Marsyalfa Gadis Istimewa

Marsyalfa Gadis Istimewa
Teriakan


__ADS_3

Karina terbangun di tengah malam , ini sudah menjadi kebiasaannya.


apa lagi beberapa hari ini , memang perasaannya selalu gelisah.


pandangan Karina tertuju pada sebuah jendela yang terbuka.


Karina beranjak mendekati jendela kamarnya, suasana malam yang dingin dan sepi, karena letak vila yang memang jauh dari kota besar, hanya ada pemandangan alam yang indah dan sejuk.


tiba tiba angin berhembus menerpa wajahnya.


" Karina"


terdengar suara memanggilnya , bersamaan dengan angin yang menerpa tubuhnya.


Karina mundur menjauh dari jendela kamarnya, keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya, Karina masih menatap jendela itu.


"aaaakh"


terdengar suara teriakan seorang wanita yang cukup kencang, Karina memberanikan diri berjalan keluar rumah.


"siapa itu"


Karina berteriak dengan sesekali menelan salivanya, tangannya sedikit bergetar, lagi lagi perasaannya tak tenang.


"aaaakh"


terdengar kembali suara teriakan itu , membuat Karina terperanjat untuk ke sekian kalinya.

__ADS_1


"ehee..si..apa?"


teriak Karina lagi, dengan nafasnya yang memburu ,tangannya mencengkram kuat pada pagar rumahnya.


lagi dan lagi suara teriakan itu terdengar sangat keras .


Karina perlahan membuka pagar rumahnya, berjalan mengikuti arah suara teriakan itu dengan mendekap tubuhnya.


aaaakh


"siapa !?"


Karina berteriak, sambil berjalan terus mengikuti suara teriakan itu.


"aaakh" Karina berteriak kencang, saat ada sebuah tangan yang memegang bahunya dari arah belakang.


" Karina..Karina..ada apa denganmu? ini aku, Andika". Andika membalikan tubuh Karina, mengguncang kedua bahu istrinya agar tersadar.


pagi hari di villa dekat hutan terlarang, cahaya pagi menembus di sela sela jendela villa membangunkan sosok laki laki yang baru beberapa jam terlelap di sofa, semalam pak Hanz Sangat sulit tidur, pandangannya selalu tertuju pada lampu di ruangan tengah yang sedikit bergerak.


perasaannya semakin kuat, waktunya sudah sangat dekat.


" pak Hanz, kau sudah bangun?" sebaiknya segera bersihkan dirimu , aku sudah siapkan roti dan susu" kata Rania yang berjalan membawa 1 gelas susu dan 1 piring roti di tangannya.


" baiklah" kata pak Hanz beranjak menuju toilet.


"ran , dimana pak Hanz?" tanya syalfa yang baru keluar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


" tuh, di toilet" jawabnya setelah menelan roti di mulutnya.


" Rasya?".


"tadi aku lihat sudah bangun, sepertinya dia juga sedang membersihkan diri, paling sebentar lagi datang".


syalfa mengangguk mengerti, lalu meminum susu dan memakan rotinya.


" selamat pagi" sapa Rasya dengan wajah nya yang sudah segar dan rambut sedikit basah.


" pagi" sapa balik syalfa dan Rania.


terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka, ketiganya menoleh ke sumber suara. ternyata pak Hanz yang sudah mencuci wajah, namun seperti masih mengantuk.


"ayah kenapa? seperti kurang istirahat." tanya Rasya menatap ayahnya khawatir.


''tidak apa, aku hanya tidur 2 jam semalam" jawabnya meminum susu yang sudah Rania siapkan.


" kenapa?" tanya syalfa.


" akan aku ceritakan, saat kita sudah kembali, sebaiknya segera makan sarapan kalian, lalu kita berangkat".


semuanya diam memakan sarapan mereka, tanpa bertanya lebih lanjut, walaupun banyak pertanyaan di benak mereka. tapi ini memang bukan waktu yang tepat.


syalfa, Rania ,Rasya dan pak Hanz berkumpul di ruang tengah, setelah mengambil tas mereka.


" apa semua sudah siap? " tanya pak Hanz yang di jawab anggukan ketiganya.

__ADS_1


ke empatnya melangkah keluar villa, bersamaan dengan dinding pembatas yang menghilang, syalfa menoleh menatap villa , villa ini yang merupakan salah satu misteri bagian dari kampus yang perlu mereka ungkap.


" aku merasa, tidak lama lagi akan kembali kemari" gumam syalfa yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.


__ADS_2