
...***...
Kira on.
Rasanya aku tidak tahu harus berkata apa. Karena mereka telah menikam jantungku dengan darah Sakurai senpai. Sepertinya mereka sangat serius ingin menyingkirkan aku dari sisi Sakurai senpai. Aku tidak akan membiarkan mereka berbuat sesuka hati merek. Tentunya aku harus bangkit kembali, supaya aku bisa membantunya Menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Tapi perayaannya adalah bagaimana caranya aku bisa bangkit kembali?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga kisah ini sampai pada Nakayama Masei 中山 麻聖 suatu hari nanti.
Kira off.
Di alam bawah sadar Sakurai saat ini. Rasanya saat ini ia sedang menangis sedih. Hatinya sangat sakit karena Kira telah meninggalkannya seorang diri. Namun saat itu Kira datang dengan senyuman yang sangat ramah.
"Untuk apa kau datang padaku!." Ia berusaha untuk menekan perasaannya saat itu. Hatinya jauh lebih sakit ketika melihat ada sebuah pisau yang tertancap di dada Kira. "Kau telah berbohong padaku!." Teriaknya sambil menangis pedih. "Kau mengatakan padaku!. Jika kau tidak akan mati dengan mudahnya!. Tapi apa yang terjadi?!." Bentaknya dengan suara keras. Ia melampiaskan rasa sakit hati yang ada di dalam hatinya saat itu.
"Senpai tenang saja." Kira masih tersenyum ramah. "Bukankah aku telah mengatakan pada senpai?. Jika aku tidak akan mati jika senpai belum mengizinkan aku untuk mati." Lanjutnya tanpa beban. "Kalau begitu bangunkan aku saat sidang yang akan senpai lakukan. Tunggu aku, aku akan datang dan saat itu tampar lah aku sekuat hati senpai dengan darahku." Setelah berkata seperti itu Kira menghilang, membuat Sakurai panik.
"Kira!." Dengan suara yang sangat keras ia menyebut nama Kira. Saat itu ia terbangun dari tidurnya. Tentunya itu membuatnya terkejut, karena ternyata itu adalah mimpi?. "Kira." Kembali ia menyebut nama Kira. "Aku harap kau tidak berbohong padaku kira." Dalam hatinya sangat berharap, jika apa yang dikatakan oleh Kira itu sangat benar.
"Ho?. Rupanya kau telah bangun nakamoto kun." Daisuke Watanabe sepertinya masih mengawasi Sakurai. "Besok kau akan di sidang karena kejahatan yang telah kau lakukan. Jadi malam ini aku biarkan kau bebas untuk sementara waktu." Daisuke Watanabe terlihat sangat puas. "Aku harap kau tidak gila saat sidang itu nantinya." Lanjutnya lagi dengan masa merendahkan Sakurai.
"Jadi besok sidang?." Dalam hati Sakurai sedikit mengingat apa yang dikatakan Kira di alam bawah sadarnya. "Heh!." Kira mendengus kecil. Tentunya itu membuat Daisuke Watanabe heran melihatnya.
"Apa yang membuatmu merasa senang nakamoto kun?." Daisuke Watanabe malah terlihat sangat kesal?. "Apakah kau mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa kau akan kehilangan kewarasan yang kau miliki?." Sangat jelas sekali, bahwa Daisuke Watanabe memang tidak menyukai Sakurai.
"Jika memang benar apa yang dikatakan kira, maka itu akan menjadi hal yang sangat mengejutkan nantinya." Dalam hati Sakurai mencoba untuk tetap tegar. "Kau tidak boleh berbohong padaku kira." Hanya kira lah satu-satunya harapan yang ia miliki.
Apakah ia tidak berharap seperti itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
__ADS_1
...***...
Di kantor pusat kepolisian Higashiyama.
Erika Toda, Jun Hayama dan Higashi Arashi saat ini sedang menghadap Yamamura Tani. Mereka telah melaporkan apa yang telah mereka lakukan. Rasanya sangat puas luar biasa, hingga mereka memperlihatkan senyuman lebar, serta suasana hati mereka yang sangat baik.
"Dia telah berhasil kami singkirkan. Mayatnya telah kami masukkan ke dalam peti mati, dan siap dibakar hari ini juga." Erika Toda terlihat sangat senang.
"Jadi begitu?." Yamamura Tani sangat senang mendengarnya. "Pantas saja raut wajah kalian sangat bahagia." Lanjutnya lagi.
"Tentu saja." Erika Toda tersenyum penuh kemenangan.
Sepertinya mereka memiliki hubungan satu sama lain. Kira belum melihat hubungan itu?. Apakah Kira salah lihat pada saat itu?. Belum ada yang mengetahuinya.
"Benar apa yang dikatakan nyonya toda benar." Kali ini Higashi Arashi yang bersuara. "Jika kami tidak segera menghentikan kira, maka kami tidak akan bisa melakukan apapun yang kami inginkan." Hatinya sangat menggebu-gebu saat ini karena ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Kira telah mati setelah ditikam oleh Erika Toda.
"Tapi sangat mengherankan sekali, dia bahkan mengetahui siapa saya." Jun Hayama merasakan ada hal yang ganjal pada saat itu.
"Benarkah?." Yamamura Tani sangat tertarik dengan ucapan itu.
"Ya. Dia mengetahui jika saya yang telah menembak kaisar lima belas tahun yang lalu. Juga penembakan pejabat lainnya yang sedang naik pangkat." Jawabnya sedikit heran. "Pada saat itu matanya sedang tertutup." Itulah yang membuat Jun Hayama semakin heran.
"Ya, kau benar." Higashi Arashi sangat setuju dengan ucapan itu.
"Tapi setidaknya dia telah tewas. Jadi kita tidak perlu memikirkan itu." Jun Hayama sangat bersyukur akan hal itu.
__ADS_1
Mereka semua sangat senang dengan kematian Kira, dengan begitu tidak ada lagi hal yang mereka takutkan setelah ini.
"Lalu bagaimana dengan nakamoto sakurai?. Apakah dia masih bisa bertahan?." Yamamura Tani tersenyum kecil mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Jika kira telah mati, maka dengan mudahnya ia akan disingkirkan." Erika Toda tidak perlu menguras tenaga dan pikiran jika hanya untuk melawan Sakurai.
"Hanya perlu melakukan sidang atas kejahatan yang telah ia lakukan, maka semuanya akan terlihat sangat sempurna." Jun Hayama telah membayangkan bagaimana situasi sidang nantinya.
"Kalian ini memang sangat bersemangat sekali." Yamamura Tani tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya.
Jadi benar?. Yamamura Tani memiliki hubungan dengan kasus undangan berdarah?. Apakah orang besar hitam yang dilihat oleh Kira pada saat itu adalah Yamamura Tani?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.
...***...
Di alam lain.
Kira terkaya tidak menyerah begitu saja, sehingga ia masih ingin hidup?. Alam lain yang mungkin membuatnya ingin melakukan sesuatu?.
Kira on.
Ini adalah alam lain yang kami rasakan, keluarga akuma yang terpisah dari tuannya. Aku rasa ini akan menjadi hal yang paling mendebarkan. Apakah kami bisa bertemu lagi, atau tidak. Setidaknya aku berharap jika kami memang bertemu. Hanya sakurai senpai yang bisa membangunkan aku kembali. Dan tentunya itu sangat ada kemungkinan aku bisa melakukannya. Selagi sakurai senpai tidak menginginkan aku mati, maka aku bisa bangkit kembali. Aku telah mengatakan caranya pada sakurai senpai bagaimana caranya membangunkan aku. Tapi apakah itu akan berhasil?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta ini. Salam penuh cinta dariku.
Kira off.
...***...
__ADS_1