
...***...
Kira on.
Kau tidak akan bisa lari dari tanggungjawab, maka jika kau ingin melakukan sesuatu kau harus memikirkan sebab akibat yang akan kau dapatkan nantinya. Jangan sembarangan kau bertindak di dunia ini, seakan-akan kau merasa berkuasa. Ingat!. Dunia ini banyak manusia lainnya yang hidup, dan kau adalah salah satunya, maka hati-hati jika kau ingin di atas yang lainnya. Jangan sampai kau menginjak orang yang salah karena sikap serakah yang kau miliki.
Kira off.
Satoru Iwata saat ini sedang menuju ke kediaman Yamamoto Shohei yang saat ini bertugas untuk menjemputnya. Tentunya ia mendapat tugas penting itu dari Hitoshi Tetsuya sebagai ketua mereka. Kedatangannya membuat mereka yang berada di sana sangat terkejut dan tidak menyangka sama sekali.
"Eh?. Ada apa ini?. Kenapa tiba-tiba ada polisi yang datang?." Setidaknya itu yang keluar dari mulut mereka.
"Apakah ada masalah yang terjadi?." Yamamoto Shohei sebagai pemilik rumah sangat terkejut, karena pada saat itu ia sedang mengadakan pergelaran acara pengenalan benda antik pada pembeli terkenal lainnya.
"Kami dari pihak kepolisian tingkat kota higashiyama." Satoru Iwata menunjukkan surat izin penangkapan pada hari itu. Ia datang bersama anggota kepolisian lainnya.
"Maaf?. Apa maksudnya ini?." Yamamoto Shohei tidak terima dengan itu semua.
"Apakah anda adalah yamamoto shohei?." Satoru Iwata ingin memastikan orang yang ia tangkap, walaupun ia sangat kenal?.
"Ya, saya adalah yamamoto shohei." Jawabnya dengan sangat yakin. "Ada masalah apa sehingga anda datang ke tempat ini?." Ia ingin mengetahui kenapa rumahnya didatangi polisi.
"Aku datang dengan surat izin penangkapan atas nama nakagawa shohei. Pemilik benda antik palsu, serta kasus penipuan yang anda lakukan." Ia juga menunjukkan bukti beberapa tindakan yang telah dilakukan Yamamoto Shohei, namun serinya ia sangat tidak terima sama sekali.
"Kau tidak memiliki bukti untuk menangkap aku!." Baginya itu bukanlah bukti yang dapat memberatkan dirinya.
"Sebaiknya jangan melawan. Jika anda memiliki banyak keluhan sebaiknya di kantor polisi saat diinterogasi nanti, atau anda bisa menyewa pengacara nantinya." Satoru Iwata sangat kesal karena Yamamoto Shohei melawan ketika hendak ditangkap?. Apalagi tamu-tamunya malah melotot ke arahnya?. "Untuk saat ini anda lebih baik menurut saja, karena dari informasi yang akurat yang kami dapatkan, seharusnya anda termasuk salah satu target akazuki daiji." Saking kesalnya dengan situasi seperti itu Satoru Iwata terpaksa mengatakan itu pada Yamamoto Shohei agar ia patuh padanya.
"Ti-tidak mungkin." Yamamoto Shohei sangat terkejut mendengarkan itu.
__ADS_1
"Tidak ada yang tidak mungkin jika banyak orang-orang yang menginginkan kematianmu, karena kau orang yang suka menipu orang lain hingga mereka putus asa dan meminta bantuan pada akazuki daiji untuk membunuhmu." Bisiknya supaya hanya Yamamoto Shohei saja yang mendengarkan apa yang ia katakan.
"Baiklah, untuk tamu yang hadir silahkan meninggalkan tempat." Satoru Iwata mengusir mereka semua dari sana. "Namun jika ada yang terlibat diantara kalian, kami pasti akan menangkap kalian nantinya." Lanjutnya lagi dengan senyuman ramah. Mereka hanya menurut saja karena tidak ingin berurusan dengan kepolisian jika mereka melawan nantinya.
"Kalian semua, suruh mereka semua pergi dari sini. Kosongkan tempat ini dan beri tanda larangan masuk." Perintahnya pada beberapa polisi yang dayang bersamanya tadinya.
"Siap!. Laksanakan." Mereka melakukan apa yang dikatakan Satoru Iwata.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
Sementara itu Kira baru saja keluar dari rumah sakit. Saat ini ia berada di sebuah tempat yang bisa ia gunakan untuk istirahat?. Di sana ada sebuah kaca yang cukup besar hingga menampakkan seluruh tubuhnya?. Itu adalah hotel kecil yang cukup rapi untuk ia gunakan istirahat sejenak. Sebelum ia kembali ke kantor untuk interogasi nantinya.
"Oh?. Kakiku benar-benar sudah sembuh." Ia tidak lagi merasakan sakit karena perban yang ia gunakan ia lepas dengan sendiri tanpa bantuan siapapun. Pahanya yang mulus sempat digores dengan pisau mematikan milik pembunuh sadis. "Akazuki daiji. Aku akan membunuhmu setelah ini. Berani sekali kau melukai kakiku." Kira sangat dendam pada Akazuki Daiji.
"Kau memang iblis sejati akuma rinku." Ada sosok lain yang seakan-akan menemaninya. Namun sosok itu berada di dalam cermin, menyerupai dirinya, namun penampilannya lebih sadis lagi.
"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya?." Sosok itu sengaja bertanya seperti itu.
"Akan aku tunjukkan padanya bagaimana cara kerja seseorang yang memiliki level di atasnya." Ia menyeringai lebar ketika ia membayangkan mengalahkan Akazuki Daiji. Namun ada dendam lain yang ingin ia sampaikan pada Akazuki Daiji yang telah membuatnya mengamuk besar.
"Akan aku lihat itu dengan baik. Perlihatkan padaku bagaimana kau bermain di level yang berbeda dengannya." Sosok itu merasa sangat terhibur dengan apa yang dikatakan oleh Kira. Ia sangat tertarik dengan apa yang dilakukan Kira.
"Tentu saja." Kira tidak akan tanggung-tanggung dalam bertindak. Karena itulah ia harus dengan sangat yakin melakukan ini. "Tapi aku ingin lihat berapa lama bagi iblis rendahan seperti dia sembuh?." Ia teringat dengan Akazuki Daiji yang juga terluka karena dirinya. "Tangan busuk itu telah banyak membunuh nyawa yang busuk juga." Namun ia sangat geram dengan apa yang telah ia dapatkan pada saat itu. "Ingin rasanya aku memotong tangan itu sampai putus. Harusnya aku tidak menusuknya saja, harusnya aku potong saja kan?. Tangannya yang busuk itu." Ia semakin geram dan marah mengingat perasaan belas kasihan yang ia tunjukkan pada saat itu.
"Ahaha!. Kau sangat menarik sekali akuma rinku. Aku sangat terhibur dengan apa yang kau lakukan. Kau memang iblis sejati dari lahir." Sosok itu tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang dikatakan Kira, ia semakin senang dan bersemangat. "Aku ingat saat kau hampir saja membunuh pacar teman mu karena dia telah berniat tidak senonoh padanya. Kau potong itunya tanpa bekas kasihan, ahahaha!. Kau memang iblis yang tidak manusiawi, hahahaha!." Ya, sosok itu selalu menjadi saksi apa yang telah dilakukan oleh Kira selama ini.
"Diam!. Itu hanyalah masa lalu. Dan sekarang akan aku bunuh iblis tidak berguna itu." Ia juga sangat kesal dengan sosok itu, hingga ia juga marah pada sosok itu. "Baunya saja sudah busuk, apalagi niat yang ada di kepala busuknya itu. Rasanya aku enggan sekali melihat apa saja yang telah dia kerjakan." Rasanya ia tidak ingin lagi melakukan itu, namun ada dendam yang harus ia sampaikan pada Akazuki Daiji. Dendam apakah itu?.
__ADS_1
"Ya, itu terserah kau saja akuma rinku. Aku akan menunggu pertunjukan yang terbaik darimu." Setelan berkata seperti itu sosok itu menghilang, dan bayangan cermin Kira kembali menjadi dirinya yang normal. Sosok itu juga sangat memahami bagaimana kemarahan yang dirasakan oleh Kira selama ini.
"Ya, lihat saja pada hari itu tiba." Sorot mata itu terlihat sangat tajam, hatinya sangat bergemuruh ketika mengingat apa yang telah terjadi di masa lalu. Apakah yang tejadi sebenarnya?. Dendam apa yang ingin disampaikan Kira pada Akazuki Daiji?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di sisi lain. Saat ini Koji Isao saat ini sedang menemui Kirihata Nozomi yang sedang berada di tempat keramaian. Tempat yang biasanya dimana orang membeli lotre keberuntungan.
"Kirihata nozomi san?." Koji Isao bertanya dengan hati-hati ia bertanya pada seseorang yang sedang antri bersama yang lainnya.
"Ya, aku kirihata nozomi." Jawabnya agak takut, karena ia trauma dengan penipuan yang telah membuatnya rugi dalam jumlah yang sangat besar.
"Kau ikut kami ke kantor polisi, karena kami memiliki beberapa urusan denganmu." Koji Isao menunjukkan identitasnya sebagai seorang polisi kota Higashiyama.
"Memangnya kesalahan apa yang telah aku lakukan sehingga aku dibawa ke kantor polisi?." Tentunya ia bertanya kenapa ia dibawa ke kantor polisi, kan?.
"Kau memang tidak salah apa-apa. Tapi kami ingin meminta keterangan jika kau pernah bertemu dengan akazuki daiji. Itulah yang menjadi masalahnya." Koji Isao menjelaskan kenapa ia dibawa.
"Tidak!." Kirihata Nozomi sangat terkejut karena ada orang lain yang mengetahui jika dirinya bertemu dengan Akazuki Daiji?.
"Oopssh!. Kau tidak bisa lari." Koji Isao segera menahan Kirihata Nozomi agar tidak lari, hingga tindakannya itu sedikit menarik perhatian mereka yang berada di sana.
"Kami bukan hanya bertanya tentang akazuki daiji saja, melainkan keterlibatan mu dengan yamamoto shohei. Aku yakin kau kenal dengan dia." Bisiknya agar tidak menimbulkan keributan. "Kau tenang saja, kami tidak akan menahan mu, justru kami malah akan membantumu menyelesaikan masalah yang kau hadapi dengannya jika kau memang memiliki bukti jika dia bersalah." Itulah yang ia katakan supaya Kirihata Nozomi tidak melawan lagi.
"Baiklah. Aku akan ikut." Kirihata Nozomi juga tidak mau melawan karena ia takut diperlukan dengan tidak baik. Ia hanya menurut saja dengan apa yang dikatakan Koji Isao padanya.
"Ok. Jadikan warga sipil yang baik." Koji Isao sangat senang, dengan seperti itu tugasnya berjalan dengan lancar.
Setelah itu ia membawa Kirihata Nozomi ke kantor polisi. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta.
__ADS_1
Next halaman.
...***...