Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Riyan


__ADS_3

Riyan pov


aku telah memutuskan untuk pergi dari kampus terkutuk itu, bersama ke 6 temanku.


aku sudah membulatkan tekadku, jika aku mati..aku hanya ingin mati dengan bertemu kedua orang tuaku.aku menyesal karena selama ini telah menjadi anak yang nakal dan pembangkang. mungkin ini adalah karmaku selama ini, sering pergi keluar, tanpa mau meluangkan waktu untuk bertemu dengan keluarga.


aku dan temanku berlari kencang meninggalkan kampus.


ada 5 orang yang berlari ke arah parkir di luar kampus, dimana kami memarkirkan kendaraan kami disana, termasuk aku. aku mengambil motor kesayanganku, dan menyalakannya dengan cepat.


segera aku menancapkan gas motorku dengan kecepatan penuh. sekitar 10 menit aku mengendarai motorku sekelebat aku melihat seseorang tergantung di pohon yang menjulang tinggi. membuatku penasaran. lalu, mengurangi kecepatan motorku. aku tertegun melihat temanku bernama miko terlilit ranting pohon besar tidak jauh dari jalan yang kulalui. terlihat jelas lilitan itu terikat pada lehernya. membuatnya melotot dan lidahnya terjulur ke luar menatapku. dadaku berdebar kencang, tanganku bergetar." aku tidak boleh takut" menambah kecepatan motorku.


aku kini sampai di jalan raya, mulai banyak orang berlalu lalang.membuatku sedikit bernafas lega. namun itu tidak bertahan lama, karena dari jarak 10 meter dari tempatku berhenti. lagi- lagi aku menemukan temanku tak bernyawa dengan kayu besar menancap di perutnya. sepertinya kayu itu terjauh dari atas bangunan yang memang sedang dalam perbaikan. tapi saat aku menatap ke atas, aku melihat sosok hitam dengan taring panjang . aku menelan salivaku" ini bukan kecelakaan, tapi sosok itu yang membunuhnya dengan menjatuhkan kayu itu ke arah dendi" ucapku dalam hati. semua orang mulai berkerumun membantu jazad dendi untuk di masukan ke mobil ambulance. " syukurlah, semoga tubuh dendi di makamkan dengan layak".

__ADS_1


aku melihat lampu lalu lintas sudah berwarna hijau, aku melanjutkan perjalananku. aku kembali melajukan motorku dengan kecepatan tinggi menyalip kendaraan yang menghalangiku, sebenarnya bukan mereka yang menghalangiku, tapi aku yang tidak sabar untuk segera sampai kerumah.


BRUAK


BOOM


Ciiiiiit..


terjadi kecelakaan lalu lintas, lebih tepatnya ini kesalahan dari sang pengendara motor, aku membawa motorku sedikit mendekat untuk melihat seberapa parah luka sang pengemudi.


lagi- lagi aku tertegun, baju ini. sama persis dengan baju yang di pakai Aris. aku ingat betul, saat kami kelaur dari kampus, aris mengenakan jaket berwarna hitam dengan polet putih di lengannya, dan itu. kartu danda pengenal aris terkalung di depan dadanya.


wajah aris sudah hancur tak berbentuk akibat tubuhnya masuk ke bawah truk yang membawa barang berat.

__ADS_1


aku bisa melihat banyaknya sosok makhluk halus yang berdiri di antara kerumunan, dan ada sebagian menjilati darah aris yang mengalir.


aku segera kembali mengendarai motorku dengan buru-buru. belum ada 3 jam, tapi temanku sudah mati sebelum sampai ke tempat tujuan mereka. membuatku merasa pesimis.


sebuah toko bunga dengan nama floris flower telat terlihat, membuatku tersenyum. tinggal beberapa menit lagi aku telah sampai di depan rumahku.


namun angin besar menerpa tubuhku, seperti ada yang mendorongku dengan sangat kuat. kemuadian mataku seakan tertutup oleh telapak tangan, dengan cepat aku menepisnya. tapi tetap.. gelap! aku tidak bisa melihat apapun.


BRUAK


tubuhku berguling- guling, aku tidak tahu kenapa aku bisa jatuh, tapi ini sangat menyakitkan. dadaku sesak, kepalaku sangat sakit. ada titik putih, tiba- tiba pandanganku kembali.


" aku melihat ibuku, ada di hadapanku dengan memegang bunga mawar merah kesukaannya. aku tersenyum menatapnya dengan meringis menahan sakit, dadaku terasa sangat panas. dari arah belakang ibuku, aku melihat sosok hitam yang membunuh dendi berdiri disana. lalu menginjak dadaku dengan kuat. membuatku menyemburkan darah dari mulutku. aku bisa mendengar jeritan tangis ibuku memanggil namaku berulang kali, " Riyan, bertahanlah nak, kenapa bisa begini! ibu bawa kamu ke rumah sakit! jangan tinggalkan ibu. riyan! riyan !" . itulah teriakan ibu terakhir yang aku dengar , setelah itu aku memejamkan mataku dan menghembuskan nafas terakhir. aku melihat ibuku menangis memeluk tubuhku, aku tersenyum setidaknya aku mati berada di pelukan ibuku. sekarang aku adalah seorang arwah. kini aku berdiri di balik pohon dekat toko bunga floris flower. aku melihat makhluk mengerikan itu telah pergi." aku harus bersembunyi beberapa saat, sampai aku benar- benar aman, setelah itu aku akan kembali, membantumu syalfa. sebagai balasan karena kamu telah membantuku mewujudkan keinginan terakhirku".

__ADS_1


__ADS_2