Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Penjelasan kematian siska


__ADS_3

Rania dan lucky mengintip dari sela sela pintu" sepertinya sudah aman ran" kata lucky.


" aku rasa juga begitu" kata Rania membalikan badannya menyender ke pintu .


" aaaaaaaaaakh"


teriak Rania kaget melihat seorang wanita duduk dengan mata melotot lebar dan lidah yang terjulur menatap ke arah mereka.


"luck..luck.." kata Rania menarik narik baju lucky.


" apa? di bilang jangan panggil aku luck" kata lucky yang masih memperhatikan ke luar pintu, tanpa menghiraukan panggilan dan teriakan Rania.


"luck , lihat itu" kata Rania menarik paksa baju lucky.


" apa'an sih, aku lagi ngawasin si pendek nih, kalau udah aman kita bisa langsung nyusul Mario sama syalfa" .


Rania diam tidak mengganggu lucky kembali." ran, sepertinya sudah aman" kata lucky membalikan badannya.


lucky tertegun melihat apa yang ada di depan mereka sekarang.


" ran, apa kamu melihatnya juga?" tanya lucky masih menatap wanita itu.


Rania mengangguk anggukan kepalanya." apa itu manusia atau hantu ran?" tanya lucky melirik Rania sebentar.

__ADS_1


" aku tidak tahu, sepertinya itu mayat" kata Rania pelan.


" iya, betul. dia tidak bergerak" kata lucky.


" kita harus pergi sekarang Rania, ini sudah mulai larut malam" kata lucky sedikit merinding.


" iya, ayo cepat " kata Rania menarik tangan lucky tak sabaran, karena tidak mau 1 ruangan dengan mayat yang melotot disana.


" eech ,tapi itu mayat gimana ya?" tanya lucky bingung.


" nanti saja, kita sampaikan pada yang lain".


Mario meletakan tubuh pak Rendi di tanah dekat kampus.sebelumnya tempat itu sudah di beri pembatas oleh syalfa, agar tidak ada makhluk yang datang mendekat ke arah mereka.


" mungkin sebentar lagi datang" kata Mario menggenggam tangan syalfa menenangkan.


terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka, Rania dan lucky berlari dengan cepat.


"kenapa baru sampai?" tanya syalfa kesal.


" kami harus bersembunyi dulu dari si pendek itu" jelas lucky dengan nafas memburu akibat berlari.


" ck , bukankah kamu tadi sangat berani, mengejek mereka habis habisan" ejek Mario.

__ADS_1


" itu caraku untuk memancing mereka pergi dari sana" .


" sudah ..sudah...lucky, Mario sebaiknya kalian cepat makamkan tubuh pak Rendi segera, ini sudah mulai larut malam" .kata syalfa mengingatkan.


keduanya bergegas menggali tanah, yang sebelumnya Rania dan lucky sudah membawa cangkul dari gudang kampus .


setelah memakamkan jazad pak Rendi , mereka pergi dari sana tak lupa lucky mengucapkan kata kata terakhir untuk ayahnya.


Mario,syalfa,Rania dan lucky masuk ke dalam aula semua orang sudah terlelap hanya pak Robert dan dosen Dona yang masih duduk di depan komputer .


" kalian sudah kembali" pak Robert menatap keempatnya pandangannya tertuju pada baju mereka yang berlumuran darah dan sangat kotor.


"iya, kenapa bapak dan Miss Dona belum tidur" tanya Rania.


" kami menunggu kalian, apa yang terjadi?Kenapa baju kalian kotor sekali? dan itu kenapa ada darah di baju kalian?" tanya Miss Dona beruntun.


" ini darah pak Rendi Miss, ayahnya lucky. kami baru saja memakamkannya di samping kampus". jelas Rania.


" kami turut berdukacita atas meninggalnya ayah kamu lucky".


" iya pak Robert , Miss Dona terimakasih" kata lucky yang sekarang sudah tegar menerima kematian ayahnya.


" apa yaang membuat pak Rendi meninggal ?" tanya Miss Dona penasaran.

__ADS_1


" pak Rendi terbunuh oleh sosok Siska , dia adalah kekasih masa lalu pak Rendi, yang sempat hamil tapi karena pak Rendi yang sudah memiliki anak dan istri, sehingga mereka pergi ke dukun beranak, untuk menggugurkan janin itu, setelah janin berhasil di keluarkan, di perjalanan Siska pendarahan sampai menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan pak Rendi, kemudian pak Rendi menanam tubuhnya di dinding gudang kampus ini, yang memang saat itu sedang ada pembangunan" .jelas Rania panjang lebar.


__ADS_2