
lucky mengambil ketapel lalu mengambil batu hitam yang pernah syalfa berikan padanya. di arahkan nya ke arah sosok kerdil yang memegang benda tajam.
matanya kirinya menyipit mencoba memfokuskan diri ke arah sasaran yang akan di bidiknya.
satu
dua
tiga
PLETAK,
si kerdil A memekik kaget sekaligus merasa sakit pada pantatnya.
dia menoleh kesana kemari lalu menatap ke tiga temannya yang masih asik menjilat dan menerima tetesan darah itu.
si kerdil A kembali mengangkat benda tajam yabg berada di tanganya hendak melanjutkan kegiatan asiknya yang sempat tertunda. namun belum sempat benda itu menusuk ke daging di atasnya , lagi-lagi pantatnya terkena sesuatu, membuatnya terpekik kembali .
di buangnya benda tajam itu ke sembarang arah, lalu menatap ketiga temannya, sedangkan yang di tatap merasa bingung akan temannya itu.
"*Ghvbehejnk*njdhhejddjj.!!!* kata si kerdil A menatap garang.
ketiganya saling pandang satu sama lain, lalu kompak menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" +--gggehekghwjj!!" kata si kerdil A lagi.
kali ini si kerdil B mengangkat tangannya.
melihat itu si kerdil A langsung menubruk tubuh temannya dan menghajarnya.
sedangkan si kerdil C memberikan semangak kepada keduanya, si kerdil D malah duduk di bawah tubuh manusia, sesekali menengadah menerima tetesan darah yang masih terus menetes sambil menonton kedua temannya berkelahi.
di semak- semak syalfa sedang menahan tawanya mati-matian, sambil terus menatap si kerdil dengan kegiatan mereka masing- masing.
rania dan lucky juga cekikikan, mereka sudah pernah melakukan ini. jelas sudah tau apa yang terjadi, walaupun tidak mengerti apa yang si kerdil tadi katakan.
begitu pula mario, yang hanya menggelengkan kepalanya, namun kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah pohon, sambil memotong tali yang mengikat tubuh manusia yang tergantung.
perlahan mario dan giano menurunkan tubuh terikat teman- temannya. lucky yang melihat tubuh tergantung itu turun . langsung keluar dari persembunyiannya dan menangkap si kerdil D membawanya ke arah lain lalu mengikatnya kuat dengan tali yang sudah disiapkan.
sedangkan rania, langsung menyerang si kerdil C dengan pisau tajam yang di pegangnya. keduanya bertarung dengan sengit. mendengar suara perkelahian membuat si kerdil A dan B berhenti sejenak, keduanya menoleh ke arah temannya yang di serang seorang manusia. keduanya langsung bangkit hendak membantu menyerang rania, namun dengan cepat syalfa melesatkan panah kepada keduanya. kaki si kerdil A terkena panah, sedangkan si kerdil B sudah tergeletak di tanah dengan panah yang menancap tepat di kepala belakang menembus ke keningnya.
bukan karena bidikannya yang meleset, tapi syalfa sengaja, memanah kaki si kerdil A di kakinya, agar tidak bisa leluasa kabur dari mereka. syalfa yakin si kerdil A ini yang paling unggul di antara yang lain, itu alasannya syalfa tidak membunuhnya, karena masih ada sesuatu yang akan dia tanyakan terlebih dulu.
rania berhasil membunuh si kerdil C , walaupun bahunya sempat terkena gigitan dari si kerdil tadi.
lucky masih asik dengan kegiatan jahilnya yang menjitak kepala si kerdil D, lalu menendang pantatnya, menyiksanya seperti seorang senior yang sedang membuly murid baru.
__ADS_1
hingga akhirnya kegiatannya terhenti, saat ada sebuah panah mengenai jantung si kerdil D , membuat si kerdil mati dengan tubuh yang terikat tali.tatapan lucky mengarah ke syalfa yang berdiri tidak jauh darinya, lalu berjalan mendekat ke arahnya." jangan suka bermain- main terlalu lama dengan mereka, waktu kita tidak banyak" ucap syalfa.
" baiklah, aku mengerti". keduanya berjalan mendekat kepada giano, mario, rania. yang berdiri di depan si kerdil A yang sudah terikat.
sebelumnya mario dan giano sudah membuang tubuh mayat teman mereka ke sungai, agar tubuh itu terhanyut akan derasnya sungai. tadinya ingin menguburnya .tapi waktu mereka tidaklah banyak, jadi dengan terpaksa mereka membuangnya, namun sebelum itu mario sudah memberikan doa, dan kata- kata terakhir agar mereka tenang.
syalfa menatap si kerdil A tajam, " dimana mereka melakukan upacara pembangkitan?" tanya syalfa dengan bahasa makhlus kerdil.
" aku tidak tahu ! jika pun aku tau , aku juga tidak akan memberitahumu, agar kau terkurung disini selamanya, dan menjadi makanan kami" jawab si kerdil A lalu tertawa menggelegar.
" baik, jika kau tidak ingin memberitahuku, maka matilah!!" ucap syalfa menusukan panah tepat ke jantung si kerdil itu.
membuat si kerdil perlahan tergeletak tak berdaya.
" kenapa kamu membunuhnya" tanya giano pada syalfa.
" percuma, dia tidak mau memberitahu. lebih baik dia mati" jawab syalfa.
" lalu, bagaimana selanjutnya?" tanya lucky.
" bakar tubuh mereka, agar tidak ada yang bisa membangkitkan mereka kembali" kata syalfa.
" baiklah" ucap lucky dan giano.
__ADS_1