu mengambil lumut itu.
" rania sini" panggil syalfa melambaikan tangannya.
rania mendekat, " buka mulutmu" ucap syalfa yang langsung di turuti oleh rania.
syalfa menaruh lumut itu di sebuah kain tipis berwarna putih, lalu memerasnya di atas bibir rania yang terbuka.
" bagaimana?".
" tidak buruk"
" apa kalian ingin minum juga?" tanya syalfa pada ketiga pria yang hanya menatap mereka.
__ADS_1
" tidak, aku tidak terlalu haus. aku bisa menahannya untuk kalian saja" ucap lucky yang di angguki giano dan mario.
setelah syalfa dan rania meminum air dari perasan tumbuhan lumut mereka mulai berjalan mengikuti arah datangnya mayat tadi.