MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 122


__ADS_3

...**...


Kira on.


Apa yang kau lihat di dunia ini?. Bisakah kau melihat kegelapan yang ada di dalam diri seseorang?. Tapi kegelapan seperti apa yang kau lihat di dalam diri seseorang?. Aku yakin kau tidak akan berani melihat kegelapan itu. Karena kebencian itu dipenuhi oleh dendam dan hasrat pribadi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang biasa sehingga mereka melampiaskan kemarahan. itu dengan cara yang tidak wajar. Apakah kau pernah berpikir jika seseorang itu memiliki hati yang baik sehingga dia tidak melakukan kejahatan maka kakak kan tertipu dengan penampilannya yang terlihat baik. Simak dengan baik bagaimana hasrat yang dimiliki oleh seseorang yang memiliki niatnya membunuh yang tidak biasa


Kira off.


Keesokan harinya.


Kira Baru saja sampai di kantor akan tetapi pada itu, ketika ia hendak masuk ke kantor tiba-tiba saja ada seseorang yang mencegahnya.


"Ho?. Dua hari tidak masuk kantor, apakah kau pikir ini adalah kantor milik pribadimu ?. Sehingga sesuka hati kau masuk ke sini?." Suara seseorang yang menyapa dirinya. Jika dilihat dari raut wajahnya ia terlihat sangat marah pada Kira. Ia hampir saja tidak dapat menahan dirinya Karena emosi melihat Kira.


Kira terlihat menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Aku tidak harus meminta izin padamu, karena kau bukanlah ketua." Kira sangat tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Kichiro Seira, karena ia tidak suka diatur-atur oleh siapapun juga termasuk wanita itu.


"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Apakah kau bosan berada di kantor ini?." Kichiro Seira telah menunjukkan Bagaimana amarah yang telah ia rasakan pada saat itu.


"Terserah saja kau mau berkata apa, aku tidak peduli apapun yang kau katakan. Karena Kau bukanlah atasanku." Entah kenapa Kira sangat membenci sikap Kichiro Seira yang selalu mengatur dirinya seakan-akan ia berkuasa atas dirinya.


Tanpa menunggu jawaban dari Kichiro Seira, ia segera pergi meninggalkan tempat itu. Karena ia harus mengerjakan sesuatu yang lebih penting dari pada berdebat berlama-lama dengan wanita yang sangat tidak ia sukai.

__ADS_1


"Awas saja kau!. Aku tidak akan mengampuni dirimu yang selalu meremehkan aku." Sepertinya Kichiro Seira telah membenci Kira yang sama sekali tidak hormat padanya yang merupakan senior dari Kira.


Pada saat itu Masahiko Katsu baru saja datang karena ia sedikit terlambat masuk ke kantor. Ia tadi tidak sengaja melihat dan mendengar percakapan itu.


"Heh!. Sekarang kau telah melihat perbedaan apa yang tidak ada di dalam dirimu, kan?." Masahiko Katsu mendengus kecil. "Kau boleh merasa di atas angin, akan tetapi banyak orang yang bisa menilai diri orang lain, dengan apa yang telah ia lihat. Jadi kau tidak perlu merasa bahwa saat apa yang telah kau miliki." Masahiko Katsu berkata seperti itu. "Jika kau ingin dihormati oleh banyak orang, maka jaga sikapmu dengan menghormati orang lain. Jangan turuti egoisme yang ingin merasa tinggi dari orang lain." Setelah berkata seperti itu ya pergi meninggalkan tempat karena ia ingin melihat bagaimana interogasi yang dilakukan oleh Kira.


"Sial!. Tidak ada satu orang pun yang menghormati aku di kantor ini!. Benar-benar kurang ajar." Entah itu hanya perasaannya saja, atau memang seperti itulah yang terjadi di dunia kantor yang ia hadapi pada saat ini.


...***...


Di rumah sakit umum anak.


Ruka pada saat itu sedang mengamati Bagaimana kondisi sekitarnya yang terlihat sedikit takut dengan keramaian setelah apa yang ia alami pada saat itu.


...***...


Sementara itu di sisi lain.


Seorang pemuda yang kini sedang berdiri di antara keramaian. Tempat dimana seseorang dapat menunggu bus. Matanya saat itu seakan-akan sedang mana orang jauh melihat Siapa saja yang sedang diselimuti oleh kegelapan yang ada di dalam hatinya sehingga ia tersenyum lebar ketika melihat salah satu dari mereka memiliki kegelapan yang sangat luar biasa di dalam hatinya. Saat itu pemuda itu masuk ke dalam tubuh seseorang, seakan-akan ia sedang memberikan hasrat dorongan yang sangat kuat pada seseorang untuk melakukan kejahatan yang sama sekali tidak diketahui oleh siapapun juga.


"Aku memiliki hasrat yang sangat kuat, aku ingin merasakan yang dinamakan hasrat membunuh. Karena itulah aku ngin membunuh siapa saja yang telah membuat aku menderita." Dalam situasi yang seperti itu, ada tangan halus yang dibantu dengan kekuatan kegelapan telah mendorong seseorang agar terjatuh ke depan.

__ADS_1


"Kya!."


Mereka semua berteriak karena ada seseorang yang ditabrak dengan kondisi yang sangat mengerikan untuk dilihat. Sungguh pemandangan yang sangat memilukan untuk dilihat oleh orang normal.


"Cepat panggil ambulance!." Teriak seseorang dengan suara yang keras, sementara itu ia sedang berusaha untuk menahan pendarahan dari pemuda itu.


"Kalau begitu aku akan menghubungi kantor kepolisian setempat." Seorang wanita berinisiatif untuk menghubungi kantor polisi.


...***...


Di Kantor Polisi.


Kira dan Masahiko Katsu saat itu menuju ruang interogasi yang disiapkan. Apakah mereka bisa melaksanakan tugas atau tidak.


"Terima kasih karena kau mau membantuku katsu senpai." Kira tersenyum kecil.


"Tidak masalah aku sangat senang membantu siapapun yang membutuhkan bantuan dariku." Sepertinya Masahiko Katsu merasa sangat bangga, karena telah membantu Kira. "Jika kau meminta bantuan lagi, maka katakan saja. Dengan senang hti aku aka membantu mu." Masahiko Katsu menepuk pelan pundak kira.


"Ho?. Terma kasih katsu senpai. Kau sangat baik sekali." Kira semakin percaya, jika Masahiko Katsu adalah orang yang sangat baik.


"Kalau begitu perlihatkan padaku bagaimana kau melakukan interogasi pertama mu." Masahiko Katsu menunggu momen itu.

__ADS_1


"Akan aku perlihatkan bagaimana aku melakukan itu nantinya." Kira terlihat sangat bersemangat karena ada senior yang memperhatikan dirinya. "Aku tidak akan mengecewakan mu senpai." Kira terlihat bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan setelah ini.


...Next....


__ADS_2