Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Sosok


__ADS_3

setibanya mereka di dalam goa, pandangannya menatap ke sekeliling goa yang nampak tak pernah terjamah oleh manusia, iya benar saja. hutan ini memang sangatlah berbahaya, tidak ada yang akan berani untuk melangkahkan kaki mereka ke dalam hutan ini.


tetesan air terus menerus menetes membasahi lantai yang mereka pijak, suasana yang gelap hanya mengandalkan cahaya dari luar goa membuat mereka sedikit bisa melihat sesuatu di dalam goa. di tengahnya terdapat sebuah batu yang cukup besar dan di bawah sana, seperti sebuah sungai kecil yang mengalir ke dalam goa.


" mereka yang kalian tunggu sudah datang" kata karina menatap sekeliling goa, lebih tepatnya dinding- dinding basah itu.


semua orang menatap karina bingung, pasalnya tidak ada siapa pun di sana selain mereka yang datang.


mereka pikir, ada beberapa teman yang masih selamat dan menunggu mereka di dalam goa. tapi tak selang lama, tiba-tiba muncul sosok entah arwah ataupun apa, tapi sosok itu keluar dari balik dinding yang basah itu.


satu persatu muncul menampakan diri, bahkan ike yang berdiri di pojok sampai meloncat kaget, karena munculnya sosok laki- laki tepat di hadapannya dengan kaki di atas dan kepalanya di bawah menghadap ke wajahnya, bahkan jarak keduanya hanya beberapa centi saja.


" aaakh, ada setan!!" teriaknya bersembunyi di balik tubuh mail yang memang berdiri tidak jauh darinya.


" heeh, setan ! setan !! siapa yang kamu panggil setan haah?! tidak lihat, aku itu sangat tampan. mana ada setan setampan aku" ucap sosok itu dengan narsisnya lalu membalikan tubuhnya .


ike yang mendengar kenarsisan yang di panggil setan itu hanya berdecih, lalu keluar dari balik punggung mail.


" setan ko narsis, mana ada wajah putih seperti memakai bedak 1 ember gitu di bilang ganteng" ejek ike santai.


" apa kamu bilang? apa kamu tidak pernah liat orang ganteng seperti artis, wajah putih sepertiku ini banyak di idolakan oleh kaum wanita" ucapnya sambil melipatkan tangannya di dada.


" jika ada wanita yang bilang kamu itu tampan, dia itu mengalami katarak akut, perlu tuh di bawa ke dokter mata, karena sudah pasti sakit matanya amat parah" kata ike ketus.


" beraninya kau ya!!" kata sosok itu geram mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ike.

__ADS_1


" heh, sudah.. sudah..baru saja ketemu, tapi kalian sudah berantem seperti itu" kata gea menggelengkan kepalanya.


ike diam dengan tangan yang terlipat di depan dadanya, begitu juga dengan sosok itu melakukan hal yang sama.


"Reza, kemari" panggil sosok kakek tua dengan jenggot yang berwarna putih itu memanggil sosok yang baru saja bertengkar dengan ike.


sosok yang di panggil reza melayang mendekati kakek tua itu, lalu berdiri di sebelahnya.


kini di depan mereka telah berdiri banyak sekali sosok- sosok asing yang belum pernah mereka lihat, tapi tubuh mereka seperti pada manusia pada umumnya tanpa luka yang menyeramkan. hanya saja wajah mereka yang pucat dan kaki yang melayang.


"perkenalkan aku kakek wicaksono, di sebelah kananku ini Aditya di sebelahnya lagi yara, david ,tika dan yang tadi adalah reza . semua yang kalian lihat adalah korban dari kejahatan pemimpin ilmu hitam yang sedang kalian hadapi. kami datang ingin menawarkan sebuah bantuan pada kalian untuk melawan mereka. bagaimana apa kalian setuju?" tanya kakek wicak menatap semuanya.


"kenapa kalian menawarkan bantuan kepada kami? apa yang sebenarnya kalian inginkan terhadap kami?" tanya mario menatap kakek wicak serius.


" masuk akal" jawab mario menganggukan kepalanya menatap syalfa.


" apa yang mereka lakukan sehingga membuat kalian seperti saat ini? kenapa tubuh kalian utuh tidak seperti mereka yang mati dengan cara mengenaskan?" tanya syalfa.


" kami istimewa" jawab kakek tua itu menatap syalfa lekat." tapi kamu lebih istimewa dari kami" katanya lagi.


" aku tidak mengerti, maksudmu? apa kalian memiliki ilmu dalam atau sejenisnya ?" tanya syalfa lagi.


" iya, bisa dikatakan seperti itu, bagaimana apa kalian setuju dengan bantuan kami? karena waktu kita hanya 1 malam " kata kakek tua itu dengan wajah khawatir.


syalfa menatap semua teman- temannya yang di balas anggukan kepala. setelah itu syalfa kembali menatap kakek tua itu" baik kami terima bantuan kalian" katanya.

__ADS_1


" kita akan membuat rencana untuk besok " kata kakek itu menatap semuanya serius lalu mereka semua mendekat dan mulai duduk di lantai goa itu.


" namamu syalfa bukan? kamu keluarkan batu berwarna merah pemberian sosok wanita yang kamu temui di penjara itu" kata kakek tua menatap syalfa.


" bagaimana kau bisa tahu tentang cincin itu?" tanya syalfa bingung.


" aku tahu semuanya, lebih baik kamu keluarkan sekarang" katanya tegas.


syalfa mengeluarkan cincin dengan batu berwarna merah.


" kamu teteskan sedikit darahmu ke atas batu merah itu , lalu panggilah sosok itu agar datang menemuimu" perintahnya lagi.


syalfa langsung menuruti, menggigit jarinya lalu meneteskan sedikit darah di atas batu cincin itu, " datanglah" ucapnya menatap lekat batu merah yang mulai bercahaya.


hingga datang sosok yang syalfa lihat di tahanan dulu sudah berada di hadapannya.


" kamu membutuhkan bantuanku?" tanya sosok wanita itu pada syalfa.


" aku memanggilmu atas perintah kakek itu" kata syalfa menatap kakek yang duduk tak jauh darinya.


sosok itu menoleh," oh , salam kakek wicak" kata sosok wanita itu yang ternyata mengenal kakek wicak.


"sukma, kami membutuhkan bantuanmu, tolong kamu panggil juga yang lain kesini" perintah kakek wicak .


" baik ki" jawab sukma memejamkan matanya lalu membaca sesuatu hingga tak lama muncul banyak sosok di dekat sosok yang di panggil sukma.

__ADS_1


__ADS_2