MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 56


__ADS_3

...***...


Kira on.


Aku mencoba melihat apa yang terjadi pada saat itu. Aku dapat melihat semua dengan mata iblis yang aku miliki. Tapi pada saat itu, ada halangan yang membuat aku tidak melihat lebih jauh lagi. Itu adalah aura jahat yang dimiliki oleh Akazuki Daiji. Jika biasanya hawa jahat itu berupa kabut hitam yang menyelimuti tubuh seseorang, maka berbeda dengan apa yang aku lihat dari Akazuki Daiji pada saat itu. Hawanya jauh lebih menyeramkan dari yang aku bayangkan. Hawa yang menyelimuti tubuhnya pada saat itu adalah hawa merah darah. Namun bukan hanya itu saja yang membuat ia terlihat menyeramkan. Aku dapat mendengarkan suara teriakan yang mengerikan dari pisau merah itu. Apakah yang akan terjadi pada cerita Selengkapnya?. Simak terus jalan ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei suatu hari nanti.


Kira off.


Saat ini Kira menelusuri setiap apa yang ia lihat pada saat kejadian itu.


"Sebelum kejadian itu, anda sedang bersama suami anda di ruangan ini sambil menonton beberapa film yang sangat bagus." Kira bahkan melihat kejadian sebelum pembunuhan sadis itu terjadi.


Tentunya apa yang dikatakan Kira membuat Takahashi Azumi sangat terkejut. "Bagaimana mungkin kau mengetahuinya?" Saking tidak percayanya dengan apa yang dikatakan oleh kira, ia bertanya seperti itu.


"Aku dapat melihatnya dengan sangat jelas. Bahkan dia telah berdiri di sini sambil memperhatikan kalian pada saat itu." Kira menunjuk ke arah tirai gorden yang sangat lebar di ruangan itu. Kira dapat melihat mata merah serta seringaiyan menyeramkan yang pernah ia lihat pada saat itu. Ia ingin menyentuh sosok Akazuki Daiji pada saat itu, akan tetapi ia tidak dapat melakukan itu karena hawa tekanan yang ia rasakan sangatlah besar. Tentunya itu sangat mempengaruhi kondisinya, jika ia memaksakan diri untuk melihat apa yang direncanakan oleh Akazuki Daiji sebenernya pada saat itu.

__ADS_1


"Eh?." Takahashi Azumi semakin terkejut dengan apa yang ia dengar. "Jadi dia telah menargetkan suamiku?." Hatinya sangat sedih dengan apa yang terjadi. Suami yang sangat ia cintai pergi begitu saja dengan cara yang sangat tidak ia inginkan.


"Bahkan dia memang menargetkan tuan takahashi arata jauh hari sebelum kejadian itu." Balas kira sambil terus menelusuri ruangan itu.


Takahashi Azumi semakin merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang ia dengar pada saat itu. Apalagi saat Kira mengatakan semua apa yang ia lihat. "Setelah kalian tidur, pada saat itu juga ia masuk dengan membuka pintu ini dengan santainya." Kira bahkan memperagakan bagaimana Akazuki Daiji masuk ke dalam ruangan itu sambil memegang pisau merah yang sangat tajam.


"Apakah memang seperti itu yang dia lakukan pak polisi?." Takahashi Azumi sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Kira.


"Ya!. Seperti itulah yang dia lakukan pada saat itu." Jawab Kira sambil terus meniru apa yang dilakukan Akazuki Daiji. "Dia melakukan itu semua dengan sangat santai tanpa kalian dengar suaranya pada saat itu." Kira membuka pintu bilik pasangan suami istri yang hampir saja terlelap dalam tidur mereka.


"Oh." Hatinya bergetar takut melihat raut wajah Kira yang benar-benar memperagakan bagaimana Akazuki Daiji masuk ke rumahnya pada malam itu. Apalagi ketika Kira masuk menuju biliknya, masuk dengan santainya tanpa terdengar langkah sedikitpun darinya. Nyonya Takahashi Azumi hampir menangis melihat itu. "Padahal waktu itu kami baru saja mau tidur. Tapi kenapa tidak terdengar sama sekali." Takahashi Azumi hampir saja menangis.


"Oh tuhan!!." Rasanya Takahashi Azumi tidak tahan mendengarkan apa yang dikatakan Kira. Bagaimana proses kejadian mengerikan itu berlangsung.


"Karena merasakan sesak napas, tuan takahashi sebenarnya ingin melawan. Akan tetapi akazuki daiji telah duluan menikam paha kirinya dengan pisau. Setelah itu ia tusuk lehernya dengan-." Rasanya Kira juga tidak sanggup untuk meneruskan kalimatnya.

__ADS_1


Brukh!!.


Nyonya Takahashi Azumi menjatuhkan tubuhnya karena ia tidak tahan lagi, hatinya terasa sangat hancur karena apa yang ia rasakan pada saat itu benar-benar sangat hancur berantakan.


"Dia telah membunuh tuan takahashi arata dengan sangat kejamnya."Kira benar-benar dapat melihat bagaimana proses Pembunuhan itu terjadi. "Memang sangat mengerikan cara pembunuhan yang dia lakukan. Apalagi ketika ia meninggalkan tempat itu tanpa bersuara. Meninggalkan tuan takahashi arata dalam keadaan yang sangat tidak baik." Lanjutnya lagi. Tentunya itu membuat Nyonya Takahashi Azumi semakin menangis sedih.


"Memang benar. Saat aku terbangun dari tidurku. Aku melihat suami yang sangat aku cintai dalam keadaan mengerikan." Tangisnya langsung pecah saat ia mengingat bagaimana keadaan suaminya. "Tapi kenapa dia tidak membunuhku pada saat itu?!. Kenapa dia membiarkan aku hidup?!. Apakah dia ingin aku menyaksikan bagaimana keadaan suamiku pada saat itu?!." Hatinya sangat sakit melihat bagaimana keadaan suami yang sangat ia cintai terlihat sangat mengerikan. Emosinya memuncak seiring dengan suasana hati yang ia rasakan pada saat itu


"Itulah yang dia inginkan nyonya." Jawab Kira sambil menahan perasaan sedih yang ia rasakan. "Dia tidak membunuh nyonya karena dia memang berpikiran seperti itu." Kira tidak menyembunyikan apapun yang ia lihat. "Dia ingin memberikan tekanan pada nyonya, bahwa dia adalah pembunuh sadis yang meninggalkan luka yang telah ia berikan setelah melakukan pembunuhan itu." Kira dapat melihat itu semua. "Dia pergi dengan santainya. Tidak ada yang bisa membaca gerak-gerik yang ia miliki selain keinginan untuk melakukan pembunuhan." Kira sebenarnya sangat Enggan untuk mengatakannya, tapi entah kenapa pada akhirnya ia melakukan itu dengan damai.


"Karena itulah, aku mohon pada mu pak polisi." Sambil menangis ia sangat memohon pada Kira. "Aku mohon agar kau melakukannya!. Aku mohon agar kau mampu menangkapnya." Wanita itu terlihat menangis terisak karena perasaan sesak yang ia miliki selama ini.


"Nyonya tenang saya." Kira terlihat tersenyum kecil. "Aku akan berusaha untuk menangkapnya. Karena itulah, aku harap nyonya lebih bersabar lagi dari yang sebelumnya." Kira akan berusaha untuk menepati janjinya pada Nyonya Takahashi Azumi.


"Um!!." Takahashi Azumi hanya mengangguk saja meskipun tidak mengerti sama sekali hubungan mereka seperti apa. "Arigatou pak polisi. Seakan-akan ada kesempatan, ia hanya bisa tersenyum kecil saja untuk memohon pada Kira.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2