
semua orang masih diam di balik pohon dengan menatap kosong ke arah depan, dimana makhluk itu berada. ike masih menunduk dengan sisa- sisa isak tangisnya. tak lama tiba- tiba ratih berlari dari balik pohon, tidak kuat melihat pemandangan itu, namun makhluk yang memiliki telinga lebar itu melesat mengejar ratih yang sedang berlari, semua orang diam tanpa berniat mengejar sama sekali.
" ayo" kata mario menarik tangan syalfa yang masih terdiam.
mario menatap semua teman-temannya yang masih diam dengan wajah kesedihan.
" kita harus pergi, cepatlah..atau kita akan bernasib sama, disini selamanya!" ucap mario melangkah dengan masih menggenggam tangan syalfa erat.
mendengar itu, ike berdiri mengambil sebuah daun yang cukup besar meletakannya di atas tubuh moly di bantu yang lain, setelah semua tubuh itu tertutup daun ." beristirahatlah dengan tenang teman, selamat tinggal" ucap ike.
sedangkan syalfa mengikuti langkah mario dengan wajah sedihnya.
" kamu harus terbiasa dengan ini sayang, mungkin saja suatu saat aku yang berada di posisi moly, kamu harus kuat" ucapnya.
syalfa langsung menatap mario tajam," aku tidak suka kamu berbicara seperti itu, jika kau mati maka aku juga akan mati camkan itu" .
"aku tahu, tapi kita tidak akan tahu yang terjadi nanti sayang, tapi aku akan berusaha melindungimu sampai akhir, bahkan jika nyawaku yang menjadi taruhannya, saat itu terjadi. aku harap kamu bisa lanjutkan hidupmu dengan bahagia walau tanpaku" ucap mario menatap lurus ke depan dengan berjalan masih menggenggam tangan syalfa.
syalfa menatap dalam wajah mario yang masih serius menatap jalanan di depannya.
" aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku, walaupun itu adalah kematian, aku tidak akan pernah membiarkan mereka merenggutmu dariku" ucap syalfa dalam hati.
semua orang menyusul mario dan syalfa yang sudah berjalan lebih dulu, mail mengandeng tangan ike yang masih bergetar.
"aaaaach..tolooong..!!?" sebuah teriakan pilu seorang gadis terdengar nyaring tidak jauh dari mereka. itu adalah teriakan ratih yang sudah tertangkap oleh makhluk yang menewaskan moly sebelumnya.
semua yang mendengar hanya menatap lurus kedepan melangkah pasti tanpa berhenti maupun menoleh lagi.
30 menit
mereka sampai di depan sebuah air terjun yang menjulang tinggi," bagaimana cara kita naik ke atas?" tanya diki.
__ADS_1
" aku akan ke atas lebih dulu, melalui tebing di sisi air terjun ini,nanti jika aku berhasil, aku akan mencari sesuatu untuk membantu kalian naik ke atas" ucap mario yang di angguki semuanya.
" aku ikut" ucap syalfa.
" tidak ini sangat berbahaya" ucap mario tegas.
" ikut atau aku akan.." kata- kata syalfa langsung terpotong oleh mario, dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya , jika tidak segera menuruti kemauan gadisnya.
" huuh, baiklah" kata mario akhirnya pasrah.
mario membantu tubuh syalfa untuk naik terlebih dulu, kemudian mario mengikutinya dari belakang.
saat sampai di atas, kaki dan tangan syalfa tergelincir, namun dengan sigap mario menopang tubuhnya" cepat lah naik!" kata mario.
syalfa segera naik dengan menginjak bahu mario sebagai tumpuan.
setelah sampai di atas, syalfa mengulurkan tangannya membantu mario agar naik ke atas.
syalfa dan mario mencari sesuatu yang panjang , tatapan mereka tertuju pada sebuah akar pohon yang menjulang. syalfa dan mario bergegas memangkas akar itu dan membuat kepangan yang cukup kuat untuk teman- temannya.
" aku akan membantu lakian" ucap seseorang dari belakang syalfa dan mario.
keduanya menoleh dan melihat andika dan yang lain berada disana, di temani sosok gea, riyan dan karina.
" kau!?" ucap mario
" ya, kami masih hidup" cepat lah sebelum ada yang datang ucap andika membantu mereka membuat tambang dari tanaman.
setelah semua siap mereka menjulurkan ke bawah, sedangkan yang lain membantu mengikat ujung tambang itu ke sebuah pohon untuk menahan.
sosok gea melayang turun untuk mengintruksi teman-temannya.
__ADS_1
" ayo cepat, waktu kita hanya sedikit, ike kamu duluan, diikuti mail, diki dan terakhir pak hanz" ucap gea yang langsung di turuti semua orang.
mario, andika dan beberapa laki-laki menarik tambang itu kuat untuk mengangkat teman- temannya yang sudah merpegangan kuat pada tambang itu.
syalfa memperhatikan tambang itu, khawatir tidak akan kuat dengan beban yang ada di bawah, apa lagi bertumpuan pada sebuah batu dan itu akan terjadi gesekan cukup keras pada tambang itu.
benar saja, tambang bergesek kuat dengan batu di bawahnya, membuat syalfa panik.
" ah, tarik lebih kuat. sedikit lagi" kata mario dengan sebuah kode.
syalfa berlari dengan cepat , sebelum tambang itu benar- benar putus.
tambang terputus membuat ike dan yang lain berteriak kaget, namun syalfa datang tepat waktu langsung menangkap tambang itu dengan kedua tangannya.
membuat tubuh syalfa terseret mengikuti tambang itu, karena beban yang tak seimbang.
mario dan andika juga yang lain berlari membantu syalfa.
" kamu tidak apa-apa sayang?" tanya mario cemas.
" tidak" jawab syalfa.
" lepas sayang, aku dan yang lain bisa menahannya" kata mario.
" tidak masalah, aku akan membantu" jawab syalfa menatap mario meyakinkan dirinya baik- baik saja.
tau arti tatapan itu, mario hanya mengangguk saja . bukan waktunya untuk berdebat pikirnya.
" naik" teriak karina menatap ke bawah.
" naiklah cepat, kali ini kalian harus berusaha sendiri, mario dan yang lain sedang berusaha menahan tambang ini" kata gea.
__ADS_1
semuanya naik perlahan , walaupun sulit tapi akhirnya mereka bisa sampai ke atas dengan selamat.