MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 22


__ADS_3

...***...


Kira on.


Aku sengaja menyuruh mereka kembali. Pada saat penembakan itu aku melihat dengan jelas, dia yang telah merencanakan itu semua. Karena itulah aku menyuruh mereka kembali. Apalagi setelah mengetahui jika aku belum mati. Aku yakin dia memiliki rencana yang lebih parah lagi. Aku tidak mau itu sampai terjadi. Itu bisa menggambar perjalanan kami untuk menangkap orang itu. Tapi aku telah menyuruh ryoma dan naoki untuk mengawasinya. Aku sangat curiga padanya. Tunggu saja, pada saatnya kau aku bunuh. Karena kau sangat layak untuk mati!. Dosa yang telah kau lakukan sangat tidak bisa diampuni!. Oh,iya pembaca tercinta. Jangan lupa dukungannya ya. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.


Kira off.


Sakurai telah sampai di Amekaze. Wilayah yang memiliki temperatur yang cukup bagus untuk di tinggali. Oke, bukan saatnya membahas kenapa wilayahnya bernama Amekaze. Tapi untuk sekedar informasi, agar waspada pada kondisi wilayah Amekaze yang sama sekali tidak bersahabat membuat kita bisa terjebak selamanya di kawasan itu. Penduduknya yang sangat tidak ramah pada pendatang asing, serta sikap dan pekerjaan yang ditekuni oleh penduduk Amekaze sangat tidak bersahabat sama sekali. Namun untuk saat ini Sakurai ingin melupakan bahaya yang akan mereka dapatkan jika berada di kawasan Amekaze. Ada hal yang mengganjal yang ia rasakan pada saat Kira menyuruh Naoki, Ryoma, dan Sayaka untuk kembali.


"Kira, kenapa kau menyuruh mereka kembali ke higashiyama?. Apa yang kau rencanakan sebenarnya?." Sakurai sama sekali tidak mengerti kenapa Kira melakukan itu.


"Apakah kau tidak menyadarinya sakurai?." Kira malah balik bertanya. "Apakah kau tidak menyadari pada saat kasus penembakan itu?." Kira memberikan gambaran pada Sakurai mengenai apa yang menimpanya pada saat itu. "Apakah kau masih saja belum menyadari siapa peran sayaka dalam kasus yang kita atasi pada saat ini?. Sangat terlihat jelas bahwa dia telah memiliki rencana untuk masuk ke dalam kasus ini hanya untuk menghentikan kita." Lanjutnya.


"Aku melihatnya kira." Tentunya Sakurai dapat menyadari itu dengan sangat baik. "Artinya kau sangat curiga padanya ya?. Atas apa yang telah kau alami." Sakurai ingin memastikannya sendiri.


"Ya. Aku sangat curiga padanya. Jika dia adalah suruhan seseorang untuk memata-matai kita melakukan apa." Kira terlihat sangat serius. "Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi dengan apa yang telah kita lakukan, sehingga ia mengirim seseorang untuk menembakku di hadapanmu. Supaya dia menjadi saksi, bahwa dia memang bisa menyingkirkan aku tanpa menggunakan tangannya sendiri." Kira sangat yakin dengan itu.


"Memang aneh, karena selama ini tidak ada yang mau membantuku. Memang aneh jika tiba-tiba saja dia datang." Sakurai juga merasakan keanehan itu. "Apakah kau bisa melihat sesuatu darinya ketika kau menatap matanya?. Apa yang kau lihat darinya?." Sakurai juga ingin mengetahui informasi itu dari Kira. "Apalagi setelah mengetahui jika kau masih hidup selalu terkena tembakan itu." Sakurai tampak berpikir. "Aku yakin dia akan mengatakan masalah itu pada orang yang telah menyuruhnya. Apakah kau tidak bisa melihat sendiri celah dari kegelapan yang ia miliki?." Sakurai sangat tidak sabar.


"Sangat gelap. Aku tidak bisa masuk ke dalam pikirannya terlalu jauh. Karena dihatinya hanya ada kegelapan, dan ambisi ingin membunuh." Jawab Kira dengan berat hati. "Meskipun mataku bisa melihat apa saja, namun yang aku lihat darinya hanyalah kegelapan, ambisi yang sangat tidak baik. Hatinya hanya dipenuhi kegelapan yang sangat kental." Kira telah mencobanya berkali-kali akan tetapi tetap tidak bisa menembus batas kegelapan itu dari mata mereka semua.


"Jadi dia adalah seorang kriminal sejati?. Kekuatan iblis apa yang dia miliki?." Sakurai sedikit bertanya. "Sangat disayangkan sekali." Ada perasaan kecewa yang ia rasakan pada saat itu.


"Hasrat membunuh yang sangat tinggi. Membunuh tanpa diketahui oleh orang lain bagaimana caranya ia membunuh orang lain. Kekuatan tidak berguna seperti itu hanya akan membawa bencana untuk orang tua." Kira tidak bisa membayangkan ada kekuatan iblis yang seperti itu. "Mereka adalah tipe iblis yang sangat tidak baik." Kira sangat tidak suka dengan tipe iblis seperti mereka. "Hanya memiliki hasrat untuk membunuh saja. Harus darah, ingin terus dan terus meskipun hasrat mereka telah melimpah, malah mereka ingin lebih lagi." Sungguh, Kira sangat tidak suka dengan tipe yang seperti itu.

__ADS_1


"Mengerikan sekali. Membunuh yang seperti itu bahkan lahir ke dunia ini?." Sakurai merinding membayangkannya. "Apakah menurutmu dia terlihat dalam pembunuhan sepuluh tahun yang lalu?." Sakurai kembali bertanya. "Apakah kau tidak bisa melihat celah apakah dia adalah anggota yang terlibat juga?. Sehingga dia ingin mengamalkan apa yang telah kita lakukan." Sakurai ingin mengetahui relasi yang sedang terjadi diantara mereka semuanya.


"Tidak, dia tidak terlibat sama sekali. Dia hanya membunuh anak remaja saja." Kira mencoba menerawang. "Hanya itu yang aku lihat. Namun dia membawa relasi seseorang yang memiliki hubungan dengan kasus ini." Jawab Kira lagi.


"Sial!. Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa masuk ke dalam kepolisian?!." Sakurai sakit hati mendengarnya. "Setelah masalah ini selesai, aku ingin kau menyelidiki identitasnya!. Akan aku hadapi dia!." Hatinya sedang memburu oleh keinginan yang sangat kuat. "Aku penasaran dengan apa yang kau katakan tadi." Sakurai sedikit menyimak apa yang dikatakan Kira. "Rasanya aku pernah mendengarkan kasus ada anak remaja yang mati dengan sangat mengenaskan akibat aksi gilanya." Sakurai tidak ingin melewatkan masalah ini begitu saja. Mungkin saja orang itu ada hubungannya dengan masalah yang dulunya sempat tertunda. Apakah benar orang itu yang telah membuat relasi antara mereka?.


"Baiklah. Akan aku kerjakan apapun yang kau minta." Tentunya Kira akan melakukannya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan Kira lakukan untuk Sakurai?. Bagaimana perjalanan mereka menuju Amekaze?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu, Ryoma, Naoki dan Sayaka telah sampai di kawasan Higashiyama. Namun saat itu Sayaka meminta untuk turun, ia tidak mau ikut ke kantor bersama yang lainnya.


"Hum?. Kau yakin ingin turun di sini?." Naoki sedikit heran. "Apakah kau yakin ingin turun di sini?." Itu sangat mengherankan baginya. Karena ini sangat tidak biasa, dan terasa sangat aneh.


"Tidak apa-apa. Aku ingin melakukan sesuatu." Tanpa menunggu tanggapan dari mereka, ia langsung turun begitu saja. Keduanya pun tidak menghentikan Sayaka, mereka hanya diam saja.


Brak!.


Sayaka sedikit membanting pintu mobil, membuat keduanya sedikit terkejut.


"Apa yang akan kau lakukan?. Si anjing itu menyuruh kita mengawasi sayaka. Apakah kita akan melakukannya?." Naoki bertanya pada Ryoma yang berada di sampingnya.


"Menurut si anjing itu. Sayaka orang yang sangat mencurigakan." Ryoma masih memikirkan apa yang akan ia lakukan. "Tapi si anjing itu sangat serius membutuhkan bantuan dari kita berdua. Dia juga sangat serius membantu sakurai. Aku yakin dia melihat hal yang berbeda pada sayaka." Ryoma kesulitan untuk menjelaskan dengan kata-kata.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Jika memang itu aku akan ikut membantu mereka." Naoki hanya bisa ikut saja. Meskipun ia tidak mengerti, apakah yang ia kerjakan itu akan berdampak buruk padanya nantinya atau tidak. Ia sudah terseret oleh mereka semua. Tidak ada alasannya untuk melarikan diri. "Aku ingin membuktikan, apakah yang diajukan anjing itu benar atau tidak." Lanjutnya.


Sedangkan Sayaka. Saat ini ia sedang menghubungi Nyonya X.


"Jadi kau disuruh kembali oleh anjing itu?." Nyonya X bertanya lewat telepon.


"Ya, sepertinya dia memiliki rencana yang tidak ingin kami ketahui." Jawab Sayaka. "Izinkan saya untuk membunuhnya secara langsung di amekaze. Rasanya saya tidak tahan lagi ingin membunuhnya." Sasana hatinya sedang memanas.


"Tidak. Kita memiliki hal penting lainnya untuk dikerjakan." Nyonya X langsung membantah, tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sayaka.


"Memiliki hal yang penting?." Sayaka sedikit bingung. "Apakah nyonya memiliki rencana lain untuk membunuhnya?." Sayaka sedikit tertarik.


"Ya, sebut saja seperti itu. Karena itulah segera kembali. Kau tidak usah berkecil hati. Aku memiliki rencana selanjutnya." Dengan tenangnya nyonya X berkata seperti itu. "Lagipula saat mereka sampai di amekaze, mereka sendiri yang akan membunuh takahashi mizuki. Jadi biarkan saja mereka melanjutkan pekerjaan kita yang belum selesai. Sedangkan kau cepat temui aku. Kita lakukan rencana yang lebih menarik lagi. Mari kita rasakan sensasi pembunuhan sadis." Nada bicaranya sangat kejam, namun ia menikmati itu dengan baik.


"Baiklah. Jika itu yang nyonya inginkan. Saya akan mengikuti apapun yang nyonya lakukan." Sayaka kembali bersemangatnya, ia sangat senang jika ia akan melakukan pembunuhan sadis. "Heh!. Sensasi ini sangat menyenangkan sekali." Dalam hatinya tidak sabar lagi ingin melakukan hal yang lebih menantang lagi. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


Sementara itu.


Nyonya X sebenarnya sakit hati mendengar kabar jika Kira ternyata masih hidup. Ia tidak menduga jika Kira memiliki banyak nyawa, sehingga sekali tembakan tidak membuatnya mati dengan mudah?.


"Mari kita lihat, apakah kalian masih bisa bertahan setelah apa yang akan aku lakukan pada kalian?." Hatinya sedang bergemuruh. "Jika kalian masih lolos dari kawasan amekaze, maka aku akan melakukan rencana lainnya untuk menyingkirkan kalian berdua. Supaya kalian tidak menjadi duri dalam daging." Hatinya yang penuh kedengkian, saat ini sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan pada langkah selanjutnya. "Meskipun duri itu lembut, namun akan tetap menyakitkan daging itu jika bergerak. Sungguh tidak bisa dimaafkan begitu saja." Dalam hatinya mencoba membayangkan hal ekstrem seperti apa yang akan ia lakukan untuk mereka nantinya. "Rasanya aku tidak sabar melihat pertunjukan kalian berdua. Dua anjing tersesat masuk ke dalam lubang kegelapan yang menelan habis keduanya." Ia tertawa keras membayangkan itu. Hatinya sangat puas membayangkan apa yang akan ia lakukan pada mereka nantinya.


Apakah ia memang seorang wanita?. Kenapa ia melakukan kejahatan yang tidak manusiawi?. Apakah ia adalah salah satu dalang dalam kasus pembunuhan kasus Undangan Berdarah?. Jika tidak, kenapa ia mencoba menghalangi Kira dan Sakurai dengan mengirim Sayaka Akimoto untuk memata-matai mereka?. Bukankah sudah jelas?. Jika Sayaka itu adalah Naota Rui?. Ia adalah penjahat berdarah dingin yang membunuh remaja untuk kepuasan bejad yang ia miliki. Kapan kasus Undangan Berdarah akan selesai?. Kenapa Kira bergerak lama sekali?. Hanya untuk mengumpulkan para pelaku yang disuruh?. Apakah ia memiliki alasan?. Simak terus ceritanya ya?.


...***...

__ADS_1


__ADS_2