MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 31


__ADS_3

...***...


Kira on.


Sepertinya di saat aku sedang mencoba membaca situasi yang terjadi di dalam ruangan itu, dan sepertinya mereka sangat telah menyadarinya, jika kami telah berada di ruangan itu. Tapi itu tidaklah masalah, karena aku telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik. Maka lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka semua. Untuk pembaca tercinta, jangan lupa dukungannya ya. Semoga saja kisah ini sampai pada Nakayama Masei (中山麻聖) suatu hari nanti. Selamat membaca kisah ini dengan baik.


Kira off.


Kira dan Sakurai bukan hanya dapat mendengar langkah kaki menuju ke ruangan itu, bahkan mereka juga dapat melihat banyak orang yang mendekati ruangan itu. Sepertinya mereka semua telah menyadarinya, jika Sakurai dan Kira telah sampai di ruangan itu.


"Heh!. Sepertinya mereka ingin masuk ke ruangan ini." Kira mendengus kecil, ia tidak tahan dengan apa yang ingin mereka lakukan.


"Ya, sepertinya begitu." Sakurai hanya menghela nafasnya dengan lelah.


"Eh?." Naoki dan Ryoma masih juga belum mengerti apa yang mereka katakan. "Mereka semua telah mengetahui jika kita berada di sini?." Naoki sedikit gugup.


"Sepertinya memang begitu." Ryoma juga gugup.


"Kalian berdua. Sepertinya mereka semua akan memasuki ruangan ini. Saatnya kalian bertindak, mohon bantuannya ya." Kira terlihat santai sekali, sama sekali tidak terlihat panik. Bahkan ia bersiap-siap menyambut mereka semua dengan senyuman yang paling ramah menurutnya.


"Haik!. Akan kami laksanakan!." Sedangkan Naoki dan Ryoma malah terlihat sangat panik, karena mereka tidak bisa menebak apa yang terjadi.


"Aku harus berbuat apa?. Apa yang harus aku perbuat?." Dalam hati Naoki sangat panik, tidak mengerti sama sekali dengan kondisinya sekarang.


"Olala!. Kenapa aku malah melakukan hal yang sama sekali tidak aku ketahui makna apa?!." Ryoma sangat gugup, namun ia berusaha untuk menutupi perasaan itu supaya tidak terlihat seperti orang bodoh.


Brakh!!!.


Pintu ruangan itu buka dengan paksa oleh seseorang, setelah itu ada banyak orang yang masuk ke ruangan itu. Termasuk Daisuke Watanabe yang memimpin penyergapan itu.


"Akhirnya kalian datang juga!." Dengan tidak sabaran ia berkata seperti itu. Namun saat itu matanya menangkap ada dua orang lainnya yang berada di ruangan itu.


"Kami memang sengaja datang ke sini." Ucap Kira dengan suara pelan.


"Bagus!. Ternyata kalian juga terlibat dalam kasus ini!. Aku akan menangkap kalian semua!." Ia menyeringai lebar menatap keempat orang yang menjadi targetnya. "Aku yakin kalian ke sini untuk melenyapkan barang bukti atas apa yang telah kalian lakukan!." Tanpa basa-basi lagi, Daisuke Watanabe berkata seperti itu. "Kalian semua aku tangkap!." Matanya melihat siapa saja yang ada di dalam ruangan itu. "Termasuk kalian berdua yang telah berani berbohong padaku!. Kalian telah terbukti telah membantu kedua orang tidak berguna ini!." Perasaan hati Daisuke Watanabe sangat menggebu-gebu, sehingga ia mengatakan apa yang ia rasakan pada saat itu.


Deg!!!.


"Sial!. Aku malah terlibat juga." Dalam hati Ryoma dan Naoki mulai panik dengan kedatangan mereka semua. "Kau memang sialan daisuke watanabe!." Naoki sangat mengutuk atas apa yang dikatakan oleh Daisuke Watanabe.


Haruskah mereka membela diri dengan berkata bahwa ini semua hanyalah permintaan dari Sakurai dan Kira?. Tapi sepertinya Kira memberi kode pada mereka untuk melakukan sesuatu. "Tenanglah, jangan panik. Lakukan apa yang aku katakan." Setidaknya seperti itulah yang tersirat dari kode yang diberikan Kira pada mereka.


"Apalagi yang kalian tunggu!." Bentak Daisuke Watanabe dengan suara yang sangat keras. "Jangan melawan lagi!. Karena kalian telah terbukti melakukan kejahatan!." Bentak Daisuke Watanabe.


"Ckckckck!." Kira berdecak kecil sambil memainkan tangannya sebagai simbol tidak bisa. "Tidak semudah itu kau mau menangkap kami." Kira menyeringai lebar.


"Anjing bodoh!. Kau tidak akan bisa kabur lagi dari ruangan ini!." Bentak Daisuke Watanabe dengan penuh amarah. "Aku tidak akan membiarkan kalian kabur atas apa yang telah kalian lakukan!." Ia semakin geram melihat sikap santai yang diperlihatkan Kira, serta sikap cuek dari Sakurai yang masa bodoh dengan kedatangannya.

__ADS_1


"Tidak usah dengarkan apapun ucapan mereka lagi ketua. Tangkap saja para pembunuh itu." Ushiro Yamanaka kesal melihat gaya Kira yang sangat santai melihat kedatangan mereka semua. "Pekerjaan kita akan terhambat jika masih berlama-lama membiarkan mereka bebas." Ushiro Yamanaka tidak tahan lagi.


"Aku rasa kau benar." Daisuke Watanabe sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh anak buahnya. Namun ketika ia hendak menangkap kedua tangan Sakurai dan memasangnya borgol?.


"Lakukan kira." Sakurai memberi perintah pada Kira?. "Aku juga bosan melihat wajah kedengkian yang dia miliki." Tatapan mata Sakurai sangat menusuk. Sehingga membuat mereka semua terlalu melihat itu.


"Ok!. Siap laksanakan!." Dengan senang hati Kira melakukannya.


"Hah?!." Daisuke Watanabe dan semua anak buahnya sangat terkejut dengan apa yang akan mereka lakukan.


"Memangnya apa yang akan kalian lakukan?!. Hah?." Daisuke Watanabe semakin marah. "Sebaiknya jangan melakukan hal yang aneh-aneh. Jadilah anak baik dengan mengikutiku agar menuju ke tempat yang lebih baik." Daisuke Watanabe heran dengan mereka semua.


"Sebaiknya kalian menyerah saja!." Ushiro Yamanaka heran dengan mereka semua.


"Ryoma!. Naoki!. Mari kita lakukan!." Kira juga bahkan Kira memberi kode pada Naoki dan Ryoma untuk segera bertindak. Ia tidak peduli sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Daisuke Watanabe.


"Ryoukai!. Kira sama yo!." Naoki dan Ryoma memang tidak mengerti, tapi entah kenapa keduanya merasa bersemangat saat mengarahkan lampu sorot ke arah mereka semua.


"Hoi!. Apa yang akan kalian lakukan?!." Daisuke Watanabe sangat terkejut dengan lampu sorot yang mengarah ke mereka.


Deg!!!.


Saat itu mereka seperti berada di ruangan serba putih. Tapi ada yang aneh dengan apa yang mereka lihat saat itu. Entah kenapa mereka semua dapat menyaksikan apa yang terjadi di ruangan itu. Dengan kekuatan yang dimiliki Kira, ia memperlihatkan pada mereka semua bagaimana ruangan itu bisa merekam semua kejadian yang telah berlaku.


"A-a-apa ini?." Mereka semua bertanya-tanya apakah yang terjadi sebenarnya?.


"Apakah ini sebuah trik yang digunakan Kira untuk membuktikan jika mereka tidak bersalah?." Ryoma juga melihat apa yang terjadi di ruangan itu.


Saat itu ada empat orang yang berada di ruangan itu. Dua orang yang sedang menggunakan masker wajah yang menyerupai Nakamoto Sakurai dan Kira. Mereka semua yang melihat itu sangat terkejut, ternyata ada dua orang yang berpura-pura menjadi Sakurai dan Kira?. Bukan hanya sampai di situ saja, bahkan mereka menyaksikan bagaimana keduanya membunuh Kozara Uehara dengan kejamnya. Kozara Uehara ditikam dengan pisau tanpa ampun.


"Kalian!." Kozara Uehara yang sekarat tidak menyangka akan dibunuh betulan oleh mereka. "Apa maksudnya ini!. Bukankah ini hanyalah sandiwara saja!. Tapi kenapa kalian benar-benar membunuhku!." Darah mengalir dari pisau yang tertancap di punggungnya. Akan tetapi keduanya malah tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Kozara Uehara.


"Heh!. Maaf saja kozara bodoh!. Ini memang sungguhan pembunuhan!. Nyonya tidak ingin kau memberikan kesaksian pada si anjing kira itu!." Orang yang menyerupai Sakurai berkata seperti itu. Tatapan matanya begitu terlihat sangat sadis, tidak manusiawi sama sekali.


"Kau!." Tubuh Kozara Uehara ambruk, ia tidak kuasa lagi menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Ahaha!. Kau memang sangat bodoh kozara!. Matikan kau bersama kejahatan yang telah kau lakukan!." Orang yang menyerupai Kira semakin tertawa puas saat melihat Kozara Uehara yang tidak berdaya lagi.


Setelah melihat Kozara Uehara tidak bergerak lagi, mereka pergi meninggalkan tempat. Di luar ruangan itu ternyata ada dua orang yang sedang menunggu mereka. Seorang wanita dan seorang laki-laki?. Apakah mereka yang telah menyuruh mereka untuk membunuh Kozara Uehara?.


"Aku melihatnya, jika wanita itu memang terlibat dalam pembunuhan itu." Kira menyeringai lebar melihat itu, tapi sayangnya ia tidak bisa melihat wajah wanita itu. "Apakah aku harus melihat ke arah mata pemuda itu supaya aku bisa melihatnya?." Kira mendapatkan ide yang lebih gila.


Tapi dari percakapan itu mereka sangat terkejut sekali, karena wanita itu menyebutkan nama Nakamoto Sakurai, Kira, juga Daisuke Watanabe dengan sangat jelas. Akan tetapi ada hal yang lebih mengejutkan yang mereka dengar saat itu.


"Kerja yang bagus." Wanita itu memuji kedua orang yang ia sewa untuk menaikan peran.


"Senang rasanya bisa membantu nyonya." Orang yang menyerupai Sakurai melepaskan topengnya. "Kami sangat menikmati pembunuhan ini." Lanjutnya dengan senyuman yang sangat lebar.

__ADS_1


"Rasanya menyenangkan bisa melakukan ini nyonya." Begitu juga orang yang menyerupai Kira melepaskan topengnya.


"Lalu apa yang akan nyonya lakukan setelah ini?." Seseorang yang tidak dikenali itu bertanya pada wanita itu.


"Setelah memperlihatkan rekaman itu, aku ingin memancing daisuke watanabe ke sini. Aku ingin dia menangkap nakamoto sakurai juga kira si anjing sialan itu." Itulah yang diucapkan wanita itu. "Aku yakin si anjing sialan itu akan datang ke sini memeriksa apa yang terjadi sebenarnya. Matanya itu bisa melihat seperti iblis. Aku akan menjebaknya, akan aku buat mereka ditahan di penjara selama-lamanya." Wanita itu tertawa senang. Ia telah merencanakan semua itu untuk menghentikan langkah Sakurai dan Kira. "Sayaka, bereskan sisanya." Setelah berkata seperti itu, wanita itu pergi meninggalkan tempat itu.


"Sayaka?." Sakurai, Kira, Naoki dan Ryoma rasanya tidak asing dengan nama itu. Apakah Sayaka Akimoto?. Apakah nama Sayaka itu yang disebutkan wanita itu?.


"Saya mengerti nyonya." Sayaka mengeluarkan pistol, ia tembakkan ke arah dada kiri keduanya. Tepat di jantung keduanya, Sayaka benar-benar berniat membunuh mereka berdua. Hanya sampai disitu saja penglihatan mereka tentang apa yang terjadi di ruangan itu. Apakah mereka akan percaya?.


"Sial!. Jadi aku ditipu oleh wanita laknat itu?." Daisuke Watanabe terpukul mengetahui, jika dirinya telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat memalukan?. "Kenapa aku bisa tertipu seperti itu?." Dalam hatinya sangat heran. "Atau aku yang telah ditipu oleh nakamoto sakurai dan juga inuzuka kira?." Hatinya sangat sakit mengingat apa yang telah terjadi. "Rasanya aku seperti orang yang sangat bodoh, dengan mudahnya mempercayai apa yang telah terjadi tanpa aku ketahui." Sungguh sangat menyakitkan sekali hatinya saat ini.


Sementara itu, Kira memberi kode pada Naoki dan Ryoma untuk meninggalkan ruangan itu. Mereka tidak boleh berlama-lama berada di sana, bisa jadi Daisuke Watanabe tidak mempercayai apa yang mereka lihat.


"Aku tidak pernah akan percaya dengan apa yang aku lihat." Ushiro Yamanaka mencoba untuk tidak percaya, tapi ia telah melihat semuanya.


"Kurang ajar!. Aku tidak akan mengampuni wanita itu!. Akan aku cari identitas wanita itu!." Amarah Daisuke Watanabe bergejolak besar, ia merasa dipermainkan karena rencana penangkapan itu. "Wanita kurang ajar!." Teriaknya penuh amarah.


"Ketua!." Ushiro Yamanaka sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Bagaimana kemarahan yang dirasakan oleh Daisuke Watanabe setelah itu.


DOR!!!.


Ia melepaskan sebuah tembakan ke arah lampu sorot itu, hingga lampu itu mati dan mereka bisa melihat dengan jelas. "Kemana mereka pergi!." Amarahnya kembali memuncak karena ia tidak menemukan keberadaan Sakurai, Kira, Naoki, dan Ryoma.


"Sepertinya mereka tidak ada di sini ketua!." Ushiro Yamanaka terkejut karena tidak melihat keberadaan mereka di dalam ruangan itu.


"Kejar dan tangkap mereka semua untuk menjadi saksi apa yang telah terjadi!." Itulah perintahnya pada anak buahnya. "Jangan biarkan mereka lolos begitu saja!." Amarahnya telah memuncak, hampir saja meledak dengan apa yang telah terjadi.


"Siap ketua!." Mereka bergegas meninggalkan ruangan itu. Tentunya mereka mencari keberadaan Sakurai, Kira, Naoki dan Ryoma.


"Sialan!. Bagaimana mungkin aku dipermainkan seperti ini oleh mereka semua!. Akan aku bunuh kalian!." Ia tidak dapat lagi menahan amarahnya. "Berani sekali kalian mempermainkan aku!." Ia berteriak sangat kuat di ruangan itu.


Sedangkan Sakurai saat ini memacu mobilnya untuk meninggalkan kawasan tersebut. Kemana ia akan pergi?. Apakah ia akan kembali ke rumahnya untuk bersembunyi sementara waktu?.


"Eh?!." Ryoma dan Naoki yang ikut di dalam mobil itu sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi. Keduanya sangat gugup setelah apa yang mereka alami. Entah itu dari awal mereka mengerjakan lampu sorot, serta setelah mereka melihat apa yang diperlihatkan Kira pada mereka semua.


"Naoki, ryoma. Terima kasih karena kalian telah membantuku." Sakurai tersenyum kecil menatap keduanya yang berada di di belakang.


"Haik!." Naoki dan Ryoma merasa lega bisa membantu Sakurai keluar dari masalah itu?. Lagipula mereka juga tidak memiliki sepatah kata apapun untuk diucapkan.


"Tapi sepertinya kita belum bisa lega begitu saja. Karena masih ada yang harus kita lakukan." Kira menatap lurus jalan di depannya. "Jika memang sayaka yang itu, maka aku akan mencari tahu siapa dia." Kali ini ia tersenyum lebar membayangkan jika memang Sayaka Akimoto adalah mata-mata itu.


"Kami juga sangat mencurigainya kira san." Naoki ingat dengan apa yang disuruh Kira saat itu.


"Dia terlihat sangat aneh ketika itu." Ryoma juga mengingatnya. "Sepertinya dia adalah seorang mata-mata." Entah kenapa ia sangat yakin dengan itu semua.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bisakah mereka menyelesaikan masalah yang terjadi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus menerus.

__ADS_1


...***...


__ADS_2