
Kira on.
Di alam bawah sadar Sakurai saat ini. Rasanya saat ini ia sedang menangis sedih. Hatinya sangat sakit karena Kira telah meninggalkannya seorang diri. Namun saat itu Kira datang dengan senyuman yang sangat ramah.
"Untuk apa kau datang padaku!." Ia berusaha untuk menekan perasaannya saat itu. Hatinya jauh lebih sakit ketika melihat ada sebuah pisau yang tertancap di dada Kira. "Kau telah berbohong padaku!." Teriaknya sambil menangis pedih. "Kau mengatakan padaku!. Jika kau tidak akan mati dengan mudahnya!. Tapi apa yang terjadi?!." Bentaknya dengan suara keras. Ia melampiaskan rasa sakit hati yang ada di dalam hatinya saat itu.
"Senpai tenang saja." Kira masih tersenyum ramah. "Bukankah aku telah mengatakan pada senpai?. Jika aku tidak akan mati jika senpai belum mengizinkan aku untuk mati." Lanjutnya tanpa beban. "Kalau begitu bangunkan aku saat sidang yang akan senpai lakukan. Tunggu aku, aku akan datang dan saat itu tampar lah aku sekuat hati senpai dengan darahku." Setelah berkata seperti itu Kira menghilang, membuat Sakurai panik.
"Kira!." Dengan suara yang sangat keras ia menyebut nama Kira. Saat itu ia terbangun dari tidurnya. Tentunya itu membuatnya terkejut, karena ternyata itu adalah mimpi?. "Kira." Kembali ia menyebut nama Kira. "Aku harap kau tidak berbohong padaku kira." Dalam hatinya sangat berharap, jika apa yang dikatakan oleh Kira itu sangat benar.
Aku tidak akan pernah membiarkan Sakurai Senpai sendirian. Bahkan jika aku jauh darinya, aku akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya untuk mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melakukan apapun demi melindungi Sakurai Senpai. Bahkan melalui alam bawah sadar pun akan aku lakukan.
"Ho?. Rupanya kau telah bangun nakamoto kun." Daisuke Watanabe sepertinya masih mengawasi Sakurai. "Besok kau akan di sidang karena kejahatan yang telah kau lakukan. Jadi malam ini aku biarkan kau bebas untuk sementara waktu." Daisuke Watanabe terlihat sangat puas. "Aku harap kau tidak gila saat sidang itu nantinya." Lanjutnya lagi dengan masa merendahkan Sakurai.
"Jadi besok sidang?." Dalam hati Sakurai sedikit mengingat apa yang dikatakan Kira di alam bawah sadarnya. "Heh!." Kira mendengus kecil. Tentunya itu membuat Daisuke Watanabe heran melihatnya.
"Apa yang membuatmu merasa senang nakamoto kun?." Daisuke Watanabe malah terlihat sangat kesal?. "Apakah kau mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa kau akan kehilangan kewarasan yang kau miliki?." Sangat jelas sekali, bahwa Daisuke Watanabe memang tidak menyukai Sakurai.
"Jika memang benar apa yang dikatakan kira, maka itu akan menjadi hal yang sangat mengejutkan nantinya." Dalam hati Sakurai mencoba untuk tetap tegar. "Kau tidak boleh berbohong padaku kira." Hanya kira lah satu-satunya harapan yang ia miliki.
Aku akan datang pada saat itu, bahkan dalam keadaan mati sekalipun. Aku harus menyelamatkan Sakurai senpai dari kegelapan yang ia rasakan selama ini.
__ADS_1
Erika Toda, Jun Hayama dan Higashi Arashi saat ini sedang menghadap Yamamura Tani. Mereka telah melaporkan apa yang telah mereka lakukan. Rasanya sangat puas luar biasa, hingga mereka memperlihatkan senyuman lebar, serta suasana hati mereka yang sangat baik.
"Dia telah berhasil kami singkirkan. Mayatnya telah kami masukkan ke dalam peti mati, dan siap dibakar hari ini juga." Erika Toda terlihat sangat senang.
"Jadi begitu?." Yamamura Tani sangat senang mendengarnya. "Pantas saja raut wajah kalian sangat bahagia." Lanjutnya lagi.
"Tentu saja." Erika Toda tersenyum penuh kemenangan.
Sepertinya mereka memiliki hubungan satu sama lain. Kira belum melihat hubungan itu?. Apakah Kira salah lihat pada saat itu?. Belum ada yang mengetahuinya.
"Kami tidak akan membuat mereka menghentikan apa yang kami lakukan selama ini." Erika Toda sangat tidak rela untuk itu.
"Benar apa yang dikatakan nyonya toda benar." Kali ini Higashi Arashi yang bersuara. "Jika kami tidak segera menghentikan kira, maka kami tidak akan bisa melakukan apapun yang kami inginkan." Hatinya sangat menggebu-gebu saat ini karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Kira telah mati setelah ditikam oleh Erika Toda.
"Benarkah?." Yamamura Tani sangat tertarik dengan ucapan itu.
"Ya. Dia mengetahui jika saya yang telah menembak kaisar lima belas tahun yang lalu. Juga penembakan pejabat lainnya yang sedang naik pangkat." Jawabnya sedikit heran. "Pada saat itu matanya sedang tertutup." Itulah yang membuat Jun Hayama semakin heran.
"Ya, kau benar." Higashi Arashi sangat setuju dengan ucapan itu.
"Tapi setidaknya dia telah tewas. Jadi kita tidak perlu memikirkan itu." Jun Hayama sangat bersyukur akan hal itu.
__ADS_1
Mereka semua sangat senang dengan kematian Kira, dengan begitu tidak ada lagi hal yang mereka takutkan setelah ini.
"Lalu bagaimana dengan nakamoto sakurai?. Apakah dia masih bisa bertahan?." Yamamura Tani tersenyum kecil mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Jika kira telah mati, maka dengan mudahnya ia akan disingkirkan." Erika Toda tidak perlu menguras tenaga dan pikiran jika hanya untuk melawan Sakurai.
"Hanya perlu melakukan sidang atas kejahatan yang telah ia lakukan, maka semuanya akan terlihat sangat sempurna." Jun Hayama telah membayangkan bagaimana situasi sidang nantinya.
"Kalian ini memang sangat bersemangat sekali." Yamamura Tani tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya.
Biarkan mereka mau merencanakan apa, aku telah mengetahui semuanya dengan sangat jelas, jika mereka akan melakukan apa setelah ini. Tapi ingat, aku adalah seorang polisi yang memiliki kekuatan iblis yang dapat melakukan apa saja.
Dua hari telah berlalu, kini Sakurai menjalani sidang atas kasus pembunuhan yang telah ia lakukan pada Kozara Uehara. Banyak kepolisian yang menuntut atas apa yang telah ia lakukan, termasuk di dalamnya adalah Daisuke Watanabe dan Sasaki Taka yang sama sekali tidak menyukai Sakurai.
Saat ini ia sedang menjalani sidang yang sangat berat tanpa adanya Kira yang membantunya, atau yang akan menyelamatkannya dari jerat hukuman. Hatinya sangat sedih karena Kira belum juga menunjukkan dirinya. Sungguh hatinya sangat hancur ketika mereka dengan mudahnya membacakan tentang kejahatan yang telah ia lakukan yang terekam oleh CCTV?.
"Kau benar-benar laknat kira!." Dalam hatinya menangis dengan apa yang telah ia alami pada hari itu. Hatinya semakin sangat pedih ketika mereka membacakan kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan.
Kenapa kau malah mengumpat diriku Sakurai Senpai?. Apa karena aku belum datang untuk membantumu?. Orang-orang berkata pahlawan yang sesungguhnya datang diwaktu yang tepat. Jadi kau harus bersabar sedikit lagi Sakurai Senpai. Aku pasti datang.
Kira off.
__ADS_1
Kira off.