
...***...
Kira on.
Kasus kali ini sepertinya sangat menakutkan dari kasus yang sebelumnya. Kasus kali ini benar-benar kasus yang sangat sadis. Dimana korban semuanya adalah orang-orang yang terpandang semua. Memiliki pangkat yang sangat tinggi, terpandang dan juga memiliki beberapa hubungan dengan mata rantai kegelapan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah masalah ini dapat diatasi dengan baik?. Apakah mata iblis yang aku miliki dapat membantu mereka semua dalam menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik?. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungnya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti.
Kira off.
Pada siang harinya. Setelah selesai rapat tadi mereka kembali pada ruangan mereka berdasarkan kelas dan kelompok mereka masing-masing. Termasuk Kira yang merupakan anggota Harimau. Di ruangan itu ia dan ketiga temannya mencoba untuk diskusi dengan mereka. Apakah mereka benar-benar akan menyelesaikan masalah itu dengan baik?. Atau mereka akan mengalami kesulitan.
"Apakah kita benar-benar tidak bisa mengatasi masalah ini dengan baik?. Begitu banyak korban yang berjatuhan, hanya untuk menghentikan satu orang gila dalam bertindak." Satoru Iwata terlihat sedikit mengeluh.
"Ini kasus yang sangat mengerikan dalam sejarah kelam yang dimiliki higashiyama." Koji Isao ingin menyerah pada keadaan yang tidak bisa mereka atasi begitu saja.
"Apakah tidak ada sebuah cara yang dapat kita gunakan untuk membunuhnya?." Atsushi Ichirou tidak tahan lagi dengan apa yang ia rasakan pada saat itu.
"Pasti ada cara yang dapat kita gunakan untuk menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik." Kira terlihat sangat percaya diri. Sehingga menarik perhatian mereka.
"Ha?!." Raut wajah yang ia perlihatkan sangat tidak bersahabat sama sekali.
"Memangnya kau bisa apa sekarang anak baru?." Atsushi Ichirou menatap Kira dengan tatapan merendahkannya.
__ADS_1
"Kami bahkan tidak berani menghadapinya." Satoru Iwata yang berkata seperti itu. "Kami benar-benar dipaksa mundur olehnya karena aksi gila yang dia lakukan ketika dia kabur dari penjara. Tentunya kami selalu menghindari korban, jika dia melakukan aksi gilanya lagi." Satoru Iwata terlihat sangat sedih?.
"Tapi pada kenyataannya, banyak korban yang berjatuhan. Kepolisian higashiyama juga belum bertindak?. Apa lagi yang kalian tunggu?." Kira menatap tajam ke arah mereka semua. "Dia itu adalah iblis." Kira yang tadinya duduk bersama mereka kini bangkit. Tentunya membuat mereka memperhatikan dirinya yang terlihat sangat aneh karena kepercayaan diri yang ia miliki. "Akan aku buktikan pada kalian, jika aku bisa mengatasi masalah ini dengan sangat baik dari apa yang kalian pikirkan." Setelah berkata seperti itu Kira pergi meninggalkan tempat. Ia tidak mau membuang-buang waktu bersama mereka yang hanya bisa mengeluh saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak selengkapnya.
...***...
Sementara itu, di Gunung Kabut Berdarah.
Akazuki Daiji saat ini sedang merencanakan pembunuhan yang akan ia lakukan selanjutnya. Ia tersenyum senang saat melihat target berikutnya. Seringaiannya terlihat sangat menyeramkan, karena ia mengatakan pembunuhan seperti apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Heh!." Terdengar suaranya yang sedang mendengus kecil. "Mereka sangat membosankan sekali. Tidak ada yang berani melawan aku. Ini memang terasa sangat membosankan." Ia sedikit mengeluh dengan apa yang ia rasakan pada saat itu. "Tapi aku tidak bisa menghentikan diriku untuk tidak melakukannya." Tangannya mengambil pisau tajam yang ada di dekatnya pada saat itu. Apakah yang akan ia lakukan selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
"Permisi." Kebetulan pada saat itu ia melihat ada seorang wanita yang sangat cantik menurutnya Pade Saat itu.
"Ya?. Ada apa ya?." Wanita cantik itu terlihat waspada.
"Maaf nyonya. Saya adalah satuan kepolisian higashiyama." Ia menunjukkan kartu identitasnya.
"Oh, pak polisi?." Wanita itu terkejut saat mengetahui siapa yang datang ke rumahnya. "Ada keperluan apa pak polisi datang ke rumah saya?. Bukankah kasus ini hampir saja ditutup karena kalian tidak sanggup mengatasinya?." Wanita itu adalah istri dari mendiang Tuan Takahashi Arata. Hatinya sangat sedih ketika melihat bagaimana mereka yang menyerah menangani kasus itu. Hatinya sangat hancur saat mereka mengatakan padanya bahwa mereka sebisa mungkin akan melakukannya?. "Lalu untuk apa pak polisi datang ke sini?. Jika pak polisi hanya ingin mengatakan hal yang membuat hati saya sedih." Dadanya terasa sangat sakit, rasanya ia ingin menangis karena tidak tahan dengan perasaan sesak yang ia rasakan pada saat itu.
__ADS_1
"Tenang lah nyonya azumi. Saya datang ke sini untuk melihat apa yang terjadi di dalam rumah nyonya, saat kejadian mengerikan itu." Kira tersenyum ramah.
"Melihat kejadian mengerikan pada saat itu?." Azumi, atau Takahashi Azumi sangat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh polisi yang datang ke rumahnya pada saat itu.
"Izinkan saya masuk untuk melihatnya nyonya azumi." Kira sepertinya sangat ingin melihatnya.
"Meskipun aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi sepertinya kau terlihat sangat serius." Balas Takahashi Azumi sedikit bingung. "Kalau begitu mari masuk." Lanjutnya sambil mempersilahkan Kira untuk masuk.
"Terima kasih nyonya." Kira tersenyum kecil.
"Um." Takahashi Azumi hanya tersenyum kecil saja. Ia memang tidak mengerti apa yang ingin dilakukan oleh Kira.
"Bua darah sangat tercium dengan sangat jelas. Ini menandakan bahwa tuan takahashi arata dibunuh dengan sangat sadis." Dalam hati Kira sedikit merinding mencium aroma darah yang semakin kental.
Apakah yang akan dilihat oleh Kira di kediaman Takahashi Arata?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sepertinya Akazuki Daiji telah menemukan siapa targetnya kali ini. Sehingga ia telah bersiap-siap dengan apa yang akan mereka lakukan. Ini sungguh hal yang sangat luar biasa baginya. Apalagi ketika ia mengasah pisau yang akan ia gunakan malam ini.
"Darah !!. Aku sangat suka dengan darah yang masuk meresap ke dalam pisau merahku yang menyala." Ucapnya sambil mencium pisah merah yang paling ia sukai. "Kau pasti haus darah malam ini, kan?." Ucapnya Seakan-akan ia sedang berbicara dengan pisau merah darah. "Oh!. Rupanya kau memang sangat menginginkan itu. Akan aku kabulkan apa yang kau inginkan malam ini cintaku." Ia berbicara dengan sangat mesra. Padahal itu adalah sebuah benda mati. Tapi baginya pisau merah yang ia dapatkan dari kecil itu adalah kekasih yang selalu memberikan kepuasan batin pada melebihi apapun. Namun saat itu ia mendengarkan suara ketukan pintu. Sehingga ia yang hampir saja memasuki alam yang ia ciptakan hancur berantakan. Ia memutuskan untuk melangkah keluar dari pondok kecil itu. Tentunya ia melihat beberapa orang yang berada di sana menunggu Perintah dirinya dengan raut wajah yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
Simak terus ceritanya. Temukan jawabannya.
...***...