Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Kematian moly


__ADS_3

Mario yang melihat syalfa mulai menikmati daging ular itu tersenyum tipis. setelah selesai mengisi perut , mereka bangkit untuk melanjutkan perjalanan kembali.


" ka, apa kita tidak istirahat dulu sebentar ? setidaknya tidur untuk 1 atau 2 jam saja?" tanya moly memberanikan diri.


" tidak ada waktu moly, kamu harus kuat atau kita akan disini selamanya" kata syalfa.


" baiklah ka, aku mengerti" ucap moly lirih.


syalfa dan yang lainnya mulai melangkah kembali melanjutkan perjalanan mereka ke arah barat.


"heh, jangan murung seperti itu, kamu tidak sendiri kami juga merasakan apa yang kamu rasakan, tapi yang di katakan syalfa itu benar, kali ini kita harus siap dan kuat, atau kita akan kehilangan kesempatan terakhir ini" kata ike memberi pengertian pada temannya.


" iya aku mengerti, hanya saja tubuhku terasa lemas karena tidak bisa tidur dengan baik selama beberapa bulan ini" jelas moly.


" iya, aku juga sama sepertimu, tapi situasi kali ini berbeda dengan sebelumnya, kita harus punya energi lebih besar" . kata ike.


" iya" jawab moly singkat.


mereka berjalan menelusuri gelapnya hutan dengan hati -hati. suara burung gagak memecahkan kesunyian malam, dengan hembusan angin mengiringi perjalanan mereka.


" sssssswtttt" desis moly, ike dan ratih merasakan angin menusuk kulit mereka." aku ke di ngi nan " ucap moly dengan bibir bergetar.

__ADS_1


ike dan moly berpegangan tangan menyatukan telapak tangan mereka sesekali menggosoknya.


ratih memeluk tubuhnya sendiri masih dengan melangkah mengikuti yang lain, sedangkan mario masih menggenggam kuat telapak tangan syalfa yang mulai dingin.


" kamu baik- baik saja" tanya mario yang di angguki oleh syalfa.


setelah 2 jam berlalu,


moly menghentikan langkahnya karena sudah tidak sanggup lagi berjalan dengan tubuh yang mulai kaku kedinginan. semua orang tidak menyadari akan hal itu, ike yang sebelumnya menggenggam tangan moly memang sudah melepaskannya 1 jam lalu karena perjalanan mulai melalui banyak tebing, mengharuskan mereka berjalan bergiliran , mungkin mulai mendekati air terjun , karena terdengar jelas dari suara air mengalir tidak jauh dari mereka.


"aku tidak sanggup lagi, aaah ini dingin se ka li " ucap moly mulai menyalakan korek di dalam sakunya.


saat korek itu menyala, moly tersenyum senang . merasakan tangannya menghangat.


syalfa merasa tidak enak dengan perasaannya, semenjak masuk ke dalam hutan, penglihatannya tentang masa depan memang seperti tidak berfungsi, dia hanya mengandalkan batinnya saja untuk merasakan apapun yang terjadi di sekitarnya.


" kenapa berhenti , hemm?" tanya mario lembut.


"aku merasa, ada sesuatu yang terjadi" jawabnya menoleh ke arah teman- temannya satu persatu.


mendengar jawaban kekasihnya mario juga mendadak memiliki perasaan yang tak menentu.

__ADS_1


mario juga melihat teman- temannya yang menatap keduanya bingung.


" ada apa?" tanya pak hanz.


" moly dimana?" tanya syalfa yang menyadari anak itu tidak berada dalam barisan.


semua orang menatap satu persatu, memang moly tidak terlihat.


lalu terdengar suara geraman namun tak terlalu kuat.


syalfa melangkah lebih dulu di ikuti mario, langkahnya pelan dengan jantung yang tak beraturan, syalfa mencari arah sumber suara itu, hingga langkahnya terhenti di balik pepohonan rindang yang cukup besar.


syalfa menempelkan telunjuknya pada bibirnya, mengisyaratkan untuk semuanya diam tanpa bersuara ataupun membuat keributan. semuanya mengangguk tanda mengerti.


masing- masing bersembunyi di balik pohon. syalfa dan mario bersembunyi paling dekat dengan suara itu, keduanya mengintip dan mata keduanya melebar sempurna, menyaksikan makhluk dengan telinga panjang dan lebar, dengan postur tubuh seperti manusia purba, tapi bibir moster dengan gigi gigi tajam, sedangkan kedua tangan panjang dengan jari- jari tajam sedang memakan isi perut moly, moly yang belum mati menatap ke persembunyian syalfa dan mario yang mengintip paling dekat.


" ka ka k.. to lo ng !" ucapnya terbata.


syalfa hendak bangkit, namun mario langsung menariknya kedalam pelukannya dengan menggelengkan kepalanya.


semua orang diam , meneteskan air matanya dalam kesunyian dengan suara- suara menjijikan makhluk itu seakan menikmati apa yang terhidang di hadapannya.

__ADS_1


" ike sudah histeris dalam pelukan mail yang membekap mulutnya dengan tangannya yang besar".


__ADS_2