Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Villa


__ADS_3

aaaahhhh, pergi!! pergi! jangan ganggu aku! pergi!!"


terdengar suara teriakan dari arah belakang bangunan itu.


pak Hanz dan Rania langsung bergegas ke arah suara teriakan itu.


ada seorang lelaki seumuran pak Hanz sedang meringkuk di sebuah ruangan yang terbuka.


"pak, bapak kenapa?" tanya pak Hanz menepuk pundak lelaki itu.


"aaaaaah, jangan ..jangan ganggu aku ".


" pak..pak..lihat saya pak" kata pak Hanz yang kini memegang kedua pundak lelaki itu.


Lelaki itu mendongakan wajahnya menatap orang yang memegang kedua bahunya.


"Tolong saya pak, suara itu terus mengganggu saya setiap hari"


" Tenang lah dulu pak, ini minumlah dulu biar bapak tenang" kata pak Hanz memberikan sebotol air mineral yang di bawanya.


" Terimakasih pak".


" Iya, nama bapak siapa?"


" Saya Ujang pak"


" Saya Hanz , dan gadis di dekat saya ini rania."


Rania mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan pak ujang, yang di sambut langsung oleh pak ujang.


"pak ujang kenapa bisa ada disini?" Tanya pak Hanz heran, karena disini sangat sepi tanpa ada rumah di sekelilingnya.


"Saya bekerja disini pak"


"Apa bapak disini seorang diri?"

__ADS_1


" Iya pak, sebelumnya saya tinggal di belakang villa ini dengan ayah saya, tapi beliau sudah meninggal".


" Saya turut berdukacita pak atas meninggalnya beliau" kata Rania menimpali.


" Iya, lagi pula ayah saya meninggal juga sudah lama".


" Pak Ujang, kenapa tadi berteriak? Memangnya bapak mendengar suara apa?". tanya pak Hanz.


"Saya sering mendengar suara teriakan seorang wanita pak?"


" Sejak kapan bapak mendengarnya?".


" Belum lama ini pak".


" Apa bapak mendengar suara teriakan seperti merasa kesakitan? Atau teriakan kesedihan? Apa Bapak juga merasa ada angin yang sangat besar menerpa tubuh dan wajah bapak?''.


"Iyah, saya merasakan itu beberapa hari ini , tapi bagaimana bapak bisa tahu?"


" Apa bapak mengenali suara itu?"


"Itu jiwa yang tertinggal, jiwa yang sudah bersemayam lama di suatu tempat, tapi ada sesuatu yang datang mengganggunya, sehingga secara tidak langsung membangkitkann ya kembali"


"Apa itu mungkin?" Ucap pak Ujang lirih.


"Maksud bapak?" Tanya Rania mulai penasaran.


" Siapa pemilik suara itu? Bapak mengenali suaranya?".


"Iya pak, suaranya mirip dengan " fadhiya".


Setelah pak Ujang mengucapkan nama itu , tiba tiba datang burung gagak yang cukup besar terbang berputar putar di atas kepala mereka.


semua orang menunduk, menghindari burung gagak itu, namun tidak lama burung itu pergi entah kemana.


"Siapa dia pak? " Tanya Rania.

__ADS_1


" Dia salah satu mahasiswa di kampus dekat vila ini, setiap mahasiswa yang berkuliah disini, namun tidak memiliki tempat tinggal atau rumah mereka jauh, mereka akan tinggal di vila ini".


" Ada berapa mahasiswa yang tinggal di sini saat itu pak?".


" 2 orang semua wanita".


"Apa bisa bapak beritahu siapa namanya selain fadhiya?".


"Namanya Ashita".tapi Ashita jarang menginap disini, karena dia juga bekerja di sebuah restoran. dia akan menginap kalau keadaan darurat saja, atau pas libur kerja. jadi fadhiya sering tinggal sendiri di vila ini".


" Apa bapak tahu, mereka sekarang dimana?".


Mendapat pertanyaan seperti itu wajah pak Ujang mendadak pucat pasi.


"Bapak merahasiakan sesuatu?" Tanya pak Hanz yang mulai curiga melihat perubahan pada wajah lelaki di depannya.


" Maafkan saya" pak Ujang yang menangis histeris.


" Tenang lah pak, bapak bisa cerita pada saya jika bapak mau, mungkin itu bisa meringankan beban pak Ujang, atau siapa tahu kami bisa membantu". Kata pak Hanz.


"Sebenarnya fadhiya sudah meninggal pak".


Jedaaar


Suara petir tiba tiba terdengar dengan suara hujan yang cukup lebat. Membuat ketiganya terlonjat kaget.


" Huuh ,itu petir bikin orang jantungan saja" Rania mengelus dadanya akibat terkejut.


"Tadi perasaan cuaca tidak mendung kenapa jadi hujan begitu" kata Rania masih mengelus ngelus dadanya.


Pak Hanz tidak menghiraukan perkataan Rania, dia menatap pak Ujang kembali.


"Meninggal? Sejak kapan?"


"Iya, itu sudah berlangsung lama pak".

__ADS_1


__ADS_2