MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 75


__ADS_3

Kira on.


Kembali kami harus bersembunyi untuk sementara waktu. Tentunya untuk menyusun kembali rencana yang akan kami buat untuk langkah berikutnya. Ini sangat menyebalkan sebenarnya, tapi aku harus menghadapi masalah ini.


Sementara itu, Kira dan yang lainnya telah sampai di rumah Sakurai. Ia membawa mereka semua menuju rumah mendiang istrinya. Ia tidak ingin mereka menemukannya, juga menemukan keberadaannya. Pikiran mereka juga sangat kacau setelah kejadian itu. Sungguh sangat mengejutkan sekali atas apa yang terjadi pada mereka.


Saat ini Kira sedang membuat makanan untuk mereka, karena malam ini mereka tentunya akan tinggal di sini. Tentunya mereka membutuhkan energi untuk terus bertahan, dan juga menyerang nantinya.


"Ho, aku tidak menduga jika kira bisa memasak." Naoki sangat terpesona dengan masakan yang dibuat Kira. "Ternyata dia hebat juga dalam masalah dapur." Ia memperhatikan bagaimana Kira dengan talentanya menyiapkan itu semua.


"Kalau begitu makanlah. Kita semua pasti sangat lapar." Kira memang sangat talenta dalam memasak, dulu ia sering masak.


"Terima kasih banyak kira." Naoki dan Ryoma memang sangat lapar, hingga mereka tidak bisa menahan diri lagi. Mereka makan dengan lahapnya.


"Sakurai, kau juga makan lah. Isi tenagamu dengan makanan ini. Supaya kau bisa berpikir dengan baik mau mengerjakan apa nantinya." Kira begitu perhatian pada Sakurai. Tentunya itu karena ia ingin Sakurai merasa lebih buruk setelah difitnah telah melakukan pembunuhan.


"Terima kasih kira." Sakurai tidak bisa menolaknya, ia juga merasa lapar setelah bolak-balik ke tempat yang jauh. Setidaknya malam ini biarkan ia menikmati makan malam dengan tenang.


"Kau tenang saja sakurai. Aku akan segera mencari tahu kebenaran tentang wanita itu. Akan aku temukan jawabannya secepatnya." Dalam hati Kira merasa simpati pada Sakurai. "Selama ini kau telah menderita dalam kesakitan yang kau rasakan. Aku tidak akan membiarkan kau merasakan perasaan sakit itu lagi." Dalam hati Kira telah bertekad untuk melakukan itu semua demi Sakurai. "Jika perlu aku yang akan membunuh mereka semua dengan kekuatan yang aku miliki saat ini. Aku rela mati jika itu semua bisa mengembalikan kebahagiaan yang telah mereka renggut darimu." Suasana hati Kira saat ini sedang dipenuhi amarah yang tidak biasa. Sejak pertama kali bertemu dengan Sakurai, baginya hanya Sakurai yang bisa menerima dirinya yang seperti itu.

__ADS_1


Yang harus aku lakukan saat ini demi melindungi Sakurai senpai dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Akan aku buru siapa saja yang telah berani melakukan itu.


"Baiklah, aku mulai saja." Kira terus menelusuri bagian podium, dimana ia melihat bayangan hitam yang menyeramkan sebelum pisau raksasa itu dilepaskan. Tapi ketika ia hendak masuk lebih dalam, ia merasakan tekanan. Sehingga Kira harus berhati-hati jika ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk melihat siapa orang itu.


"Kurang ajar!. Ternyata hawa membunuhnya lebih kuat." Kira mencoba mengalihkan pandangannya sejenak. Dan siapa sangka, saat ia mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan, ia melihat seorang wanita yang tidak asing baginya. Wanita itu sepertinya menikmati kejadian itu dengan raut wajah penuh kebahagiaan?. "Jika seperti ini aku tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja. Karena mata iblis yang aku miliki harus bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi sebenarnya." Dalam hatinya menguatkan dirinya agar tidak kalah dengan hawa jahat itu.


Deg!!!.


Kali ini ia melihat ke arah belakang podium itu, ia melihat seseorang yang juga ia kenal. Matanya telah menangkap dua orang pelaku utama yang selama ini ingin ia lihat?. "Heh!. Pantas saja aku tidak bisa menyelami pikiran mereka dengan semudah itu, karena mereka mereka sendiri itu adalah iblisnya. Hasrat yang mereka bawa sejak lahir, serta keinginan yang besar membuat mereka menjadi lebih ganas dari yang aku bayangkan." Dalam hati Kira tidak menyangka akan seperti itu. "Hanya ada kegelapan yang menyelimuti diri mereka, juga hasrat buruk yang telah menenggelamkan hati nurani mereka agar terus melakukan kejahatan. Sungguh, itu bukanlah perbuatan manusia biasa kecuali perbuatan iblis terkutuk." Bahkan Kira dapat melihat hasrat buruk yang mereka miliki pada saat itu.


"Uhuk!!!." Kira terbatuk, dan kali ini ia terbatuk darah, karena ruangan itu telah ternodai oleh darah manusia yang mati dalam keadaan yang tidak baik, sehingga ruangan itu memberikan hawa yang tidak baik pula. "Sepertinya aku telah memasuki alam ini terlalu lama hanya untuk menemukan dua orang yang tidak berguna." Kira segera pergi dari sana. Apakah ia akan mengatakan pada Sakurai, siapa yang telah melakukan itu semua?. "Aku hanya perlu mencari tahu cara untuk menangkap kedua orang itu. Ia harus memiliki bukti yang kuat atas kejahatan yang dimiliki oleh kedua orang itu. "Aku harus mencarinya secepatnya, aku tidak akan membiarkan sakurai senpai terlalu lama menderita." Kira telah meninggalkan tempat itu. Tidak ada satupun dari mereka yang menyadari, jika Kira telah menemukan dua orang yang ternyata menjadi dalang dalam pembunuhan sadis itu.


Kira saat ini sedang menuju sebuah tempat yang menunjukkan dimana orang yang berpenampilan mengerikan itu berkumpul bersama orang-orang yang menjadi tersangka dalam kasus undangan berdarah. "Aku tidak menduganya, karena itulah aku harus mencari kebenaran yang mereka sembunyikan dariku." Kira saat ini benar-benar menyelidiki semuanya dengan sekuat tenaga. "Akan ia bongkar semuanya dengan matanya. "Jika kekuatan fisik tidak bisa aku gunakan, maka mata ini akan aku gunakan untuk mengungkapkan semuanya. Akan aku tangkap semua kejadian itu, akan aku perlihatkan pada mereka semua setelah aku melihat kebenaran itu, jika dia dan dia memang terlibat dalam kasus itu." Matanya fokus melihat ke arah depan, ia memacu mobilnya ke suatu tempat.


"Sakurai senpai. Aku pasti akan mengatakan padamu siapa yang melakukan semua itu, dan apa alasannya melakukannya." Kira merasakan gejolak kemarahan yang tidak biasa. "Aku akan mencari tahu bagaimana caranya aku bisa menembus batas kejahatan yang mereka miliki. Lihat saja, seberapa kuat kalian membentuk tembok dinding itu untuk menghalangiku untuk menemukan keberadaan kalian semua." Kira tidak akan takut lagi.


"Selama sakurai senpai tidak menyuruhku untuk mati, maka kekuatan yang aku miliki tidak akan terbatas. Akan aku gunakan semua kekuatan yang aku miliki untuk membongkar topeng busuk kalian." Kira telah menetapkan tekadnya, ia tidak peduli, jika kehidupan keabadian yang ia miliki akan hancur, jika itu dapat menggantikan semua bukti yang ia inginkan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Kembali ke sepuluh tahun yang lalu.

__ADS_1


Kira baru saja sampai di kota Higashiyama. Saat itu ia ingin mencari keberadaan Nakamoto Sakurai, karena ia juga telah berhasil menjadi seorang polisi. Akan tetapi pada saat itu ia mendengar kabar, bahwa Nakamoto Sakurai masuk penjara.


"Apa?!. Bagaimana mungkin sakurai senpai bisa masuk penjara!. Apa yang telah ia lakukan sehingga dia masuk penjara?!." Amarahnya sangat memuncak mendengar kabar itu dari temannya yang berada di kawasan Higashiyama.


"Begitulah yang terjadi, dan saat ini ia sama sekali tidak ada yang membelanya." Hiroshi Aoyama berkata dengan santainya. "Jika seperti itu, dipastikan dia masuk penjara karena dituduh sebagai salah satu tersangka." Lanjutnya.


"Benar-benar keterlaluan!. Akan aku hajar mereka semua!." Kira sangat emosi, ia tidak dapat lagi menahan amarahnya.


"Memangnya kau mau melakukan apa kira?." Hiroshi Aoyama sedikit terkejut. "Jangan bilang kau akan membantunya?." Ia merasakan seperti itu yang akan terjadi.


"Aku akan membantu sakurai senpai. Aku akan melindunginya." Kira telah berjanji akan membalas kebaikan yang diberikan Sakurai padanya.


"Bagaimana caranya kau membantunya?. Kau pikir ini wilayah mana?. Hum?. Tidak usah mengurus hidup orang lain!." Hiroshi Aoyama mencoba untuk memberi peringatan pada Kira. "Jangan sampai kau melibatkan diri dengan masalah baru!. Aku tidak akan membantumu lagi!." Hiroshi Aoyama sangat kesal dengan sikap temannya itu.


"Heh!. Aku akan mencari cara untuk menolong sakurai senpai. Akan aku buktikan, bahwa aku bisa membantunya dengan cara ku sendiri." Kira tidak akan mundur begitu saja demi membantu Sakurai.


"Heh!. Lakukan sesuka hatimu!. Pokoknya jangan libatkan aku lagi." Rasanya percuma saja ia mencegah Kira, ia tahu jika temannya itu memiliki kemampuan yang aneh dalam mengumpulkan informasi.


Aku tidak akan melepaskan kasus ini dengan mudahnya. Aku telah memutuskan semuanya dengan kemauan ku sendiri. Aku tidak akan ragu.

__ADS_1


Kira off.


__ADS_2