MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 42


__ADS_3

...***...


Kira on.


Hai, pembaca tercinta. Sepertinya kisah ini hampir memasuki masa puncaknya. Karena kami saat ini sedang terpisah setelah apa yang telah mereka lakukan pada kami. Sepertinya mereka telah melupakan hal yang sangat penting di dalam dokumen tentang diriku. Aku yakin ayahku akuma saikyou tidak akan begitu mudahnya membuat kisah bagus tentang keluarganya sendiri. Mereka tidak akan bisa membaca kisah ini dengan baik, aku sangat yakin dengan mereka yang sangat berambisi untuk membunuhku. Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.


Kira off.


Dua hari telah berlalu, kini Sakurai menjalani sidang atas kasus pembunuhan yang telah ia lakukan pada Kozara Uehara. Banyak kepolisian yang menuntut atas apa yang telah ia lakukan, termasuk di dalamnya adalah Daisuke Watanabe dan Sasaki Taka yang sama sekali tidak menyukai Sakurai.


Saat ini ia sedang menjalani sidang yang sangat berat tanpa adanya Kira yang membantunya, atau yang akan menyelamatkannya dari jerat hukuman. Hatinya sangat sedih karena Kira belum juga menunjukkan dirinya. Sungguh hatinya sangat hancur ketika mereka dengan mudahnya membacakan tentang kejahatan yang telah ia lakukan yang terekam oleh CCTV?.


"Kau benar-benar laknat kira!." Dalam hatinya menangis dengan apa yang telah ia alami pada hari itu. Hatinya semakin sangat pedih ketika mereka membacakan kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan.


"Saudari nakamoto telah memalukan pembunuhan yang sangat sadis pada seorang korban yang bernama kozara uehara." Daisuke Watanabe saat itu yang berbicara dalam sidang itu. Tentunya ia adalah pihak yang menuntut, dan menyesalkan atas tindakan yang telah dilakukan oleh Sakurai?. "Nakamoto telah membunuhnya, dan saat ini kami masih mencari keberadaan rekannya yang bernama inuzuka kira yang entah berada di mana." Lanjutnya lagi. Hari itu Daisuke Watanabe sangat senang karena ia membacakannya dengan sangat lancarnya. Apalagi saat itu Yamamura Tani, sebagai kepolisian tertinggi hadir sebagai saksi sidang besar yang mereka gelar.


"Kau akan tamat nakamoto kun." Dalam hati Erika Toda sangat senang. "Kemenangan kami di depan mata." Ia bersorak penuh kebahagiaan. "Aku yakin kau akan kembali gila, dan saat itu, aku akan membunuhmu dengan sangat mudahnya." Ia telah merencanakan apa saja yang akan ia lakukan setelah sidang keputusan hakim. "Rasanya aku tidak sabar lagi ingin melakukannya." Dalam hatinya saat ini sangat membara, membayangkan apa saja yang akan ia lakukan pada Sakurai nantinya.


"Malang sekali apa yang kau alami saat ini nakamoto kun. Aku hampir saja menangis membayangkan kau masuk penjara seumur hidup karena telah berani membunuh seseorang dengan sangat sadisnya." Dalam hati Higashi Arashi atau Sayaka yang kini sedang mengamati dan mendengarkan dengan sangat jelas bagaimana keadaan sidang yang sama sekali tidak menguntungkan bagi Sakurai yang tidak memiliki kesempatan untuk membela dirinya selain hanya pasrah saja menerima laporan tentang apa saja yang telah ia lakukan pada saat itu. "Rasanya aku tidak sabar lagi ingin membunuhmu, menampilkan pertunjukan yang lebih sadis lagi dari yang sebelumnya." Ia malah bersemangat membayangkan pembunuhan seperti apa yang akan ia lakukan pada Sakurai nantinya.


"Baiklah. Keputusan telah ditetapkan. Hasil dari sidang ini tidak perlu memakan waktu yang lama lagi." Salah satu hakim yang memutuskan perkaya itu tidak ingin berlama-lama dalam mengambil keputusan.


"Oh?. Apakah ini memang dari akhirnya aku harus menyerahkan diri?." Dalam hati Sakurai benar-benar sangat putus asa. Ia tidak memiliki harapan, karena Kira benar-benar telah meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Akan tetapi, pada saat itu. Seisi ruangan sidang itu dikejutkan dengan suara dobrakan pintu yang sangat keras. Siapa yang tidak terkejut dengan suara yang sangat keras itu?. Hingga membuat mereka mempelajari apa yang sedang terjadi?. Siapa yang telah berani masuk ke dalam ruangan siang itu dengan kurang ajarnya?.


Deg!!!.


Hanya orang-orang tertentu yang menyadari apa yang telah mereka bawa ke ruangan sidang.


"Peti mati?!." Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana mungkin ada tiga orang polisi membawa peti mati?.


"Hei!. Kau ryoma bodoh!." Daisuke Watanabe langsung mendekati Ryoma dengan nada tinggi. "Apa yang kau inginkan dengan membawa peti mati itu?!." Bentaknya lagi.


"Kalian sebaiknya tidak mengganggu sidang ini!." Sasaki Taka sangat terlihat jelas tidak menyukai mereka.


Suasana ruangan sidang saat ini sangat kacau setelah Ryoma, Naoki, dan Hiroshi Aoyama membawa peti mati itu?.


"Hei!. Kalian bertiga!. Jangan membuat keributan di ruangan ini!." Bentak salah satu jaksa yang melakukan sidang pada hari itu, namun tidak digubris oleh mereka.


"Sakurai san." Ryoma, Naoki, dan Hiroshi Aoyama mendekati Sakurai yang terlihat sangat sedih, patah hati, dan tersiksa.


"Kami telah membawa kira padamu kembali." Naoki menepuk pundak Sakurai dengan pelan.


Deg!!!


Sakurai sangat terkejut dengan apa yang ia dengar pada saat itu.

__ADS_1


"Kau tidak bercanda?. Kan?." Sakurai tidak mengerti kenapa air matanya semakin menetes ketika ia mendengarkan nama Kira.


"Maaf, karena kami lama membantumu. Kira telah mengetahui semua rencana mereka, sehingga kami harus melakukan hal yang lain untuk menyelamatkannya terlebih dahulu." Ryoma melirik ke arah peti mati yang mereka bawa tadi.


"Jadi?. Kira ada di dalam sana?." Hatinya sangat sakit. Tentunya ia mengerti apa dengan apa yang dikatakan oleh Ryoma.


"Ya. Mereka hampir saja membunuh Kira." Jawab Naoki dengan berat hati.


"Jadi kira benar-benar hampir mati karena rencana yang telah mereka susun untuk menghentikan apa yang telah aku lakukan selama ini?." Sakurai mendekati peti mati itu.


Sedangkan mereka semua hanya melihat saja apa yang akan dilakukan Ryoma, Naoki dan Hiroshi Aoyama?. Tidak!. Saat itu Daisuke Watanabe dan Sasaki Taka tidak akan membiarkan mereka melakukan apapun. Akan tetapi pada saat itu mereka semua dikejutkan dengan apa yang mereka lihat pada saat itu. Dimana mereka melihat Inuzuka Kira terbaring dalam peti mati itu.


Di dada kirinya ada sebuah pisau yang menancap, tentunya itu membuat mereka semua sangat terbentang dengan apa yang telah mereka lihat.


"Bukankah itu inuzuka kira?!." Daisuke Watanabe berteriak sangat keras.


Deg!!!.


Tentunya teriakan Daisuke Watanabe membuat Erika Toda, Sayaka, Jun Hayama dan Yamamura Tani sangat terkejut. Bukankah seharusnya peti itu telah dibakar dan telah menjadi abu?. Bagaimana mungkin bisa kembali dalam keadaan utuh?. Apa yang terjadi sebenarnya?. Mereka semua bertanya-tanya, karena itu adalah hal yang sangat mustahil jika peti itu masih utuh?. Begitu juga dengan orang yang ada di dalam peti mati itu?. Bagaimana bisa utuh seperti itu?.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Kira bisa bangkit kembali?. Apakah Kira tidak meninggalkan Sakurai sendirian?. Begitu banyak misteri yang terjadi hingga membuat seseorang bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya?. Apakah Kira memang makhluk abadi sehingga tidak bisa dibakar?. Temukan jawabannya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.


...***...

__ADS_1


__ADS_2