
Oke ..oke..! Sebagian mahasiswa baru juga dosen akan pindah ke sebelah ruangan dan akan di dampingi senior lucky, Dinda, Bella dan juga Rasya. Dan di ruangan aula ini sebagai ruangan utama, untuk sementara kita bagi jadi dua ruangan saja untuk mengurangi resiko berbahaya" jelas Rania.
" Aku tidak setuju, kenapa pembagiannya tidak adil!! Kenapa orang orang yang punya keahlian kuat semua berada disini?" Protes Bella.
"Ruangan itu kan sudah ada lucky, Diana juga Rasya mereka memiliki aura yang kuat, termasuk kamu. Kalian akan melindungi yang lain, dan untuk syalfa, pak Hanz,Mario dan Giano. Mereka harus tetap 1 ruangan untuk membicarakan misi selanjutnya."
" Kenapa harus dengan Mario, Mario bisa di ruangan sebelah untuk menambah keamanan di sana, disini sudah Cukup banyak orang yang bisa melindungi mereka" omel Bella.
" Mario dia memiliki aura biru, dia akan bertugas mendampingi syalfa mengelilingi kampus nanti karena auranya bisa menjauhkan arwah jail yang akan mengganggu syalfa. Dan untuk Giano dia ahli di bagian komputer, dia akan berkomunikasi dengan pihak luar. Aku dan pak Hanz akan mengelilingi tempat lain nanti. Dan yang tinggal disini dengan memiliki aura kuat hanya Melani dan Giano. Apa kamu masih protes? Sedangkan di ruanganmu tetap lengkap dengan lucky, Dinda dan Rasya" kata Rania menjelaskan.
__ADS_1
" Baiklah, tapi bisakah aku ikut dengan syalfa dan Mario nanti, mungkin saja aku bisa membantu ".
" Kau ada tugas sendiri, menemani mereka semua melakukan aktifitas seperti biasa dan akan di bantu oleh ka melani, ka lucky akan mengambil alih tugas Giano mengurus makanan dan ka Dinda akan membantu dokter merawat orang orang yang terluka".
"Huft baiklah" jawab Bella dengan wajah cemberutnya.
"Kalau tidak merepotkan, bapak bisa membantu Giano untuk menjalin komunikasi dengan pihak luar, dan mendata semua orang yang ada disini termasuk orang tua para mahasiswa. Setelah selesai berikan data itu pada kak Mario". kata Rania sedikit tak enak hati bagaimana pun pak Robert adalah pemilik kampus ini.ini terasa sedikit canggung jika harus memberi parintah .
" Baiklah " jawab pak robet.
__ADS_1
" kenapa semua orang harus di data? bukankah sebelumnya sudah ada data mereka? tanya dosen Donna.
" data sebelumnya hanya sebagian mereka saja, sedangkan sekarang ada tambahan banyak orang disini, lebih baik di data ulang termasuk orang tua mahasiswa baru, pak Hanz juga ka Rasya,kalaupun nanti akan ada orang baru yang datang dan bukan dari kampus ini, mereka juga harus di data seperti yang lain tanpa terkecuali. kita tidak tahu akhir dari perjuangan kita disini. ini untuk jaga jaga saja, jika ada sesuatu yang terjadi pada kita semua".
" iya kau benar, tidak salah syalfa mempercayakan tugas ini padamu" kata doasen Donna dengan tersenyum.
" dia memang selalu mengandalkan saya Bu, karena dia sangat pemalas, tidak seperti saya yang sudah rajin dan pintar sejak lahir" kata Rania dengan gaya sombongnya.
"heeh bege, aku denger ya!! aku itu bukannya malas, hanya saja aku tidak ingin membuat kamu jadi pengangguran, yang hanya memperhatikan ka Rasya sambil senyum senyum kaya orang gila" kata syalfa dengan tersenyum penuh arti.
__ADS_1