MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 34


__ADS_3

...***...


Kira on.


Baiklah. Aku rasa ini terlalu lama, dan aku tidak tahan lagi. Aku tidak ingin didahului oleh nyonya X. Aku yakin saat ini dia mulai bergerak lagi. Tidak akan aku biarkan dia melakukan hal-hal yang aneh lagi. Itu sangat menyebalkan sekali, juga tidak lucu sama sekali. Yho!. Pembaca tercinta. Jangan lupa dukungannya ya. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti. Terima kasih atas dukungannya untuk sejauh ini. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta.


Kira off.


Kira benar-benar telah memutuskan untuk melakukan apa yang akan ia lakukan, itu semua ia lakukan demi mengembalikan kebahagiaan Nakamoto Sakurai. Karena itulah ia tidak akan melakukannya dengan setengah-setengah. Saat ini ia sedang menyamar menjadi penjaga kebersihan, ia tidak menduga jika ruangan itu kini dijaga?. "Tidak biasanya tempat ini dijaga. Apakah ada seseorang yang menyuruh mereka untuk berjaga-jaga di sini?." Dalam hati Kira curiga dengan penjagaan yang mereka lakukan.


Sebelumnya ia bebas keluar masuk tanpa adanya penjagaan, dan hari ini ia masuk dengan menyamar?. Tentunya ia terpaksa melakukan itu untuk menghindari penangkapan yang dilakukan kepolisian Higashiyama. Jika ia tertangkap itu akan menjadi masalah yang sangat rumit, dan siapa yang akan membantu Sakurai menyelesaikan masalah kasus undangan berdarah?.


"Baiklah, aku mulai saja." Kira terus menelusuri bagian podium, dimana ia melihat bayangan hitam yang menyeramkan sebelum pisau raksasa itu dilepaskan. Tapi ketika ia hendak masuk lebih dalam, ia merasakan tekanan. Sehingga Kira harus berhati-hati jika ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk melihat siapa orang itu.


"Kurang ajar!. Ternyata hawa membunuhnya lebih kuat." Kira mencoba mengalihkan pandangannya sejenak. Dan siapa sangka, saat ia mengalihkan pandangannya ke sudut ruangan, ia melihat seorang wanita yang tidak asing baginya. Wanita itu sepertinya menikmati kejadian itu dengan raut wajah penuh kebahagiaan?. "Jika seperti ini aku tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja. Karena mata iblis yang aku miliki harus bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi sebenarnya." Dalam hatinya menguatkan dirinya agar tidak kalah dengan hawa jahat itu.


Deg!!!.


Kali ini ia melihat ke arah belakang podium itu, ia melihat seseorang yang juga ia kenal. Matanya telah menangkap dua orang pelaku utama yang selama ini ingin ia lihat?. "Heh!. Pantas saja aku tidak bisa menyelami pikiran mereka dengan semudah itu, karena mereka mereka sendiri itu adalah iblisnya. Hasrat yang mereka bawa sejak lahir, serta keinginan yang besar membuat mereka menjadi lebih ganas dari yang aku bayangkan." Dalam hati Kira tidak menyangka akan seperti itu. "Hanya ada kegelapan yang menyelimuti diri mereka, juga hasrat buruk yang telah menenggelamkan hati nurani mereka agar terus melakukan kejahatan. Sungguh, itu bukanlah perbuatan manusia biasa kecuali perbuatan iblis terkutuk." Bahkan Kira dapat melihat hasrat buruk yang mereka miliki pada saat itu.


"Uhuk!!!." Kira terbatuk, dan kali ini ia terbatuk darah, karena ruangan itu telah ternodai oleh darah manusia yang mati dalam keadaan yang tidak baik, sehingga ruangan itu memberikan hawa yang tidak baik pula. "Sepertinya aku telah memasuki alam ini terlalu lama hanya untuk menemukan dua orang yang tidak berguna." Kira segera pergi dari sana. Apakah ia akan mengatakan pada Sakurai, siapa yang telah melakukan itu semua?. "Aku hanya perlu mencari tahu cara untuk menangkap kedua orang itu. Ia harus memiliki bukti yang kuat atas kejahatan yang dimiliki oleh kedua orang itu. "Aku harus mencarinya secepatnya, aku tidak akan membiarkan sakurai senpai terlalu lama menderita." Kira telah meninggalkan tempat itu. Tidak ada satupun dari mereka yang menyadari, jika Kira telah menemukan dua orang yang ternyata menjadi dalang dalam pembunuhan sadis itu. Apakah yang akan dilakukan Kira selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Di kantor pusat.


Yamamura Tani saat ini sedang mengamati dokumen mengenai Kira. Ia memang curiga sejak kedatangan Kira yang sama sekali tidak ia ketahui. Padahal ia adalah kepala kepolisian tertinggi di wilayah Higashiyama, tapi kenapa ia sama sekali tidak mengetahui salah satu anggotanya yang bersama Kira?.

__ADS_1


"Hanya dokumen itu yang bisa saya temukan pak." Jun Hayama sedikit menjelaskan kenapa ia tidak bisa menemukan dokumen lainnya.


Mata Yamamura Tani menatap dengan lekat dokumen itu. Wajah Kira yang sangat sama persis, disertai dengan biodata yang sangat lengkap. "Cukup lama juga saya menemukan identitas aslinya." Lanjutnya.


"Nama aslinya akuma rinku?." Ia membacakan nama asli Kira dengan perasaan aneh. "Kenapa manusia memiliki nama yang aneh seperti ini?. Akuma?. Dia pikir dia iblis?. Sehingga ia menggunakan nama itu?." Ia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran orang tua dari Kira yang memberi nama Akuma Rinku untuk nama anaknya?. Atau nama keluarganya memang Akuma?. "Kekuatan iblis ya?." Entah kenapa ia merasa lucu dengan itu.


"Sepertinya dia memang memiliki kemampuan seperti iblis, dapat melihat apa saja yang dia inginkan melalui tatapan matanya yang merah menyala ketika ingin melihat apa sja yang ingin ia lihat." Jun Hayama juga merasakannya. "Ketika mata itu melihat ke arah yang ia inginkan, saat itu juga ia bisa melihat apa yang telah dilakukan seseorang. Misalnya ketika ia mengatakan apa yang telah dilakukan daisuke watanabe saat itu." Jun Hayama masih ingat dengan kejadian itu.


Yamamura Tani menyandarkan punggungnya ke kursi yang ia duduki. Entah kenapa ia malah menyeringai lebar, ia merasakan jika Kira memang memiliki kemampuan yang sangat spesial. "Heh!. Sangat menarik sekali." Senyumannya terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. "Bagaimana menurutmu jun?. Apa yang akan ia lakukan dengan mata itu?." Yamamura Tani bertanya pada Jun Hayama. "Jadi dia memang memiliki kemampuan iblis juga?. Tidak aku sangat sebelumnya, jika anjing itu memang berbeda dari yang lainnya." Dalam hatinya sangat heran.


"Jika tidak salah prediksi, maka ia akan menemukan siapa dalang pelaku yang sebenarnya." Itulah yang dijawab oleh Jun Hayama. "Karena kemampuan matanya itu sangat hebat, bisa melihat apapun yang ingin ia lihat." Itulah yang ia dapatkan.


"Tapi apakah dia bisa membuktikan pelaku itu dalam bentuk fisik?. Jika ia hanya dalam bentuk ungkapan saja, maka ia akan dianggap gila, tidak rasa, dan mencemarkan nama baik seseorang atas apa yang ia katakan. Akhirnya ia akan menjadi tersangka." Yamamura Tani tersenyum kecil membayangkan itu. "Siapa yang akan percaya dengan hal yang gaib seperti itu?. Bahkan itu sama saja dengan orang gila yang mencoba untuk menjadi waras. Hasilnya sama dengan zero." Lanjutnya lagi.


"Lalu apa yang akan kita lakukan pak?. Apakah kita akan membiarkan mereka berkeliaran untuk sementara waktu ini?." Jun Hayama hanya menunggu perintah. "Karena kasus pembunuhan yang mereka lakukan karena aktor sewaan itu telah terbongkar, meskipun yang lainnya belum mengetahui kebenaran itu." Ya, memang belum ada pengumuman meskipun itu sudah jelas bukan dilakukan oleh Sakurai dan Kira.


Apakah benar ia hanya melihat saja?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Di sisi lain.


Wanita bertopeng itu terkejut saat mendengarkan kabar, bahwa Daisuke Watanabe gagal menangkap Sakurai dan Kira.


"Jadi anjing sialan itu telah mengetahui rencana yang kita lakukan?." Wanita itu terlihat sangat marah, karena ia gagal dalam menangkap Kira dan Sakurai.


"Nyonya tenang saja. Setidaknya kita telah mengetahui bagaimana caranya menyingkirkan anjing sialan itu." Sayaka mencoba menenangkan wanita itu. "Kita harus segera menemukan keberadaan anjing itu, juga sakurai. Supaya kita bisa segera melakukan apa saja yang kita mau. Karena mereka saat ini menjadi halangan yang terbesar bagi kita." Sayaka sangat berambisi untuk menyingkirkan Kira.

__ADS_1


"Ya, meskipun pada awalnya sakurai bukan apa-apa, tapi saat adanya anjing sialan itu, kita harus berhati-hati bertindak." Wanita bertopeng itu dapat merasakan ada perasaan aneh yang sedang bergejolak di dalam tubuhnya.


Apakah yang akan mereka lakukan?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Sementara itu Sakurai, Naoki dan Ryoma sedang menganalisis video yang menunjukkan pembunuhan itu terjadi. Mungkin dengan mengamati video itu, ada barang bukti fisik yang bisa mereka gunakan untuk membebaskan Sakurai dan Kira dari tuduhan pembunuhan sadis itu terjadi.


"Kira memperlihatkan pada kita semua, bahwa mereka membuka topeng itu, lalu di bunuh." Kening Naoki tampak berkerut aneh, kepalanya hampir saja pecah memikirkan hal yang ganjal dari video itu.


"Suara. Jika aku amati video ini tidak ada suaranya." Raut wajah Ryoma juga terlihat aneh memikirkan hal yang ganjal dari video itu. "Apakah kalian mendengarkan ada suara di video ini?." Ia bertanya pada Sakurai dan Naoki.


"Ah, ya. benar juga." Sakurai dan Naoki menyadari itu.


"Kurang ajar!. Ternyata menemukan ada yang ganjal dari video ini hanya suaranya saja?. Khah!." Ryoma sampai marah-marah karena baru menyadari ada yang ganjal dari video itu.


"Oh iya. Padahal di dalam ruangan itu, kita melihat ada kotak kecil alat penangkap suara. Tapi di dalam video ini tidak ada suara sedikitpun." Sakurai memikirkan kenapa video itu tidak ada suaranya. "Pasti telah diedit terlebih dahulu oleh seseorang, setelah itu ia sebarkan video itu supaya menghebohkan kita semua. Selain itu mereka menggunakan wajahku untuk berbuat kejahatan, aku tidak akan memaafkan wanita jahat itu." Sakurai merasa kesal. Ia mengutuk wanita itu sampai mati.


"Tapi yang lebih kejam itu adalah kira." Ryoma merebahkan tubuhnya di kursi santai. "Kepalaku hampir saja lelah memikirkan apa yang ganjal dalam video itu. Padahal kita semua mengetahui jika di ruangan itu ada alat penangkap suara. Benar-benar menyebalkan, kita yang dibodohi anjing itu." Keluh Ryoma sambil menangis sedih. Sedangkan Naoki dan Sakurai hanya menghela nafas lelah mendengarkan keluhan itu.


Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Bisakah mereka menyelesaikan kasus undangan berdarah?. Dan membongkar identitas dua orang yang menjadi dalang pembunuhan itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


Sakurai on.


Aku sangat tidak mengerti kenapa kira menyuruh kami melakukan ini. Tapi sepertinya ia hanya tidak ingin membahayakan kami lebih jauh lagi. Meskipun sebenarnya ini adalah kasusku, kasus yang seharusnya aku atasi sendiri. Tapi pada saat itu Kira datang padaku, dia yang telah menawarkan dirinya sebagai jaminan diriku. Dia yang telah menyelamatkan aku berkali-kali dalam rasa sakit yang aku rasakan pada saat itu. Tapi kenapa pada saat ini aku merasa tidak enak sama sekali, meskipun dia sendiri yang mengatakan padaku, jika ia akan menyelesaikan kasus undangan berdarah. Apakah aku boleh mempercayai apa yang telah ia katakan?. Apakah aku boleh menaruh harapan sepenuhnya padanya?. Apakah aku salah memberikannya beban seberat itu padanya?.


Sakurai off.

__ADS_1


...***...


__ADS_2