MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 100


__ADS_3

...***...


Kira on.


Banyak hal yang terjadi di dunia ini. Banyak hal yang membuat kita berpikir bahwa ada peran penting yang harus kita lalui, dan ada saatnya kita berkata ini bukan peran yang harus aku lakukan. Namun, dari masalah yang terjadi kadang memaksa kita untuk mengambil peran itu suka atau tidak. Sama halnya dalam kisah ini, dimana kau dipaksa untuk mengambil peran berbahaya demi menyelamatkan banyak orang, sedangkan orang banyak belum tentu akan menyelamatkan dirimu ketika kau dalam bahaya. Bagaimana kisahnya? Simak dengan baik kisah ini.


Kira off.


Inuzuka Kira baru saja kembali dari suatu tempat yang telah ia kunjungi, namun saat itu ia telah diserbu oleh teman-temannya yang penasaran ia datang dari mana.


"Kau dari mana saja kira?." Hitoshi Tetsuya sangat heran dengan kedatangan Kira. "Jelaskan padaku semua yang kau minta pada mereka?." Ia tidak mengerti apa sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Inuzuka Kira.


"Baiklah, akan aku jelaskan pada ketua juga yang lainnya." Kira duduk dengan tenang bersama mereka saat itu. Ia tidak tampak gelisah sedikitpun.


"Katakan dengan bahasa yang mudah aku pahami ok?." Satoru Iwata terlihat sangat waspada dengan penjelasan yang akan diucapkan Kira.


"Sebenarnya, akazuki daiji membunuh seseorang bukan hanya keinginannya sendiri. Melainkan karena permintaan seseorang yang memiliki dendam pada musuhnya, atau pada orang yang sangat ia benci." Itulah informasi yang ia dapatkan dari kepergiannya?.


"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?. Apa yang membuatmu berkesimpulan seperti itu?." Hitoshi Tetsuya masih belum mengerti dengan ucapan Kira.


"Aku telah menemui salah satu dari orang yang telah meminta akazuki daiji membunuh inazuma murasaki." Kira masih terlihat sangat tenang, tidak ada kegelisahan yang terpancar dari wajahnya.


"Inazuma murasaki?." Mereka serentak menyebut nama itu. Satoru Iwata yang sempat membaca nama itu langsung menemukan file tentang Inazuma Murasaki.


"Bukankah dia adalah seorang konglomerat yang sangat disegani di kota ini?." Satoru Iwata melihat itu dengan tidak percaya.


"Dia tewas mengenaskan bulan lalu?." Koji Isao masih ingat dengan kejadian itu. Sungguh sangat mengerikan kondisi kematiannya.


"Lalu siapa yang meminta akazuki daiji untuk membunuhnya?." Atsushi Ichirou sangat penasaran siapa yang membuat permintaan itu?. 


"Minami hiroya. Orang tua dari minami shizuka, korban yang ditemukan bunuh diri di hotel grand higashiyama lima bulan yang lalu." Jawab Kira seakan-akan ia sedang menahan emosinya. 


"Oh!. Aku ingat dengan kasus itu!." Atsushi Ichirou kembali mengingat kejadian yang mengguncangkan pada saat itu.


"Ya, aku juga ingat dengan kasus itu." Satoru Iwata juga tidak akan lupa dengan kasus itu. "Bukankah kasus itu ditutup karena dia anggota perlemen yang paling disegani?." Ia sangat kecewa karena kasus itu dihentikan hanya karena alasan yang seperti itu.


"Ya. Kau benar sekali." Kira membalas ucapan Satoru Iwata. "Karena itulah dia datang ke gunung kabut merah." Kira benar-benar telah memastikan itu semua dari apa yang telah ia lihat.


"Datang ke gunung kabut merah?." Mereka semua tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Bagi mereka itu adalah hal yang mustahil seseorang datang ke gunung kabut merah.

__ADS_1


"Bagaimana caranya dia datang ke gunung kabut merah?." Satoru Iwata tidak akan pernah percaya pada hal yang mustahil itu.


"Itu tidak masuk akal." Koji Isao juga berpikir hal yang sama.


Apakah benar yang dikatakan oleh Kira?. Simak terus ceritanya.


...***...


Hutan Gunung Kabut Merah.


Akazuki Daiji saat ini memberitahukan pada para pengikutnya, agar melakukan apapun jika ada yang mencoba memasuki daerah itu.


"Malam ini aku akan beraksi kembali. Dan kalian jaga daerah sini. Jangan sampai ada yang berani masuk, termasuk polisi itu." Setelah satu hari libur ia akan kembali. "Bunuh saja dia jika dia berani masuk." Itulah yang ia katakan pada mereka semua.


"Baiklah. Akan kami lakukan." Mereka semuanya sangat patuh dengan apa yang dikatakan Akazuki Daiji.


"Lalu kali ini siapa yang akan kau bunuh?." Dark bertanya karena penasaran.


"Gagak yang berada di hutan gunung kabut. Dia adalah mangsa berikutnya." Jawabnya seakan-akan ia sedang membuat sajak yang terlintas di dalam pikirannya saat itu.


"Kali ini hewan mana yang memakan hak orang lain?. Sehingga ia memintamu memburunya?." Black juga penasaran dengan sasaran yang akan diburu oleh Akazuki Daiji malam ini.


"Baiklah. Kami akan menunggu hasil yang sangat memuaskan." Mereka sedikit mengerti dengan apa yang dijelaskan Akazuki Daiji.


"Aku yakin kau akan bersenang-senang malam ini." Dark melihat hawa membunuh yang tidak biasa dari Akazuki Daiji. Dia memang iblis sejati yang memiliki hasrat membunuh paling mengerikan.


"Tapi tidak ada lawan yang bisa menghentikan aku. Rasanya sangat membosankan sekali. "Tapi jika tidak membunuh satu hari saja itu membuat aku linglung."


"Kau itu adalah seorang iblis pembunuh. Siapa yang berani melawanmu?." Black sangat faham dengan keinginan itu.


"Orang gila sinting yang tidak tahu diri, otak waras masih bisa makan nasi malah berkata seperti kau." Hazard juga menangkap hawa berbahaya yang dipancarkan oleh Akazuki Daiji.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kembali ke kantor polisi kota Higashiyama.


Mereka semua masih menyimak dengan apa yang dikatakan oleh Kira.

__ADS_1


"Jadi maksudmu mereka semua meminta akazuki daiji untuk membunuh orang-orang itu?." Hitoshi Tetsuya kembali memastikan apa yang dikatakan Kira itu benar.


"Ya, tepat sekali." Balas Kira dengan senyuman ramah.


"Lalu apakah kau bisa melihat siapa target berikutnya, ah target malam ini siapa?." Satoru Iwata yang bertanya.


"Aku tidak tahu. Karena itulah aku harus menunggunya di depan gerbang hutan gunung kabut merah." Jawabnya dengan entengnya, seakan-akan ia tidak takut sama sekali.


"Apakah kau yakin akan melakukan itu?." Koji Isao malah merinding sendiri membayangkan itu.


"Kau bisa terbunuh jika kau memaksakan diri." Atsushi Ichirou sungguh tidak mengerti jalan pikiran Kira.


"Lalu apa guannya kalian?." Kira menatap mereka semua dengan kesalnya.


"No!. No!. No!." Meraka semua menolak itu dengan sangat keras.


"Aku masih memiliki seorang anak dan istri yang harus aku hidupi." Satoru Iwata sangat menolak dengan keras, ia masih sayang dengan anak dan istrinya. "Aku tidak mau ikut dengan mu." Lanjutnya menolak untuk ikut dengan Kira yang sudah gila menurutnya.


"Aku ada keperluan malam ini." Atsushi Ichirou juga mencari alasan yang tepat kenapa ia tidak bisa ikut dengan Kira. "Aku ada janji, besok aku akan melamarnya. Jadi malam ini aku tidak boleh mati." Atsushi Ichirou sangat gugup, karena ia belum siap untuk mati, saking gugupnya ia meminum minuman yang ada di dekatnya dengan tangan bergetar takut.


"Aku juga ada janji, jadi kau tidak bisa mengajak aku. Ok?." Koji Isao juga mencoba mencari alasan yang tepat, supaya Kira tidak mengajaknya masuk ke dalam lubang bahaya.


"Lalu bagaimana dengan ketua?." Kira memberanikan dirinya untuk bertanya pada ketuanya.


"Kau berani menyeret ketua mu dalam neraka kematian?. Tega sekali kau ya?." Hitoshi Tetsuya sepertinya belum juga siap?.


"Oh!. Baiklah. Akan aku kerjakan sendiri malam ini, tapi!." Kira benar-benar sangat kesal dengan mereka semua, hingga ia berdiri sambil menatap mereka semua dengan penuh kemarahan yang sangat luar biasa.


"Tapi apa?!." Mereka serentak terkejut dengan apa yang dilakukan Kira.


"Jangan membuat aku serangan jantung duluan sebelum aku bertemu dengan malaikat kematian." Satoru Iwata hampir saja menjitak kepala Kira karena ia sangat terkejut.


"Berikan pengumuman kepada warga kota atau kepolisian yang melalui jalur gunung kabut merah. Jangan lewati jalur itu, biarkan jalur itu kosong setelah jam sebelas malam." Kira yang terlanjur marah pergi meninggalkan mereka setelah berkata seperti itu.


"Hanya itu saja?." Satoru Iwata hanya ingin memastikan itu.


"Ya, hanya itu saja." Balasnya sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan kantor. Rasanya gerah lama-lama berada di sana.


"Baik, akan kami lakukan." Koji Isao yang membalasnya. Sedangkan mereka semua mencoba bernafas lega dengan kegilaan yang dilakukan Kira?. Apakah dia tidak takut mati jika bertemu dengan Akazuki Daiji?. Apakah dia pikir nyawanya bisa diriset ulang seperti sebuah permainan?. Jangan gila kau!.

__ADS_1


...***...


__ADS_2