
...***...
Kira on.
Kau yang telah menantang aku, maka kau harus berani menghadapi aku. Kau pikir aku takut dengan ancaman mu yang tidak seberapa itu?. Heh!. Jangan anggap remeh orang lain hanya karena kau merasa berkuasa atas orang lain.
Yamamura Tani sangat terkejut saat melihat mata merah Kira yang sangat menghipnotis dirinya untuk menuju ke dimensi masa lalu. Bahkan ia seperti sedang berdiri di samping Kira sambil menyaksikan dirinya di masa lalu telah melakukan apa saja. Itu semua berawal dari ketika pengangkatan kepolisian tertinggi dikawasan Higashiyama.
Saat itu ada dua kandidat yang akan diajukan untuk mencalonkan diri?. Salah satunya adalah Yamamura Tani, yang berkeinginan mendapatkan jabatan sebagai jendral kepolisian tertinggi di kawasan Higashiyama.
"Aku harus segera menyingkirkannya, supaya aku yang akan menjadi satu-satunya calon jendral tertinggi." Ucapnya pada saat itu ketika ia berada di ruangannya. Dari sana telah terlihat hawa membunuhnya yang sangat luar biasa. Mereka semua bahkan dapat menyaksikan apa yang diperlihatkan oleh Kira. Meskipun yang terlihat dalam ruangan putih itu hanya Kira dan Yamamura Tani saja, tapi mereka yang dari tadi bersama juga dapat melihat itu dengan sangat baik. Termasuk Erika Toda yang masih berusaha untuk membebaskan dirinya.
"Hawa yang sangat menakutkan sekali. Pantas saja aku tidak bisa memasuki alam bawah sadarnya. Karena kau adalah iblis ambisi kegelapan yang sangat menakutkan." Kira hampir bergidik ngeri membayangkan itu.
"Heh!." Yamamura Tani hanya mendengus kesal mendengar itu.
Namun bukan hanya itu saja, bahkan ia menyingkirkan siapa yang tidak mau bekerjasama dengannya. Di dalam adegan itu sangat jelas bagaimana ia membunuh orang lain tanpa perasaan ragu. Apalagi melihat kemarahannya pada saat ia tidak terpilih sebagai Jendral Kepolisian Higashiyama. Hawa ambisi kegelapan itu semakin kental terlihat menguar dari tubuhnya.
"Bajingan busuk!." Umpatnya penuh kemarahan. Hatinya sedang membara karena tidak terima dengan kekalahan yang ia terima pada saat itu.
__ADS_1
Brak!!!.
Semaunya ia banting, apapun yang ia lihat ia rusak untuk melampiaskan semua kemarahan yang ia rasakan pada saat itu.
"TUNGGU PADA SAATNYA AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU!. TERMASUK ORANG-ORANG YANG TELAH MENDUKUNGMU!." Teriaknya dipenuhi kemarahan yang sangat luar biasa juta di saat itu hawa ambisi kegelapan yang ada di dalam dirinya semakin berkembang dengan sangat mengerikan.
Hm, ternyata dia Pemarah juga, dan aku telah berhasil memperlihatkan itu semua pada kalian semua. Jadi Kalian dapat melihat itu dengan Sangat baik.
Mereka yang melihat itu terpana, tidak menduga sebelumnya jika apa yang diperlihatkan oleh Kira itu memang sangat mengejutkan. Mereka tidak menduga ternyata Yamamura Tani yang mereka lihat lebih mengerikan dari pada yang mereka duga.
Apalagi saat itu ia mengumpulkan semua orang-orang dengan hawa yang sangat mengerikan. Termasuk saat ia bertemu dengan Erika Toda, wanita yang memiliki hawa yang tidak baik. Wanita yang memiliki kekuatan iblis sebagai penikmat kejahatan.
Bahkan ia berkumpul dengan Yamashita Tatsuya dan yang lainnya yang juga memiliki ambisi untuk balas dendam pada kepolisian, karena mereka merasa dikecewakan.
"Inilah saatnya kalian balas dendam atas apa yang telah kalian rasakan. Mari kita buat kejadian yang tidak akan pernah dilupakan oleh semua orang. Mari kita buat sejarah kelam di kepolisian. Aku yang akan menjamin kalian nantinya jika kalian tertangkap." Dengan percaya diri ia berkata seperti itu. "Mari kita buat kasus yang telah aku beri nama kasus undangan berdarah." Lanjutnya dengan penuh ambisi yang sangat membara.
Pada saat itu ia benar-benar terlihat seperti iblis yang sebenarnya. Apalagi saat kejadian itu terjadi, ia berdiri dengan penuh kemenangan diantara mayat-mayat yang sudah tidak bernyawa itu.
Selain itu masih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang ia lakukan meskipun ia adalah seorang Jendral Kepolisian. Sungguh sangat mengerikan sekali atas apa yang telah dilakukan oleh Yamamura Tani.
__ADS_1
Dia adalah iblis yang sebenarnya, dia yang telah merencanakan Pembunuhan itu. Dia yang telah mengumpulkan orang-orang itu untuk melakukan kejahatan itu. Dia bukan manusia. Jika dia manusia, maka dia tidak akan melakukan Perbuatan keji itu.
"Butuh waktu yang sangat panjang bagiku untuk menembus tameng kegelapan yang kau miliki tuan yamamura. Kau sangat luar biasa sekali dalam menyembunyikan kejahatan yang telah kau lakukan." Kira berusaha untuk menahan perasaan amarah yang ada di dalam hatinya saat ini. "Begitu banyak nyawa yang tidak berdosa yang kau bunuh pada saat itu. Kasus undangan berdarah yang kau katakan pada saat itu sungguh sangat mengerikan." Lanjut Kira dengan suasana hati yang tidak karuan. "Kau telah melimpahkan semua kesalahan yang telah kau lakukan pada sakurai. Kau bersembunyi dibalik beban yang telah dipikul oleh sakurai ketika ia dituduh sebagai tersangka oleh dunia. Padahal ia adalah satu-satunya orang yang selamat dalam kejadian itu. Kau ini memang iblis ambisi kegelapan yang sangat menyedihkan." Kira menatap Yamamura Tani dengan tatapan yang lebih mematikan dari yang sebelumnya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan jika kau telah berhasil mengungkap semua kejadian ini pada mereka?. Hum?!." Yamamura Tani masih memiliki nyali untuk menantang Kira?.
"Tentu saja kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada sakurai senpai." Jawab Kira tanpa adanya perasaan ragu sedikitpun. "Bukan hanya merusak mentalnya saja, kau bahkan menghancurkan perasaan hatinya yang paling dalam dengan kehilangan dua orang yang sangat ia cintai. Tentunya kau harus merasakan itu semua." Kira seperti ingin memasuki alam bawah sadar Yamamura Tani.
Deg!!!.
Yamamura Tani sangat terkejut, ketika Kira berhasil masuk ke dalam alam bawah sadarnya?. "Sial!. Bagaimana mungkin anjing sialan itu bisa masuk?. Kegh!." Ia sangat mengutuk Kira. Namun saat itu ia sangat dikejutkan dengan apa yang ia lihat. Ia sedang melihat keluarga yang sangat ia cintai sedang berada diantara tamu yang hadir pada saat itu. Jantungnya berdetak tidak karuan saat melihat pemandangan itu.
"Tidak!. Kalian tidak boleh berada di sana!." Teriaknya dengan sangat prustasi. Apalagi saat itu ia melihat betapa tajamnya pisau jumbo raksasa itu. "Tidak!. Kalian harus pergi dari sana!." Teriaknya dengan prustasinya. "Dengarkan aku!. Kalian pergi dari-!." Belum sempat ia memberitahu pada mereka agar meninggalkan tempat itu, pisau tajam ukuran jumbo itu telah memotong tubuh anggota keluarganya tanpa ampun.
"TIDAK!." Itu adalah teriakan prustasi darinya. Hatinya sangat hancur melihat pemandangan itu.
Heh!. Akhirnya kau tersentuh juga saat aku membuat gambaran tentang keluargamu. Seandainya saja keluarga mu yang pada saat itu yang berada di posisi Sakurai Senpai pada saat itu. Aku telah membuatnya merasakan apa yang telah dirasakan oleh Sakurai senpai pada saat itu. dan lihat?. Kau sangat putus asa dengan gambaran itu. Itu hanyalah gambaran saja. Bukan kejadian yang sebenarnya. Sedangkan Sakurai senpai merasakan langsung Perasaan itu. Saat ini kau dapat merasakan perasaan sakit, pedih, serta Penderitaan yang dialami oleh Sakurai senpai. Perasaan itu belum sebanding dengan perasaan Sakurai senpai yang sesungguhnya. Bagaimana perasaanmu meskipun itu hanyalah gambaran saja?. Sakit bukan?. Heh!. Tapi aku masih ragu apakah kau memang merasakan perasaan itu atau tidak. Kau bukanlah manusia biasa, sehingga aku harus menggunakan cara seperti ini. Kau itu adalah iblis jahat yang harus aku perlakukan dengan Cara yang jahat pula. Aku tahu kau tidak mudah untuk disentuh begitu saja dengan gambaran seperti itu. Apakah kau mengerti kondisinya?.
Kira off.
__ADS_1