
...***...
Di Rumah Sakit umum khusus untuk anak.
Kira memasuki ruangan rawat Misaki Ruka, tentunya ia sangat khawatir dengan keadaan anak itu. Ia berusaha untuk tersenyum walaupun terasa sangat sulit baginya?.
"Ruka chan." Kira mencoba untuk akrab dengan anak perempuan manis itu.
Ruka yang pada saat itu sedang duduk melamun tiba-tiba saja bereaksi mendengarkan suara Kira. Ruka langsung mendekati Kira dan memeluknya dengan sangat erat. Namun perasaan suasana hatinya sangat iba yang dalam atas apa yang telah ia rasakan pada saat itu.
"Ayah?. Apakah kau datang untuk melihat keadaanku?." Ruka bahkan memanggil Kira dengan sebutan ayah.
"Ruka chan bahkan memanggilnya dengan sebutan ayah." Dalam hati dokter Mitsuru Ran sangat kagum dengan apa yang telah ia saksikan pada saat itu. "Sangat ajaib sekali." Dalam hatinya sangat terpesona dengan hawa baik yang diperlihatkan Kira.
"Tentu saja ayah datang untuk melihat keadaan ruka chan." Kira merasa bersimpati pada anak kecil itu.
"Kalau begitu kapan ayah akan membawa ruka keluar dari sini?." Ia menatap Kira dengan penuh harapan yang sangat luar biasa.
"Secepatnya ayah akan membawa ruka keluar dari sini." Kira tersenyum lembut. "Setelah keadaan dunia luar benar-benar aman untuk ruka nantinya." Kira hanya tidak ingin anak sekecil itu merasakan bagaimana trauma yang mendalam nantinya hanya karena kejadian pahit yang menimpanya.
"Um." Ruka sangat menurut dengan apa yang telah dikatakan Kira padanya.
"Nanti jika ayah ke sini lagi, ayah janji akan membawa makanan, minuman, juga mainan yang ruka chan sukai." Kira mengelus kepala Ruka dengan sayang.
"Benarkah itu ayah?." Pada saat itu Ruka terlihat ceria, ia sangat bahagia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kira padanya.
"Tentu saja." Kira telah membuat janji pada seorang anak kecil. Tentunya janji itu sewaktu-waktu akan ia tagih.
...***...
__ADS_1
Di Kantor Pusat Kepolisian Higashiyama.
Katashi Arata pada saat itu menerima laporan yang masuk. Laporan yang baru saja masuk. Kasus dimana seorang wanita meninggal karena melompat dari jembatan yang membelah laut kota Higashiyama utara dengan kota Besar Agri daya. Kota yang berisikan orang-orang yang sangat ahli dalam pertanian. Kembali pada masalah yang terjadi, mereka semua belum memastikan apa penyebab utama dari wanita itu melompat ke Laut.
"Dugaan sementara adalah bunuh diri." Katashi Arata melihat ada sebuah artikel yang telah memposting kabar yang telah beredar. "Apakah kasus tahun ini dan tahun sebelumya akan sama?." Sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi. "Sungguh kasus yang sangat aneh dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin kasus yang hampir sama bisa terjadi setiap bulan dan setiap minggu bahkan setiap tahunnya?." Katashi Arata sangat bingung dengan apa yang telah menimpa Kota Higashiyama sangat besar ini?.
"Kira, aku akan meminta bantuan padanya." Katashi Arata mungkin bisa mempercayai masalah ini pada Kira mantunya.
...***...
Di Stasiun kereta api terbesar di kota Higashiyama. Saat ini Amaya Hanako dan Kichiro Seira, mereka sedang mengamati bagaimana padatnya kondisi stasiun kereta api pada saat ini. Entah itu yang mau pergi bekerja atau hanya sekedar lewat saja?.
"Bagiamana menurutmu hanako san?. Apakah ada kemungkinan orang-orang mencurigakan dari mereka semua?." Kichiro Seira ingin mendengarkan pendapat temannya itu.
"Rasanya memang sangat sulit untuk menebak siapa yang paling mencurigakan diantara keramaian yang seperti itu." Amaya Hanako sulit untuk memberikan jawaban gang sangat pasti pada temannya itu. "Tahu-tahunya mereka telah terjatuh di rel kereta api ketika kereta api hendak berhenti di sini." Amaya Hanako juga tidak mengerti bagaimana kejadian itu yang sebenarnya.
"Sepertinya itu ide yang sangat baik." Amaya Hanako sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya.
"Kenapa kita mari kita lanjutkan penyelidikan ini. Aku ingin melihat seberapa jauh mereka jatuh di sini." Kichiro Seira melihat ke arah beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas.
...***...
Kira baru saja hendak meninggalkan kawasan rumah sakit, akan tetapi pada saat itu ia tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang.
"Ho?."
Keduanya sangat terkejut ketika mengenali seseorang?.
"Inuzuka kira?." Seseorang telah menyebut nama aslinya?.
__ADS_1
"Oh?. Michio rei?." Kira juga mengenali siapa yang telah menyebut namanya itu.
"Sudah lama tidak bertemu ya?." Michio Rei tidak menyangkakan matamu dengan temannya.
"Ya, aku rasa memang seperti itu." Kira hanya tersenyum kecil saja. "Tapi apa yang kau lakukan di sini?. Bukankah kau bekerja di Perusahaan yang sangat terkenal?." Kira masih ingat dengan temannya itu.
Mereka melanjutkan perjalanan, mungkin mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.
"Tapi kau terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu." Kira dapat melihat bagaimana raut wajah temannya yang terlihat sangat cemas. "Apakah kau sedang mengalami masalah saat ini?." Kira mencoba menebak keadaan temannya.
"Aku harap ini adalah sebuah keberuntungan bagiku ketika kau bertemu denganmu." Michio Rei tersenyum kecil. "Akan aku ceritakan padamu apa yang terjadi sebenarnya. Aku harap kau bisa membantuku kira. Karena ini adalah masalah yang cukup serius." Michio Rei seperti sedang memohon pada Kira agar dapat membantunya.
...***...
Di sebuah tempat.
Ada seorang pemuda yang saat ini sedang dipenuhi oleh hasrat yang sangat berbeda dari yang lainnya. Senyuman penuh kebanggaan seakan-akan ia sedang menggenggam dunia ini. "Hasrat. Manusia memilih hasrat yang berbeda-beda, tapi hasil terbesar di dalam hidupku itu memang sangat berbeda dari yang lainnya. Hasrat yang sangat luar biasa yang pernah aku rasakan di dunia ini." Senyuman yang tidak biasa, terlihat sangat menyeramkan dari senyuman orang normal pada umumnya. "Mendorong seseorang, kemudian ia jatuh karena dia tidak memilki pegangan hidup. Sehingga dorongan kecil saja dapat membuatnya langsung jatuh begitu saja." Tatapan matanya menerawang jauh, selalu mengingat dan merasakan bagaimana ketika ia melakukan itu.
...***...
Kantor kepolisian kota Higashiyama.
Katashi Arata telah memberikan informasi baru mengenai masalah yang terjadi pada anggotanya. Ia sangat berharap, jika mereka semua dapat menyelesaikan masalah itu dengan sangat baik.
"Apa yang terjadi sebenarnya pada kota ini?." Dalam hatinya bertanya-tanya mengenai masalah yang sangat meresahkan ini?. "Apakah ini adalah sebuah kutukan yang sangat mengerikan yang terjadi sepuluh tahun yang lalu?." Hatinya sangat resah mendengarkan kabar ada seseorang yang mengalami kecelakaan yang mengerikan seperti itu. "Kepolisian tidak memiliki barang bukti apapun untuk dijadikan sebagai tindakan kejahatan." Itulah yang sedang ia keluhkan pada saat itu. "Siapa yang akan menyelesaikan masalah ini?." Keluhnya lagi.
Next.
...**...
__ADS_1