Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Apa warna sabukmu?


__ADS_3

setelah puas menatap kepergian kekasihnya, Mario menatap semua orang yang ada di aula utama.


" segera lakukan apa yang tadi syalfa katakan. bagi yang mempunyai bakat beladiri tetaplah di ruangan ini, aku akan memilih 3 orang yang terbaik untuk membantuku mengajari kalian semua, karena ruangan ini tidak akan cukup, jadi kita berlatih menjadi 2 bagian yang akan berlatih juga di ruangan sebelah, tentu akan di dampingi seseorang nanti". untuk yang belum tau ilmu bela diri sama sekali, besok akan aku beri arahan dan akan di dampingi juga oleh seseorang yang sudah terpilih nanti, jadi kita berlatih bergiliran".


"baiklah, kalau begitu kita pergi dulu " kata Melani menatap Mario dan pak Robert yang di balas anggukan oleh keduanya.


"Giano, apa ada kabar dari pihak luar?" tanya Mario.


"belum ada, aku kesulitan jaringan disini, terakhir aku hanya mendapatkan jawaban dari kepolisian setempat, kalau mereka akan siap membantu saat kita menghubungi mereka nanti".


"tapi aneh sekali, kenapa sulit untuk mendapat jaringan di sini, bukankah sebelumnya komunikasi kita baik baik saja dengan orang luar, Bahkan saat kita menghubungi orang tua kita dan yang lain?" seru lucky.


" ada kemungkinan orang yang di tunggu akan segera datang, jadi mempersulit kita berkomunikasi dengan orang luar, aku punya firasat sesuatu yang mengerikan akan terjadi." kata. Mario dingin.


" lalu kita harus bagaimana sekarang? kita manusia biasa , bahkan sebagian dari kita tidak memiliki kemapuan apapun untuk bertahan, di tambah lagi syalfa dan yang lain telah pergi" kata lucky.

__ADS_1


" kita laki laki, harusnya kita lah yang harus lebih kuat, walaupun kita manusia biasa setidaknya kita jangan lemah, kita punya tenaga dan otak untuk berfikir, luangkan waktu yang ada untuk belajar strategi dan bertarung, disini siapa yang kuat dan cerdik itu yang akan bertahan" kata Mario memberi semangat.


"iya kau benar, kita harus memperkuat diri dan berani" seru Giano bersemangat.


" bagus, kalian harus terus begini dan beri motivasi juga untuk yang lain" kata pak Robert.


" semuanya apa sudah berkumpul? tanya Mario pada lucky.


"sepertinya sudah" jawab lucky setelah menerima kertas nama dari salah satu mahasiswa.


" yang sudah terpilih 3 orang maju ke depan!" seru Mario tegas.


Mario menatap wajah mereka satu per satu.


" perkenalkan diri kalian dan apa warna sabukmu, jika ada keahlian lain bisa juga di sampaikan"

__ADS_1


" ridho sabuk hitam stip 2 saya bisa menembak"


" Angga sabuk hitam strip 3 saya bisa memanah"


"Agil sabuk hitam strip 4 saya bisa menembak"


" bagus, kalau begitu kalian akan membantuku mengajari mereka semua, selama sisa waktu ini, ridho kau akan mengajari yang belum bisa bela diri sama sekali, beri arahan dan latihan dasar.


"Angga kamu ajari mereka yang berada di ruangan sebelah dan kau Agil tanggung jawabmu di aula utama"


"baik, kami siap" seru mereka kompak".


Angga,agil dan ridho pergi melakukan tugas mereka masing-masing.


" kalau semua kamu serahin ke mereka, lalu kamu ngapain bro" seru Giano.

__ADS_1


"aku akan mengawasi mereka semua dan juga membantumu dan yang lain jika mereka butuh bantuan" jawab Mario.


Giano ,pak robet dan lucky hanya menganggukan kepalanya mengerti.


__ADS_2