MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)

MATA IBLIS (POLISI HEBAT KILLER)
CHAPTER 37


__ADS_3

...***...


Kira on.


Rasanya kepalaku sangat sakit, juga perutku rasanya ingin keluar. Mungkin aku terlalu banyak menyerap semua energi busuk mereka hanya untuk melihat apa yang terjadi di masa lalu. Aku relakan tubuhku untuk menangkap semua yang mereka sembunyikan dari mata manusia. Namun dengan mata iblis yang aku miliki, aku bisa melihat semuanya. Meskipun nyawaku taruhannya, aku akan melakukan itu semua demi sakurai senpai. Mohon dukungannya pembaca tercinta, semoga saja aku bisa melakukannya dengan baik. Kebaikan tetap harus ditegakkan, walaupun ada hal yang penting harus dikorbankan. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta yang telah mendukung karya ini.


Kira off.


Kira menghentikan laju mobilnya, perutnya terasa sangat mual dan terasa sangat sakit. Di pinggiran jalan yang agak sepi ia memuntahkan semua isi perutnya. Namun bukan sisa makanan yang keluar dari perutnya, akan tetapi tang keluar itu adalah darahnya. Darah hitam kental aneh, kepalanya juga terasa sakit.


"Uhuk!." Lagi, ia memuntahkan darah kental itu. "Sepertinya aku terlalu memaksakan diri." Ia mencoba untuk menyandarkan tubuhnya ke pembatas jalan. "Aku tidak boleh menyerah begitu saja. Aku yakin, aku bisa melakukannya." Kira kembali berjalan menuju mobilnya. "Sakit ini belum seberapa dengan apa yang dirasakan oleh sakurai senpai selama ini. Aku hampir menemukan kebenarannya. Aku akan mengungkapkan semuanya demi menyelamatkan masa lalu sakurai senpai." Dalam hatinya tidak akan mengalah begitu saja hanya karena masalah kondisi tubuhnya yang mulai sakit-sakitan.


Setelah itu ia memacu mobilnya menuju tempat yang seharusnya ia tuju. Tempat dimana ia harus memaksakan dirinya untuk melihat kenyataan yang menyakitkan itu terjadi.


"Aku tidak akan mati begitu saja. Aku hanya mati jika sakurai senpai tidak menginginkan aku lagi. Sepertinya aku beruntung karena aku tidak mengatakan cara memutuskan kontrak itu pada sakurai senpai." Dalam hatinya masih beruntung karena ada rahasia yang tidak bisa ia katakan pada Sakurai. Ia hanya waspada, dan tidak mau menanggung resiko yang terlalu tinggi.


...***...


Di kantor pusat.


Erika Toda dan Naoki Rui saat ini sedang menghadap Yamamura Tani. Sepertinya mereka memiliki tujuan tertentu, sehingga mereka menemui pemimpin tertinggi kepolisian kawasan Higashiyama.

__ADS_1


"Sudah lama tidak terdengar kabarmu, apakah kau memiliki tugas yang sangat penting?. Sehingga baru menampakkan diri toda kun?." Yamamura Tani tersenyum kecil menatap wanita cantik yang sangat berpengaruh di kepolisian kawasan Higashiyama.


"Maafkan saya yamamura san. Saya sedang menyelidiki kasus di sekitar kawasan kecil saja. Karena terlalu banyak kasus penyalahgunaan bangunan, membuat saya sedikit sibuk dengan masalah tersebut. Maafkan saya jika saya tidak bisa melaporkannya." Dengan tenangnya ia menjawab pertanyaan Yamamura Tani.


"Tapi sepertinya kau memiliki bawahan yang sangat bisa diandalkan." Yamamura Tani bahkan memperhatikan siapa yang datang bersama Erika Toda saat ini.


"Namanya higashi arashi. Dia memang sangat bisa diandalkan." Erika Toda memperkenalkan nama bawahannya. "Maaf karena selama ini tidak memberi tahu tentangnya pada anda tuan yamamura." Erika Toda memberi hormat. "Tapi kali ini saya telah membawanya ke sini untuk memperkenalkan pada tuan yamamura agar tidak salah paham nantinya." Lanjutnya lagi dengan senyuman ramah.


"Maaf baru bisa menemui anda yamamura san." Ia terlihat begitu sopan, dan memiliki senyuman yang ramah.


"Oh, tidak apa-apa. Bukan hanya kau saja yang belum melapor padaku. Aku rasa masih banyak lagi polisi lainnya yang diangkat, namun aku tidak mengetahui mereka semuanya. Jadi santai saja, tidak perlu khawatir masalah itu." Yamamura Tani tidak marah?. "Tapi aku rasa kedatangan kalian pasti ada hal yang penting yang ingin kalian sampaikan padaku. Katakan saja apa yang ingin kalian katakan." Yamamura Tani menatap keduanya dengan ramahnya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan kasus itu?." Yamamura Tani seperti sedang menguji jawaban dari Erika Toda.


"Berikan saya surat izin untuk melakukan penangkapan terhadap nakamoto Sakurai, dan juga kira. Saya tidak tenang sama sekali, karena mereka mencoreng nama baik kepolisian wilayah higashiyama. Saya mohon untuk melakukan itu." Erika Toda sampai membungkukkan badannya memohon untuk mendapatkan izin untuk menangkap Sakurai dan Kira?.


Yamamura Tani tampak sedang berpikir, apakah ia akan melakukan itu atau ia ingin melihat kebenaran itu?.


"Saya juga memohon pada anda yamamura san." Naota Rui juga memohon?. "Meskipun saya baru di sini, rasanya sangat tidak terpuji sekali apa yang mereka lakukan. Hanya demi mendapatkan bukti pembunuhan itu mereka melakukan pembunuhan?. Sungguh tidak masuk akal sama sekali. Apalagi saat ini mereka bersembunyi entah di suatu tempat yang masih di wilayah higashiyama, atau bahkan telah meninggalkan wilayah ini. Karena itulah berikan kami izin untuk menangkapnya yamamura san." Panjang lebar ia menjelaskan alasan kenapa ia ingin menangkap Sakurai dan Kira?.


Yamamura Tani hanya tersenyum kecil. Ia tidak menduga sama sekali itu alasan kenapa mereka ingin menangkap Sakurai dan Kira?. "Baiklah. Jika memang itu yang kalian inginkan, aku akan memberikan kalian surat izin menangkap nakamoto sakurai, juga kira." Ia menyetujuinya?. "Tapi, jika kalian gagal melakukan itu, maka aku akan melakukan sesuatu pada kalian berdua, bagaimana?. Apakah kalian yakin ingin melanjutkannya?." Ia malah menantang keduanya, jika gagal melakukan tugas.

__ADS_1


Erika Toda dan Naota Rui tersenyum penuh dengan kemenangan. Surat izin penangkapan itu bagi keduanya hanyalah formalitas belaka. "Haik!. Tentu saja." Keduanya kembali membungkukkan badan memberi hormat pada Yamamura Tani.


"Kalau begitu tunggulah sebentar. Mungkin tidak akan lama, hanya beberapa menit saja. Kalian boleh mengambil surat izin itu pada sekretariat. Aku akan segera mengabarinya untuk mengeluarkan surat izin itu." Yamamura Tani kembali tersenyum kecil.


"Terima kasih banyak yamamura san." Keduanya sangat berterima kasih, dengan begitu mereka bisa melakukannya dengan mudah.


"Ini laporan yang saya tulis untuk kasus yang telah saya lakukan." Erika Toda memberikan sebuah dokumen yang ia catat sendiri.


"Baiklah. Terima kasih atas kerja kerasmu." Yamamura Tani mengambil dokumen itu.


"Kalau begitu kami pamit dulu." Erika Toda langsung ingin meninggalkan ruangan itu, ketika tujuannya telah tercapai. Keduanya pergi meninggalkan ruangan itu.


"Sepertinya dia terlihat sangat gelisah." Yamamura Tani tersenyum kecil. "Bagaimana menurutmu jun kun?." Kali ini ia bertanya pada anak buahnya.


"Saya pikir juga seperti itu pak. Sangat terlihat dengan jelas bagaimana ia saat ia dam anak buahnya bertindak." Jun Hayama juga dapat menangkapnya.


"Kalau begitu lakukan segera. Karena aku juga ingin kau melakukan sesuatu." Pada saat itu ada topeng hitam yang tak kasat mata yang sedang ia perlihatkan.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka memiliki hubungan?. Bagaimana akhir dari kisah ini yang sebenarnya?. Apakah Kira sanggup menghadapi mereka yang masih bersembunyi dibalik layar hitam kegelapan?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2