Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Pergilah


__ADS_3

" sebenarnya, apa yang kalian maksud dengan mereka? " tanya syalfa.


" pergilah, sebelum semua terlambat, berjuanglah hadapi mereka dan tolong bebaskan kami dari sini, kami sangat menderita" ucap sosok paruh baya itu.


" kalian bisa ikut denganku, aku akan membawa kalian ke tempat yang aman sekarang juga!"


kata syalfa tegas.


" ini bukanlah waktu yang tepat, jika kau membawa kami, bukan hanya kami yang akan menerima kemarahannya, tapi semua orang, bahkan yang di luar sana, akan ada waktu yang tepat nanti, ini hanya tinggal menunggu hari" .


"baiklah , aku tahu maksudmu" ucap syalfa.


" kau memang gadis yang cerdik dan kuat, pantas saja kau di beri banyak anugrah" kata sosok tua itu.


" maksudmu? apa kau juga tahu tentangku?".


"tentu, karena kamu sangat berbeda, tapi lawanmu kali ini jauh lebih kuat dari makhluk yang sebelumnya kau hadapi dan jangan kaget jika nanti kamu harus menghadapi sesuatu yang tadinya kamu lindungi, malah berbalik menyerangmu, bukan mau mereka untuk melukaimu, tapi karena keterpaksaan."


" apa maksudmu, aku benar benar tidak mengerti". kata syalfa bingung.


" ini memang rumit, tapi suatu saat kamu akan mengerti, lebih baik kau dan temanmu segera pergi dari sini".


" Pergilah!!" bentak sosok pria tua, karena melihat syalfa yang ragu.

__ADS_1


syalfa menatap mereka semua, termasuk sosok perempuan yang memberikan batu merah padanya, sosok wanita itu mengangguk dan tersenyum.


" maaf " ucap syalfa meninggalkan semuanya di ikuti rania yang juga menatap mereka sendu.


saat syalfa dan rania kembali, tiba tiba semua dinding dan lantai bergetar, membuat mereka berlari pergi meninggalkan lorong itu.


" cepat!! cepat! teriak mario menarik lengan syalfa.


banyak pasir pasir berguguran dari atas mereka.membuat semuanya panik.


"aaahk, tolong kakiku" teriak rania.


giano dan rasya menoleh, saat mendengar teriakan rania, di lihatnya sebuah matung besar menimpa kakinya.


BUAKH


patung itu terlempar tidak jauh dari rania terduduk.


"bagaimana? apa kau masih bisa berjalan?" tanya giano khawatir.


rania mencoba beranjak, namun kemudian dia terduduk kembali.


rania menggelengkan kepalanya, kakinya benar benar sakit.

__ADS_1


" tidak apa, cepat naik ke punggungku" perintah giano membungkukkan tubuhnya di depan rania.


rania bergegas naik ke punggung giano yang di bantu rasya di belakangnya. mereka berlari menaiki tangga, sesekali kaki giano terpeleset karena keadaan tangga yang basah.


" kita lewat mana, pintu sebelumnya sudah tertutup reruntuhan" tanya giano panik.


syalfa kembali mengeluarkan bola petunjuk, dan mengikutinya." lorong apa ini?" tanya syalfa bingung. pasalnya lorong itu sangat sempit, dan itu hanya muat untuk 1 orang.


"cepat syalfa jangan banyak berfikir! cepat masuk saja" perintah giano.


"aaah, iya baiklah" syalfa masuk dengan merangkak mengikuti bola petujuk, di ikuti yang lain di belakangnya".


" rania, kau jangan khawatir, aku akan masuk terlebih dulu, lalu aku akan menarikmu" kata giano.


rania mengangguk mengerti, " rasya kau bantu dorong rania dari belakang" perintah giano yang di angguki juga oleh rasya.


" Aaassstt, ini sakit" pekik rania, saat di dorong oleh rasya dari belakang .


" maaf, apa kau masih kuat rania?" tanya rasya.


" iya" jawab rania dengan meringis menahan sakit di kakinya.


" cepatlah, tempat ini sepertinya akan runtuh" teriak mario.

__ADS_1


syalfa sudah keluar, diikuti mario dan giano dari belakang dengan masih menarik tubuh rania.


__ADS_2