
...***...
Kira on.
Kegelapan, setiap orang memiliki kegelapan di dalam hatinya. Walaupun itu sangat kecil, Tapi tetap saja ada kegelapan yang menyelimuti hati seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan hidupnya. Lalu bagaimana dengan penerapan yang ada di dalam diri seorang pembunuh sadis?. Baginya kegelapan adalah seorang teman, teman yang selalu mengasuhnya untuk melakukan kejahatan. Teman yang selalu menghasutnya untuk terus-menerus melakukan tindakan pembunuhan. Karena itulah aku harus segera menghentikan aksinya itu, jika tidak segera dihentikan maka akan banyak korban akan berjatuhan nantinya. Malam ini adalah malam penentuan antara hidup dan matiku, karena aku harus segera menghentikan aksi gila yang dilakukan oleh Akazuki Daiji. Apakah yang akan terjadi selanjutnya simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
Kira off.
Pukul 12.00 malam.
Saat ini kira sedang menunggu di sebuah jalan yang diperkirakan akan dilewati oleh Akazuki Daiji. Dengan menggunakan mobilnya ia menunggu di sana, yang mengamati dengan baik bagaimana kondisi jalan yang sangat sepi.
Sementara itu, Akazuki Daiji yang hampir saja meninggalkan perbatasan hutan menuju kota. "Malam yang sangat indah untuk berburu, apakah polisi itu sedang tertidur?. Sehingga dia tidak menyadari kedatanganku?." Ia menyaringnya sangat lebar, ia bahkan terkekeh kecil.
Tapi Siapa yang menduga jika saat itu ia mendengar suara seseorang yang menyapa dirinya. "Aku belum tertidur, aku sedang menunggumu di sini." Kira dengan santainya berkata seperti itu.
"Jadi kau telah menunggu aku di sini?." Akazuki Daiji menatap tajam ke arah Kira, sungguh ya sangat tidak suka pada polisi itu. "Sangat luar biasa sekali kau dapat mengetahui kapan aku akan bergerak." Ia sangat benci itu. Padahal rasa membunuhnya pada saat itu sangat memecah, siapa sangka polisi itu malah menyadari jika malam ini ia akan melakukan aksinya dalam jumlah yang sangat gila.
"Aku sangat melihat dengan jelas apa yang ingin kau lakukan." Kira telah mengambil posisi waspada. "Tidak akan aku biarkan kau membunuh siapapun malam ini, kau memang benar-benar gila. Kau tidak akan aku biarkan membunuh orang dalam jumlah yang sangat banyak." Kira menatap terus mata itu ia ingin melihat apa yang sedang direncanakan oleh Akazuki Daiji pada malam itu.
"Ho?." Akazuki Daiji sedikit terkesan dengan apa yang telah dikatakan oleh Kira. "Jadi kau dapat melihat apa yang akan aku lakukan?. Sungguh itu adalah hal yang sangat luar biasa sekali." Dia mengeluarkan pisau merah andalan yang ia gunakan untuk membunuh orang lain. "Aku tidak menyangka jika di dalam kepolisian ada seorang iblis yang memiliki kemampuan dapat melihat apa yang terjadi melalui tatapan mata seseorang." Sepertinya Akazuki Daiji mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Kira.
"Kalau begitu aku tidak akan suka lagi. Akan aku perlihatkan bagaimana gen akuma yang memiliki tahta tertinggi di dalam posisi manusia yang sebenarnya." Kira saat itu menyeringai lebar, ya tidak dapat menahan dirinya lagi untuk tidak melakukan hal-hal yang gila seperti yang dilakukan oleh Akazuki Daiji.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita bersenang-senang." Akazuki Daiji terlihat sangat senang, sepertinya ia mendapatkan lawan yang sangat pantas.
Apakah yang akan terjadi pada keduanya simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
...***...
Sementara itu di rumah Inuzuka Kira.
Sayuri masih khawatir keadaan kira, ia ingin segera menyusul suaminya itu. Akan tetapi ia juga tidak ingin membahayakan keadaan anaknya.
"Ibu tenang saja." Chitose berusaha untuk menenangkan Sayuri. "Percayalah, jika ayah akan baik-baik saja." Chitose tersenyum kecil untuk meyakinkan ibunya jika ayahnya akan baik-baik saja.
Sayuri tersenyum kecil menatap anaknya, sepertinya anaknya juga sangat mencemaskan keadaan ayahnya. "Baiklah kalau begitu. Chitose chan tidurlah. Ibu akan tidur bersamamu malam ini." Sayuri juga tidak ingin membuat anaknya semakin cemas dengan keadaan ayahnya.
"Aku harap kamu baik-baik saja kira. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu, karena yang akan kau hadapi adalah seorang pembunuh." Dalam hatinya sangat berharap jika suaminya itu akan baik-baik saja.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
Kembali pada Kira dan Akazuki Daiji.
Sepertinya keduanya benar-benar bertarung, dengan kekuatan mata dan kekuatan gaib yang mereka miliki, keduanya berusaha untuk mengalahkan musuhnya. Kira juga memiliki senjata yang dapat ia gunakan untuk mengalahkan Akazuki Daiji.
__ADS_1
Di perbatasan kota menuju hutan gunung merah yang masih terdapat pepohonan yang sangat lebat, keduanya bertarung dengan habis-habisan di sana. "Oh jangan hanya berlarian saja, sialan!." Umpat Kira dengan sangat kesal. Karena Akazuki Daiji dari tadi seakan-akan ingin menghindar darinya. Kira telah menyerang Akazuki Daiji dengan beberapa kali tendangan dan pukulan. Ia sangat benci pada pembunuh sadis itu seakan-akan dia sedang memancing kira untuk menuju ke hutan gunung kaput merah. Kira menyadari itu, jika Akazuki Daiji memang sengaja melakukan itu untuk memancingnya masuk ke dalam hutan gunung kabut merah.
"Aku tidak melarikan diri, aku hanya sedang menarik perhatianmu, supaya pertarungan ini lebih menarik dari yang sebelumnya." Akazuki Daiji masih belum menunjukkan perasaan takut yang ia rasakan. Bahkan dengan santainya ia menghindari beberapa serangan yang datang padanya, bahkan ia juga mencoba membalas serangan itu.
Keduanya benar-benar bertarung dengan habis-habisan, walaupun saat itu tanpa mereka sadari bahwa senjata yang mereka gunakan telah melukai tubuh mereka. Namun karena terlalu fokus dengan serangan yang mereka lakukan sehingga mereka tidak merasakan sakit dari goresan pisau yang mengenai tubuh mereka.
"Hahaha!. Boleh juga kau." Kira malah tertawa aneh, iya masih terus menyerang Akazuki Daiji. "Aku tahu kau ingin menjebakku di dalam hutan gunung kabut merah." Kira menyerangi lebar.
"Jadi kamu mengetahui apa yang ingin aku lakukan padamu?." Akazuki Daiji berhenti sejenak langkahnya karena ia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kira.
Duakh!.
Kira tidak segera menjawabnya ia memanfaatkan kelengahan Akazuki Daiji, yang mendapatkan kesempatan untuk memberikan sebuah tendangan ke arah wajah Akazuki Daiji.
"Eagkh!." Akazuki Daiji sedikit meringis kesakitan, ya mundur beberapa langkah karena serangan itu.
"Aku tidak akan jatuh dalam jebakan yang akan kau lakukan padaku." Kira merasa menang saat itu.
Nama siapa yang menduga, Akazuki Daiji melarikan diri dari sana. "Hoi?." Kira tentunya tidak akan membiarkan bonus sadis itu melarikan diri. "Sial!. Ia benar-benar melarikan diri dari sini!." Umpat Kira dengan perasaan yang sangat cemas. "Ternyata dia memiliki kaki yang cukup kuat untuk berlari dengan sangat cepat." Dalam hati kira dapat melihat itu.
"Heh!." Akazuki Daiji terus berlari, tentunya tujuannya adalah hutan gunung kapur merah. "Akan Aku bunuh kau di sana nantinya." Itulah rencana yang ada di dalam pikiran jahat pembunuhan di situ. Ia ingin segera menyingkirkan orang-orang yang akan menghalangi jalannya untuk melakukan pembunuhan lebih banyak lagi. "Tamatlah riwayatmu pak polisi yang tidak berguna." Ia terus berlari untuk memancing kira masuk ke dalam hutan gunung kapur merah.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.
__ADS_1
...***...